Selasa, 10 Mei 2011

LEMBAH PALU


10 Petak Kontrakan Ludes Terbakar
PALU – Diduga akibat korsleting aliran listrik 10 petak rumah kos-kosan (kontrakan) dan satu kantor Biro Angkutan Darat Usaha Dagang (UD) Nur  di jalan WR Supratman Ahad (8/5) ludes dilalap sijago merah sekitar pukul 12.30 wita.
Amiruddin (50) saksi mata yang melihat berawalnya kebakaran tersebut mengatakan, apinya berasal dari belakang, pas terlihat dari atap rumah kos-kosan itu dan saat dia menuju ke TKP apinya pun sudah melebar.
“Saya liat apinya tadi dari atap akibat korsleting aliran listrik pendek,” jawabnya spontan kepada Media Alkhairaat di TKP.
Sementara menurut pengakuan  Rais (52) salah satu penghuni kos yang ikut terbakar mengatakan, saat kejadian dia  sementara menonton pertandingan tinju, dengan keasyikannya menonton tiba-tiba dia dikagetkan oleh kepulan asap dan terlihat api yang begitu besar di atasnya.
Rais pun dengan siaganya langsung mengeluarkan kendaraan roda duanya dan TV miliknya, tapi saat dia ingin kembali lagi untuk menyelamatkan barang-barangnya dia pun tidak berdaya lagi. Pasalnya apinya sudah sangat besar, akhirnya dia pun pasrah melihat barang-barangnya habis dilalap sijago merah.
“Saya tinggal ditengah, keenam dari sumber api berawal. Karena saya liat apinya berasal dari belakang tapi saya tidak tau dirumahnya siapa pertama,” jelas Rais dengan dibasahi keringat dengan hanya mengenakan celana pendek tanpa baju.
Akibat kebakaran tersebut, arus lalulintas pun di jalan WR Supratman terpaksa dialihkan untuk sementara. Warga sekitar pun mulai berkumpul dan memadati lokasi kebakaran. Terlihat empat mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api tersebut. Api berhasil dipadamkan setelah beraksi selama kurang lebih dua jam.
Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun akibat kebakaran pemilik kos-kosan mengalami kerugian ratusan juta. (HAMSING)
------------------------------------------------------------------------------------------

Pasien Akui Adanya Perbedaan Pelayanan Kesehatan
PALU – Lagi, pasien Rumah Sakit (RS) Undata Provinsi Sulteng kecewa dengan pelayanan yang berbeda-beda diberikan terhadap sejumlah pasien. Seperti yang dialami Juma Rahman (46) salah satu pasien rujukan dari Kabupaten Buol. Karena penyakit yang dideritanya telah kategori akut (kondisi kritis), sehingga terpaksa dirujuk ke RS Undata agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.
Namun usaha yang dilakukan pihak keluarga yang menginginkan kesembuhan ternyata masih menjadi tanda tanya, karena keberadaan Juma Rahman di RS Undata sudah 15 hari dirawat di ruang Seroja. Tapi  Juma Rahman saat ditemui Media Alkhairaat Jumat (6/5) yang hanya bisa berbaring di ranjang mengaku, pelayanan RS Undata untuk kesembuhannya sepertinya tidak dimaksimalkan. Pasalnya kata Juma Rahman, semenjak dirinya dirawat hanya obat yang selalu diberikan untuk dimakan.
“Sudah 15 hari saya disini sepertinya tidak ada perubahan, bahkan semalam sakit di perut yang saya rasakan seperti ingin meledakkan perutku, tapi hingga saat ini meski sudah disampaikan keluhanku kepada dokter, tapi tetap saja saya hanya diberi obat tidak ada perawatan lanjutan,” kata Juma Rahman sambil menahan kesakitan yang dideritanya.
Menurut Biro Advokasi Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia Adi Prianto,SH, sepertinya ada dugaan konspirasi perlakuan pelayanan kesehatan kepada saudara Juma Rahman. Pasalnya dia adalah salah satu pasien yang dibiayai oleh Perusahaan PT Hardaya Inti Plantation (HIP), karena dia salah satu buruh yang sudah bekerja selama 15 tahun di perusahaan tersebut. Kenapa hingga saat ini pelayanan yang diberikan kepada Juma Rahman sepertinya ada perbedaan dengan pasien lain. Sejak Juma Rahman dirawat di RS Undata hanya obat-obat terus yang diberikan, sementara dokter yang menanganinya telah memvonis kalau dia menderita tiga penyakit yakni kanker hati, gagal ginjal dan pembengkakan hati.
Tapi kenapa dokter yang merawatnya tidak memberikan pengobatan yang intensif, tapi malah hanya obat saja yang terus menerus diberikan sementara Juma Rahman mengaku kalau sakitnya tidak mengalami perubahan, bahkan terkadang disaat malam perutnya seperti ingin meledak.
“Saya sangat kecewa dengan pernyataan dokter yang menanganinya dia mengatakan kepada pihak keluarga kalau dia tidak bisa berbuat apa-apa terhadap penyakit yang diderita Juma Rahman,” kesal Adi Prianto.
Kata Adi, seharusnya pihak RS Undata memberikan pelayanan kesehatan tanpa harus ada perbedaan terhadap semua pasien, meskipun sebenarnya Juma Rahman hanya dibiayai oleh perusahaan, tapi Juma Rahman adalah warga Indonesia yang berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Apalagi dia telah merasakan penderitaanya selama delapan bulan lamanya tanpa mendapatkan pengobatan.
Wakil Direktur Pelayanan RS Undata dr.Amsyar Praja mengatakan, belum bisa berkomentar banyak terhadap komplen pelayanan kesehatan pasien. Pasalnya dia belum mengetahui pasti pasien yang mana merasa tidak mendapatkan pelayanan secara maksimal. Karena setau dia masalah pelayanan di RS Undata tidak ada perbedaan.
“Perlakuan pasien semuanya sama, tanpa memandang status social maupun ekonominya,” tegas Amsyar.
Kata Amsyar, mengetahui adanya laporan seperti itu, dia akan melakukan cross-check atas keluhan tersebut. Jangan sampai karena penyakit pasien tersebut divonis menderita penyakit yang memang hanya butuh diberi obat dan sulit untuk disembuhkan. itu akan dicari tau kejelasannya. (HAMSING)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Kapolda Sosialisasi Forum Bankamdes
HADIYANTO : BANKAMDES PERLU DIKAJI LAGIi
PALU – Kapolda Sulteng Brigjen Pol.Dewa Parsana didampingi Kapolres Palu, Walikota Palu Rusdy Mastura dan Wakil Ketua DPRD Palu Yos Soedarso mensosialisasikan program Forum Kelurahan dan Bantuan Keamanan Desa (Forum-Bankamdes) kepada sejumlah anggota DPRD Kota palu dan Kepala SKPD.
Dalam pemaparan Kapolda Sulteng Brigjen Pol Dewa Parsana mengatakan, pola Forum Bankamdes adalah sebagai pilar Kamtibmas untuk mewujudkan desa/Kelurahan sebagai basis ketertiban dan keamanan wilayah. Pasalnya Forum Bankamdes ini akan dijadikan sebagai forum penertiban, sehingga mampu melakukan penataan sesejahtera mungkin kepada masyarakat. Karena Forum ini juga adalah sebagai Forum tertinggi ditingkat Kelurahan/Desa sesuai dengan fungsinya.
“Forum ini bukan hanya mampu untuk melakukan penataan, penertiban dan keamanan saja, tapi Forum ini juga mampu meminimalisir kelompok-kelompok yang suka mengambil keuntungan terhadap orang lain, dan dengan sendirinya kelompok tersebut akan merasa tidak nyaman dengan pola Forum Bankamdes ini, itulah kelebihan dari Bankamdes ini mampu meminimalisir hal-hal yang bertolak belakang dengan masyarakat,” jelas Brigjen Pol Dewa Parsana Jumat (6/5) di ruang rapat utama DPRD Palu.
Hal senada diungkapkan Walikota Palu Rusdy Mastura mengatakan, keberadaan Forum ini sangat membantu masyarakat dalam berbagai hal permasalahan, Karena masyarakat sendiri akan terlibat dalam Forum Bankamdes ini, dan masyarakat juga jangan ragu dengan keberadaan lembaga-lembaga kemayarakatan lainnya. Pasalnya Forum ini akan menyatukan semua lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada baik ditingkat kecamatan maupun tingkat kelurahan.
“Jangan takut dengan Forum ini, Karena Forum Bankamdes adalah salah satu wadah yang menyatukan semua lembaga dan masyarakat dalam menjaga keamanan. Termasuk maslah pengamanan di Poboya , dnegan adanya Forum Bankamdes semua penambang akan tertata dengan baik, antara PT CPM dengan penambang tradisional,” ungkap Cudy sapaan akrab Walikota Palu.
Sementara Sekretaris Komisi II DPRD Kota Palu H Hadiyanto Rosyid mengatakan, keberadaan Forum Bankamdes ini memang sangat bagus dalam hal penertiban dan penataan dilingkungan masyarakat. Tapi khusus untuk di Kota Palu keberadaan Bankamdes masih perlu dikaji. Pasalnya jangan sampai karena mencuaknya masalah ketidak tertiban masyarakat penambang di Poboya, kemudian dibentuklah Forum ini sebagai salah satu langkah untuk menertibkan keberadaan masyarakat disana.
Menurut Ketua DPC Partai Hanura ini, jika karena masalah di Poboya kemudian dibentuk program Forum Bankamdes ini bukanlah salah satu solusi terbaik. Tapi seharusnya jika ingin dilakukan penertiban dan penataan di Poboya, seharusnya pemerintah Kota Palu yang harus tegas mengambil tindakan, Forum Bankamdes bagus tapi perlu dikaji, karena forum seperti ini tidak semudah membalikkan telapak tangan langsung berjalan bagus, karena Forum ini pasti akan membutuhkan anggaran untuk pendanaannya, sementara APBD di Kota palu sangat kecil berbeda di Bali awal munculnya forum ini, karena disana APBDnya cukup besar hingga mencapai Rp2,3 Triliun.
“Coba dipikir dululah kedepan keberadaan forum ini kedepan, artinya DPRD selalu mendukung kebijakan dan program yang pro dengan rakyat, tapi jangan sampai nanti ujung-ujungnya bermasalah lagi karena duit dan programnya tidak berjalan karena pimpinan berubah lagi,” ujar H Hadiyanto Rosyid. (HAMSING)  
-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Listrik Padam Hingga Tujuh Jam
PALU- Pemadaman listrik bergilir di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, berlangsung selama tujuh jam sejak pukul 09:45 WITA sehingga membuat warga resah, karena aktivitasnya terganggu.
Seorang warga Kota Palu, Pratiwi, Sabtu, mengaku tidak bisa mandi atau mencuci pakaian karena air di bak penampungannya habis ketika listrik mulai padam.
Ibu yang memiliki satu anak ini terpaksa menggunakan air minum isi ulang untuk melakukan kegiatan rumah tangga. "Sudah dua galon air saya beli tapi listrik belum nyala juga, kata Pratiwi.
Keluhan lain dinyatakan, Rifki, yang terpaksa harus menempuh perjalanan sekitar enam kilometer untuk bisa mengambil uang di mesin ATM karena mesin pengambilan uang di dekat rumahnya tidak bisa beroperasi karena pemadaman listrik.
"Kalau kondisi seperti ini terus maka kita akan kehabisan waktu percuma," katanya.
Pemadaman listrik bergilir di Kota Palu sudah berlangsung sejak empat hari lalu namun saat ini adalah yang terparah karena berlangsung hingga tujuh jam selama satu hari.
"Mati lampu selama dua jam saja sudah parah. Ini sudah tujuh jam," kata Rifki kesal.
Juru bicara PLN Cabang Palu, Petrus Walasary, mengatakan pemadaman listrik di wilayahnya disebabkan pasokan daya dari PLTU berkurang, yakni dari 24 Megawatt menjadi 18 Megawatt per hari.
Berkurangnya daya itu disebabkan menipisnya batu bara sebagai bahan bakar utama di PLTU Palu.
"Dalam waktu dua hari ini mudah-mudahan tidak terjadi pemadaman karena batu bara akan segera tiba di Palu," kata Petrus.
Permasalahan krisis listrik di Palu sebenarnya sudah berakhir sejak setahun lalu sejak PLTU Palu beroperasi secara normal dengan pasokan batu bara yang berlangsung normal.
Selain itu, mesin berdaya 8 Megawatt juga sudah disewa untuk mengatasi krisis listrik.
"Kalau mesin rusak atau batu bara kurang berarti kita harus sabar jika terjadi pemadaman lagi sambil menunggu perbaikan," kata Petrus. (antara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar