Selasa, 19 April 2011

LEMBAH PALU

HARI INI
6.517 Siswa Ujian Nasional
Palu – Ujian Nasional untuk tingkat SLTA, SMK, dan Madrasah Negeri dan swasta dimulai digelar serentak mulai hari ini (Senin), dan akan berakhir Kamis (21/04).
Panitia Pelaksana UN Kota Palu Drs Rustam Akkas mengatakan, saat ini berkas UN tingkat SLTA diamankan Kampus Universitas Tadulako (Untad) Palu. Satu jam sebelum ujian berlangsung setiap kepala sekolah dapat mengambil naskah UN tersebut.
‘’Dalam pengambilan UN dikawal ketat oleh aparat kepolisian dan pengawasan UN dari perguruan tinggi. Naskah yang diambil disesuaikan dengan jadwal mata pelajaran yang diujiankan pada hari tersebut,’’ kata Rustam Akkas.
Untuk Kota Palu, jumlah peserta yang mengikuti UN pada hari ini, untuk sekolah negeri sebanyak 12 sekolah mencapai 2.825 siswa dan sekolah swasta sebanyak 21 sekolah dengan jumlah peserta UN sebanyak 3.692 siswa.
Sekolah negeri seperti SLB jumlah pesertanya 2 orang, SMA Negeri 1 Palu 481 siswa, SMA Negeri 2 Palu 558, SMA 3 sebanyak 302, SMA 4 Palu 362, SMA 5 sebanyak 186 siswa, SMA 6 sebanyak 136 siswa , SMA Negeri 7 sebanyak 227, SMA 9 sebanyak 50 siswa. Untuk MAN Model 1 Palu sebanyak 186 dan MAN 2 Palu sebanyak 171 siswa.
Salah seorang siswa SMK Negeri 1 Palu, Ade Fitriani mengatakan, menghadapi pelaksanaan UN yanga kan dimulai pada Senin hari ini , dirinya dibuat deg-degan. Namun dirinya mengaku sudah siap menghadapi pelaksanaan UN, karena jauh hari sebelumnya pihaknya sudah melakukan persiapan baik dari try out, belajar kelompok dan belajar tambahan.
Ade berharap, dalam menghadapi pelaksanaan UN dapat berjalan dengan lancar tanpa ada halangan dan hambatan. Untuk hasil UN dia juga mengharapkan bisa berhasil dan lulus meraih hasil yang baik. (Irma)
---------------------------------------------------------------------------

Petugas Parkir Diminta Serahkan Bukti Retribusi
PALU – Semakin tak terkontrolnya lokasi parkir, membuat penataan lalulintas di Kota Palu semakin semraut. Para Petugas parkir pun yang legal maupun illegal sangat sulit untuk dibedakan. Pasalnya sejumlah petugas parkir dilapangan dalam melakukan tugasnya tidak lagi berjalan sesuai dengan aturan Perda yang telah disahkan dan disetujui oleh DPRD Kota Palu.
Dari pantauan Media Alkhairaat di sejumlah titik lokasi parkir, para petugas parkir diduga melakukan pungutan liar. Pasalnya, sesuai Peraturan Dareah (Perda) nomor 4 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Perda Kota Palu Nomor 13 Tahun 2000 tentang retribusi parkir di tepi jalan umum, setiap pemilik kendaraan yang menggunakan jasa parkir hanya dikenakan tarif 500 rupiah untuk roda dua dan Rp1000 untuk roda empat.
Bukan hanya itu, anggota Komisi III DPRD Kota Palu Hamsir, sangat menyesali sikap petugas parkir yang dinilai menyimpang dari Perda yang ada dan sangat tidak mendidik masyarakat Kota Palu. Pasalnya petugas parkir yang seharusnya saat akan melakukan pungutan hendaknya disertai dengan identitas yang jelas dan karcis retribusi yang telah ditentukan oleh Dinas Perhubungan Kota Palu.
“Sistem yang dijalankan Dishub dengan memasang target setoran setiap petugas parkir sangat tidak mendidik, seharusnya secara struktur administrasi yang bagus dan transparan hendaknya tetap ada karcis retribusi yang diberikan kepada masyarakat seusai atau sebelum memberikan tarif parkirnya,” tegas Hamsir kepada Media Alkhairaat, pekan lalu.
Menurut Hamsir, tanpa karcis retribusi yang digunakan para petugas parker kepada pelnggan, berarti Dishub mendukung kalau potensi parker itu hanya dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu bukan bermaksud membantu pemerintah dalam menyumbang ke PAD. Yang jelas kata Hamsir, pola administrasi dengan menyerahkan karcis itu lebih bagus dan mendidik masyarakat. Kalau hanya menghandalkan pola target setoran itu sifatnya hanya pada teknis saja.
“Dishub harus menyediakan karcis retribusi, karena sesuai dalam perda juga mengharuskan hal itu, jadi tanpa mekanisme seperti itu berarti sama saja tidak taat terhadap aturan. Dan yang tak kalah pentingnya Dishub harus selalu mensosialisasikan aturan perparkiran kepada masyarakat,” jelas Hamsir.
Namun ditemui terpisah Pejabat Sementara (Pjs). Kepala Bidang Angkutan dan Teknik Sarana Denny Semolang mengatakan, sebenarnya setiap petugas parkir yang ada di Kota Palu telah dilengkapi identitas dan rompi yang telah disiapkan oleh Dinas Perhubungan. Olehnya jika ada petugas parkir yang tidak memiliki identitas berarti itu petugas ilegal. Dari 137 titik lokasi parkir yang telah diidentifikasi Dishub semuanya telah dilengkapi identitas yang jelas.
Soal karcis retribusi, Denny mengatakan masalah seharusnya digunakan petugas parkir karena Dishub telah menyiapkan. Tapi karena dia menganggap kalau di lapangan petugas parkir menggunakan karcis retribusi malah sangat mudah untuk terjadinya penyimpangan. Apalagi ada kebiasan warga di Palu setelah menyerahkan biaya parkir, tidak lagi ingin mengambil karcis. Sehingga saat penyetoran tiba, petugas parkir hanya menyetor dua karcis, karena hanya dua orang yang parkr yang mengambil karcis.
(HAMSING)
------------------------------------------------------------

Tampari Tinggalkan Pertina
PALU – Selama empat periode terlibat dalam kepengurusan Persatuan Tinju Nasional Indonesia (Pertina) Sulawesi Tengah (Sulteng), Tampari Masuara menyatakan tak siap lagi melibatkan diri dalam kepengurusan organisasi olahraga tinju itu.
Tampari Masuara di sela-sela Musyawarah Provinsi Pertina Sulteng yang keenam di gedung LPMP Palu, Sabtu pekan kemarin mengatakan, pihaknya sudah bertekad bulat untuk mudur dalam kepengurusan Pertina Sulteng periode 2011- 2015. Ini dilakukan melihat banyak kader yang bisa menggantikan posisinya dalam mengurus Pertina Sulteng tersebut.
“Tidak ada yang menyuruh saya atau melarang saya untuk bergabung kembali dalam kepengurusan Pertina Sulteng dalam periode yang baru ini. Tetapi saya rasa sudah waktunya untuk memberikan kepada kader- kader lainnya untuk dapat mengurus dan memajukan Pertina Sulteng ini sehingga dapat mengukir prestasi lebih maju dari pada sebelumnya,” ujar Tampari Masuara.
Selama empat periode pihaknya mempimpin Pertina Sulteng pihaknya sudah banyak menelorkan atlit-atlit. Yang berprestasi di tingkat lokal hingga Nasional. untuk atlit nasional yang sudah lolos hingga ke ajang pekan olahraga nasional (PON) sebanyak dua atlit yakni Putu Alid (tinju pria) peraih medali perunggu di PON Kaltim 2008 dan Mariam (tinju wanita) peraih medali perunggu PON 2008.
“Saya berharap untuk ketua umum yang terpilih nantinya lebih dapat memberikan perhatian dan waktunya kepada Pertina Sulteng. Sehingga Pertina Sulteng dapat lebih maju dan atlit-atlinya semakin meningkatkan prestasinya hingga ditingkat internasional,” ujar Tampari Masuara.
Sementara dalam hasil Musprov yang berlangsung dua hari (Jumat- Sabtu) pekan lalu di LPMP Palu, telah terpilih lima anggota formatur yang bertugas memilih ketua umum Pertina Sulteng dan menyusun formatur kepengurusan Pertina Sulteng periode 2011-2015 dengan waktu 30 hari.
Lima anggota formatur itu yakni Ketua Mulyana Tampari Masuara, Sekretaris Nurdin Umar, anggota Ahmad Suaib, Ilyas Nawawi dan Astar. (Irma)
---------------------------------------------------------------------------

Juni, Nosarara Ekspo di Pasar Bulili
Palu- Pameran Nosarara Ekspo (NE) bakal digelar kembali. Pelaksanaan tersebut dialihkan ke Pasar Bulili Petobo. Pameran NE tersebut akan dirangkaikan dengan perayaan hari anti Narkoba yang jatuh pada tanggal 26 Juni 2011 mendatang..
Ketua Seniman Peduli Narkotika dan Aids Kota Palu Musa Abd Kadir mengatakan, setelah sukses menggelar konser damai, pameran dan hiburan rakyat di Pasar Modern Tavanjuka, pihaknya berencana akan menggelar kembali konser damai dan pameran NE di pasar Bulili pada tanggal 18-26 Juni mendatang. Adapun kegiatan yang bakal digelar dalam pameran NE di Pasar Bulili seperti, pasar rakyat, pameran ekspo, hiburan rakyat, perlombaan domino, lomba karaoke serta sosialisasi Narkotika. Selain itu juga pihaknya akan menggelar lomba foto dan pemberitaan berkaitan kegiatan pameran Nosarara Ekspo.
“Kegiatan ini bertujuan guna meramaikan kembali pasar Bulili, memberikan semangat dan motivasi kepada para PKL dan memberikan hiburan kepada masyarakat setempat. Dalam hiburan rakyat kami juga akan melibatkan seniman yang ada di setiap kelurahan. Dalam kegiatan ini kami juga akan memberikan pesan-pesan sosialisasi anti narkotika untuk masyarakat Kota Palu,” ujar Musa.
Ketua Panitia Pameran Nosarara Ekspo Aminuddin Atjo disela-sela penutupan pameran NE di pasar Tavanjuka Sabtu malam pekan kemarin mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya melibatkan 84 usaha kecil menengah (UKM) dan melibatkan beberapa dunia usaha sebaagai sponsor dalam kegaitan ini. NE juga dimeriahkan dengan paggelaran dangdut pria, wanita dan waria serta pertandingan domino.
Menurut dia, kegiatan yang digelar hampir seminggu lamanya, omzet yang dapat dihimpun oleh para pedagang secara menyeluruh mencapai Rp 250 juta. Selama kegiatan ini berlangsung diperkirakan sekitar kurang lebih ribuan orang yang memadati pemeran Nosarara Ekspo ini setiap malamnya.
“Kami selaku panitia menyampaikan banyak terimakasih kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, toko pemuda, tokoh adat, pemuda dan tokoh wanita yang telah memberikan dukungan dan partisiapasinya dalam pelaksanaan kegiatan ini. Apabila ada kekurangan selama kegaitan berlangsung kami sleaku panitia menyampaikan permohonan maaf,“ ujar Aminuddin.
Abduh Manan salah seorang pedagang mainan berharap, keramaian dan hiburan rakyat seperti ini dapat sering digelar. Selain tujuannya dapat menghibur masyarakat, kegiatan ini sangat besar manfaatnya dan membawa keberuntungan khususnya kepada pedagang kecil. (Irma)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tiga Debitur BTN Penuhi Panggilan
PALU - Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu periksa tiga debitur Bank Tabungan Negara (BTN) yang menunggak pembayaran kredit, Jum'at (15/3). Hal itu menindaklanjuti hasil penandatanganan MoU serta Surat Kuasa Khusus (SKK) antara Kejaksaan Negeri Palu dan Bank BTN Cabang Palu.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu, M Adam melalu Kasi Datun Kejari Palu, I Gede Sukayasa kepada wartawan mengatakan, dari empat orang debitur yang dipanggil sebelumnya, hanya tiga yang memenuhi panggilan. Ketiganya yakni Fahmi, Rasta Ndobe dan Ruben, sementara yang tidak memenuhi panggilan yakni Tiurma.
Dalam kehadirannya, kepada Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejari Palu, ketiga debitur itu berjanji akan menyelesaikan tunggakannya. Hal itu dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai. Dimana dalam surat pernyataan itu, penyelesaian tunggakan akan dilakukan dengan batas waktu tertentu.
Lebih Lanjut, I Gede Sukayasa mengatakan. Untuk debitur yang tidak hadir, pihaknya akan tetap melakukan pemanggilan secara resmi kepada bersangkutan. Pemanggilan itu guna kelengkapan administrasi dan pertanggungjawaban pihak Kejari Palu.
Diwartawakan sebelumnya, pada pekan lalu Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu layangkan surat panggilan kepada empat debitur bermasalah Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Palu.
Pemanggilan itu berdasarkan empat Surat Kuasa Khusus (SKK) Nomor:275/PLU.III/LCWO/IV/2011, Nomor:276/PLU.III/LCWO/IV/2011, Nomor:277/PLU.III/LCWO/IV/2011 dan SKK Nomor:275/PLU.III/LCWO/IV/2011 yang diterima Kejari Palu dari Bank BTN Cabang Palu.
Surat Kuasa Khusus (SKK) itu menindaklanjuti hasil penandatanganan MoU antara Kejaksaan Negeri Palu dan Bank BTN Cabang Palu. Dimana panggilan kepada empat debitur itu merupakan pemanggilan pertama di tahun 2011. Setelah pada 2010 sebelumnya, Kejari Palu turut memanggil beberapa debitur lainnya.(NANANG LP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar