Rabu, 01 Juni 2011

HEADLINE


Penembakan Polisi
Polisi Geledah Rumah Ahmad Ridwan

* Pelaku Diduga Jaringan Abu Tholut

POSO - Detasemen Khusus 88 Mabes Polri, Selasa (31/5) menggeledah rumah Ahmad Ridwan di Lorong Family, Kelurahan Sayo, Kecamatan Poso Kota Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Ahmad Ridwan disebut-sebut polisi terlibat dalam jaringan penembakan polisi di Pos Bank BCA Palu, Rabu pekan lalu.
Penggeledahan yang sangat rahasia itu dilakukan Tim Densus ke rumah Ahmad Ridwan sekitar pukul 16.30 WITA. Polisi didampingi sejumlah tokoh agama setempat Ustad. H. Ahmad Jabir yang juga  keluarga Ahmad Ridwan. Penggeledahan berlangsung selama lebih dari satu jam yang dilakukan beberapa Anggota Densus 88 dan Serse Polres Poso menggunakan empat mobil.
Kehadiran Tim Densus di rumah Ahmad Ridwan yang padat tersebut sempat mengundang perhatian warga. Namun, kebanyakan warga hanya melihat-lhat dari luar rumah dan berkumpul tepi jalan Trans Sulawesi, tidak sampai bereaksi seperti pada masa tahun 2000-2008 saat penggeledahan rumah-rumah penduduk.
Menurut Ustad. H. Jabir,  Tim Densus 88 Mabes Polri sebelum menggeledah rumah Ahmad Ridwan, berkoordinasi dengan pihak keluarga. Mereka memberi izin kepada polisi untuk menggeledah rumah Ahmad Ridwan.
Mengutip polisi, Ustad. H. Jabir menyebutkan, penggeledahan barang-barang Ahmad Ridwan dilakukan untuk penyelidikan terkait penembakan polisi di Palu yang dilakukan kelompok Harianto alias Anto yang telah ditangkap polisi.
Dari pengakuan Anto kepada polisi, Anto meminta isterinya Dewi alias Ainun Mardiah untuk menitip beberapa barang miliknya kepada  Ahmad Ridwan. Tapi oleh Ainun, meminta Nur Afni, isteri Ahmad Ridwan yang juga adiknya untuk menitip barang-barang milik suaminya itu.
“Beberapa barang yang disita polisi dari rumah Ahmad Ridwan adalah beberapa berkas dan catatan termasuk peta Kota Poso, Sulewana, Poso Pesisir dan Bumboyo,” kata Ustad. H. Jabir.
Ustad Jabir tidak merasa terbebani setelah semua berkas yang dianggap ilegal itu telah disita. Dirinya dan keluarga juga memberi kesempatan kepada polisi untuk memeriksa Ahmad Ridwan agar semua persoalan yang membelit dirinya terkait jaringan penembakan polisi segera terungkap sehingga pihak keluarga juga tidak lagi diliputi keresahan.
 Ahmad Ridwan hingga kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Poso. Ia diperiksa bersama isterinya Nur Afni dan Ainun Mardiah, isteri Harianto.
Sebelumnya, Kapolres Poso AKBP Pulung Rahmadianto mengatakan, polisi menyita 32 butir amnunisi dari tangan Ahmad Ridwan yang ditanam di tengah kebun cokelat. Amunisi itu, menurut Polisi, milik Harianto yang dititip kepada Ahmad Ridwan.
Dari Jakarta, Tempointeraktif melaporkan, polisi tengah menelusuri keterkaitan aksi penembakan polisi di Palu dengan keberadaan kelompok Abu Tholut. "Sedang diselidiki," ujar Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Boy Rafli Amar, kemarin.
Imron Baihaqi alias Abu Tholut merupakan panglima Jamaah Anshorut Tauhid. Mantan kombatan Afghanistan yang pernah menembak jatuh helikopter Rusia itu diringkus pada Desember tahun lalu bersama sejumlah rekannya.
Abu Tholut dikenal erat dengan Abu Bakar Ba'asyir. Hubungan ini  disimpulkan setelah polisi menemukan fakta tentang pemberian dana melalui Haris Amir Falah di kantor JAT Pejaten untuk operasional latihan para-militer di Jalin Jantho, Nangro Aceh Darussalam.
Pelatihan para-militer itu merupakan cikal pendirian Al-Qaidah Serambi Mekkah, yang di dalamnya terdapat sejumlah nama seperti Dulmatin dan Abdullah Sunata. Gerakan mereka juga berada di balik aksi perampokan Bank CIMB Niaga yang dipimpin Toni Togar.
Dugaan keterlibatan kelompok teroris disimpulkan setelah polisi menemukan sejumlah bahan baku pembuat bom di rumah Hariyanto, satu dari dua tersangka kasus penembak polisi di Bank BCA Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang berhasil diciduk petugas.
Hasil penelusuran menyimpulkan keterlibatan adik ipar Hariyanto berinisial AR yang berhasil diciduk kemarin malam di daerah Poso. Ia diduga ikut menyimpan sejumlah amunisi yang digunakan pelaku untuk membunuh petugas kepolisian. "Ada 20 butir peluru dan senjata api laras panjang yang ia sembunyikan," kata Boy. (BANDI)   




Selasa, 10 Mei 2011

SUARA Redaksi


Menyoal Pelayanan Apotek
PELAYANAN apotek di Palu dan sekitarnya menjadi persoalan utama dalam diskusi kesehatan, Kamis pekan lalu. Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sulteng menyoal belum optimalnya pelayanan apotek. Banyak keluhan disampaikan masyarakat. Namun, pelayanan apotek tak jua membaik. Ironisnya, pengawasan operasional apotek sangat lemah, atau bahkan tak terdengar sama sekali.
Soal ini tentu harus menjadi perhatian kita semua, utamanya pemerintah daerah. Bagaimanapun pelayanan apotek berkaitan langsung dengan sektor kesehatan yang bersama sektor pendidikan, menjadi barometer kemajuan wilayah kita. Tentu juga menjadi ukuran bekerja tidaknya pemerintah daerah.
Tak dipungkiri, pelayanan apotek, khususnya di Palu, belum berjalan sesuai yang diharapkan. Kesan yang timbul, banyak apotek sekadar menjalankan aktivitas bisnis semata, dengan meletakkan pelayanan kemanusiaan di urutan belakang.
Jamak diketahui, apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran obat kepada masyarakat. Pekerjaan kefarmasian yang dimaksud meliputi pembuatan, pengolahan, peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran, penyimpanan dan penyerahan obat atau bahan obat. Perkembangan kefarmasian selanjutnya mengarah pada kegiatan Pelayanan Informasi Obat (PIO) untuk melayani kebutuhan masyarakat di bidang informasi kesehatan khususnya obat-obatan.
Ruang lingkup kegiatan kefarmasian di suatu apotek memungkinkan masyarakat memperoleh pelayanan total di bidang obat. Dari segi teknis, masyarakat sebagai konsumen bisa mendapatkan jenis obat yang diinginkannya, baik itu obat dengan resep maupun obat bebas. Konsumen bisa juga mendapatkan obat dalam bentuk racikan baik itu serbuk (pulvis/pulveres), kapsul ataupun bentuk cairan (sirupus simplex). Dari segi jasa, konsumen berhak mendapatkan informasi penggunaan obat yang diperoleh, cara pemakaian, dosis obat sekali minum dan kemungkinan-kemungkinan efek samping yang timbul serta informasi lainnya. Konsumen juga bisa menentukan pilihan terhadap obat misalnya obat-obat generik yang lebih terjangkau.
Usaha peningkatan pelayanan terhadap konsumen menuntut apotek bekerja keras dalam pengelolaannya. Idealnya sebuah apotek sudah tidak lagi memikirkan hitung-hitungan untuk sebuah kepuasan konsumen. Konsep ideal apotek adalah totalitas pelayanan terhadap konsumen/pasien.
Kondisi pasien yang datang ke apotek merupakan kondisi yang tidak bisa ditunda oleh waktu dengan alasan jam kerja atau apapun. Pasien yang datang ke apotek untuk memenuhi hak asasinya untuk hidup dan sehat. Tuntutan pasien lebih diutamakan dari urusan apapun sehingga pasien mendapatkan apa yang diinginkannya. Jika tidak maka pelayanan apotek akan terus dipersoalkan. ***

Assalamualaikum


Islam Simpatik

OLEH : HS Saggaf

HS. SAGGAF ALJUFRI
Teladan kita, Nabilullah Muhammad SAW  membawa risalah Islam dalam rentang sangat singkat  hanya sekitar 23 tahun.  Namun dalam tataran kemanusiaan dan kerasulan, sejarawan dunia mengakui keberhasilan beliau. Ini karena kepribadian Rasul saw yang sempurna dan mengagumkan.
Kepribadian agung Rasulullah saw, bahkan ketika menghadapi orang yang jelas-jelas memusuhinya, namun beliau sama sekali tidak menampilkan karakteristik padang pasir yang keras dan kasar. Inilah prilaku yang seolah-olah sudah dlupakan banyak orang seperti mengaku paling Islam dan menafikan yang lain bahkan sampai mengkafirkan sesama saudaranya.
Kita perlu menampilkan Islam yang simpatik. Islam yang ramah  seperti yang dipraktekan  dua orang pemuda cerdas ini  Hasan dan Husein. Suatu ketika  cucu Rasulullah saw melihat seorang kakek yang salah dalam melakukan wudhu. Kedua pemuda ini saling memandang, lalu mereka sepakat untuk menegur sang kakek.
Seorang di antara mereka menghampiri sang kakek dan berkata, ''Wahai Bapak, saya mohon ditunjuki bagaimana cara berwudhu yang benar.'' Kakek itu mempersilakan sang pemuda melakukan wudhu. Pemuda ini melakukan wudhu dengan sempurna. Kakek itu lalu mengatakan, ''Sungguh benar cara berwudhumu dan akulah yang salah.''
Kisah tersebut adalah cermin upaya memberikan kritik yang simpatik dari seorang anak muda terhadap orang tua yang jelas jauh lebih merasakan dirinya pandai dibanding anak muda. Dalam Alquran mengkritik mestilah dengan cara yang baik. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia, (QS: 41:34).
Prinsip menegakkan kebenaran dan berpihak pada kebenaran serta menjauhi diri dari kebatilan tegas-tegas diungkapkan Alquran. Dan katakanlah, Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap, (QS: 17:81). Usaha melenyapkan kebatilan itu bisa melalui kritik. Dalam praktek kehidupan Muhammad saw kritik simpatik yang dilakukan Nabi telah berhasil membawa musuh-musuh Islam menjadi pembela-pembela Islam yang ksatria. Kasus Umar Ibn Khatab masuk Islam bisa menjadi contoh soal ini.
Dalam melakukan kritik, seorang pengkritik juga harus mengetahui temperamen dirinya sendiri, jika ia tidak mampu mengendalikan diri dalam mengkritik ia harus minta bantuan orang yang bisa menyampaikan aspirasinya dengan cara yang baik. Nabi Musa as yang dikenal memiliki temperamen suka marah, suatu ketika pernah membunuh orang kepercayaan Fir'aun yang menzalimi Bani Israil. Karena itu, ketika ia diperintah Allah mendakwahi Fir'aun, Allah mengutus seorang saudaranya yang memiliki temperamen terkendali, yaitu Nabi Harun untuk mendampinginya.
Episode ini diabadikan Alquran dengan indahnya. Pergilah kamu berdua (Musa dan Harun) kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut, (QS: 20:43-44).
Fir'aun dikenal sebagai raja yang angkuh dan arogan atas kekuasaan yang dimilikinya. Karenanya, Allah memperingatkan Musa dan Harun agar dalam menghujatnya mestilah dengan cara-cara yang simpatik dan kata-kata yang bermoral. Karena cara simpatik dan bermoral itu adalah identitas manusia yang beradab.
Dari kisah dan peringatan ayat di atas patut kiranya menjadi renungan semua pihak yang saat ini yang sering  mengkritik, merasa diri yang paling benar, merasa punya kesempatan untuk mengkritik pihak lain, agar dapat memposisikan diri dengan benar. Mengkritik dengan simpatik dan bahasa-bahasa yang bermoral serta tidak terjebak pada keangkuhan, sudah selayaknya menjadi bagian hidup kita bersama. Semoga kita mau selalu mengaca diri pada kepribadian Rasulullah saw.  Wallahul Mustaan.

HEADLINE


PENARIKAN GUGATAN ADIL
Data Lemah Jadi Alasan
* MULHANAN : PAK PROF POLITISI SEJATIi

 PALU - Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tengah, Zainal Abidin Ishak memastikan, penarikan gugatan pasangan calon gubernur Sulteng Aminuddin Ponulele-Lusiana Is Baculu (ADIL) di Mahkamah Konstitusi karena data lemah. Mereka menilai tidak cukup bukti untuk meneruskan gugatan tersebut.
"Setelah kami menunggu data-data yang valid ternyata tidak terkumpul. Itulah alasan mendasar sehingga gugatan kami di MK ditarik," kata Zainal Abidin, Sabtu akhir pekan lalu.
Zainal menolak bila disebut, gugatan pasangan Aminuddin-Lusiana dicabut setelah tim sukses melakukan konsolidasi dengan calon gubernur Longki Djanggola-Sudarto (Longki’S) sebagai pemenang di Pilkada Sulteng 6 April 2011.
"Tidak ada semacam itu. Pencabutan gugatan karena memang murni data yang tidak cukup. Dari pada nanti bikin pusing di MK, lebih baik ditarik saja," katanya, sebagaimana dikutip ANTARA.
Dia mengatakan, setelah melihat tidak kuatnya data dukungan dalam gugatan ke MK, Golkar yang mengusung pasangan Aminuddin/Lusiana akhirnya mencabut kuasa hukum dari tim advokasi Aminuddin/Lusiana.
Menurut Zainal, kalaupun saat ini beberapa orang tim advokasi yang dibentuk Golkar melakukan gugatan di MK bukan lagi atas nama pasangan calon yang diusung Golkar tetapi membantu pasangan Sahabuddin Mustafa-Faisal Mahmud (SAFA).
"Kebetulan ADIL dan SAFA  sama-sama mengajukan gugatan ke MK, tetapi kami mundur," kata Zainal.
Saat ini yang bertahan di MK hanya pasangan SAFA. Gugatan pasangan calon gubernur tersebut terus berjalan dan sudah melalui proses persidangan.
Dari Jakarta dilaporkan, Ketua Partai Golkar Palu Andi Mulhanan Tombolotutu, Jumat (06/05) pekan lalu, menilai pilgub Sulteng kali ini terhitung paling aman dan lancar sejak awal tahapan hingga pemungutan suara. "Kalaupun ada gugatan dari pasangan Sahabuddin Mustafa - Faisal Mahmud itu juga bagian dari proses pematangan dan pembelajaran demokrasi," pandang Tony.
Sebagai tim pemenang pasangan ADIL, pihaknya sudah menyampaikan selamat atas kemenangan Longki's. "Pak Prof Aminuddin sebagai Calon Gubernur pun sudah menerima hasil pilgub itu. Kalah dan menang itu hal biasa. Yang penting adalah proses pembelajaran dan pematangan kehidupan berdemokrasi," tekan Tony-sapaan akrab Mulhanan.
Tony juga mengatakan, hal itu memperlihatkan Prof Aminuddin, sebagai sosok seorang politisi sejati. "Pak Prof memperlihatkan contoh bagaimana seorang politisi yang sudah matang dengan pengalamannya. Pengalaman mengajarkan beliau untuk tidak bersorak ketika menang, dan tidak meradang ketika kalah," sebut Tony lagi. (RIFAY/Antara)
----------------------------------------------------------------------------------------

PANSUS GEDUNG WANITA
Kasman Lasa “Dipaksa” Pulang Ganti Baju

PALU – Ada hal menarik saat DPRD Sulteng menggelar rapat Panitia Khusus (Pansus) Gedung Wanita akhir pekan lalu. Dari sederet pejabat teras Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng yang diundang saat itu, ada penampilan lain dari seorang Kepala Biro (Karo) Perlengkapan Umum (Perlum) Sekretariat Kantor Gubernur Sulteng, Kasman Lasa.
Untung saja dia datang dengan menjepit sebuah buku agenda, jika tidak, maka orang akan menganggapnya sedang menuju tempat senam. Betapa tidak, ditengah-tengah para legislator yang memakai pakaian rapi, di antara kepala dinas yang mengenakan baju dinas, justru dia datang dengan mengenakan setelan baju olah raga. Baju putih berenda orange dengan celana orange pula. 
Sontak, sidang Pansus yang diketuai Nawawi Sang Kilat langsung ditunda sambil menunggu Kasman Lasa mengganti pakaiannya.
”Ini adalah sidang terhormat dan diundang secara resmi. Kami mohon bapak Karo Perlum segera mengganti pakaiannya dengan baju resmi,” kata anggota Pansus, Zainal Mahmud Daud.
Dengan sedikit malu-malu dan tanpa perlawanan, mantan Karo Hukum itu beranjak dari kursinya dan meninggalkan ruangan dengan sejumlah pasang mata yang menatapnya, geli.
Zainal Daud maklum, hari tersebut (Jumat, red) adalah hari berolahraga para PNS. Namun pihaknya hanya minta agar Pansus tersebut dihargai dengan menggunakan pakaian resmi.
”Memang tidak salah penilaian Kemendagri tentang kinerja pemerintah Sulteng. Sudah kelihatan dengan hal-hal seperti ini,” katanya.
Usai berganti baju, Kasman Lasa mengungkapkan permohonan maafnya. Dia mengaku tidak mengetahui jika undangan yang diberikan kepadanya adalah undangan resmi.
”Undangan saya terima tadi pagi. Saya tidak tahu jika undangan ini adalah undangan resmi, karena dalam undangan tidak tertera. Saya pikir hanya undangan rapat biasa. Saya mohon maaf,” katanya.
RDP yang digelar tersebut membicarakan persoalan pembangunan gedung wanita yang saat ini telah ditangani pihak kejaksaan. Pembangunan gedung tersebut dinilai tidak sesuai nomenklatur.
Wakil Ketua Pansus, Sri Indraningsih Lalusu mengatakan ada ketidakbenaran dalam pembangunan gedung tersebut.
”Bukan hanya rehab total, tetapi penghapusan aset atau pembangunan baru karena gedung lama sudah rata dengan tanah. Awalnya, DPRD hanya menyetujui anggaran saja, bukan nomenklaturnya. Memang ”begal” pemerintah disebelah (eksekutif). Termasuk anggota-anggota bapak Nuermallo (Kadis PU),” tutur Sri.
Dia juga mengungkap persoalan barang bekas dari bangunan lama, seperti besi dan lainnya. ”Pemulung yang pungut besi tuanya bernama Marannu dengan nilai 200 juta,” ungkapnya.
Lain dengan Sri, Ketua Pansus Nawawi Sang Kilat menanyakan soal aturan pembangunan  gedung wanita tersebut. Dia menanyakan sejauh apa peran Perlum pada pembangunan gedung tersebut. Baginya, ada hal-hal tertentu yang tidak mesti ditangani Perlum, ada dinas terkait seperti PU.
”Saya sama sekali tidak mengetahui pembangunan tersebut. Harusnya Karo Perlum lama, Yuliansyah juga dihadirkan disini,” demikian ungkapan Kasman Lasa.
Olehnya, Senin hari ini, Pansus akan dilanjutkan lagi dengan mengundang mantan Karo Perlum, Yuliansyah untuk menjelaskan persoalan pembangunan gedung milik Provinsi Sulteng itu. (RIFAY)


BERITA UTAMA


Honor PPK dan PPS Sigi Belum Dibayar

PALU – Honor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Sigi, hingga kini belum dibayarkan. Honor yang dimaksud merupakan gaji PPK dan PPS dalam rangka pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang telah berlangsung bulan lalu.
”Ia, semua PPK di 15 kecamatan se-Kabupaten Sigi. Karena honor PPS juga dibayarkan melalui PPK, otomatis honor merekapun belum dibayar,” kata salah satu PPK Kecamatan Biromaru yang tidak bersedia menyebutkan namanya, Ahad (8/5).
PPK tersebut merinci, honor yang seharusnya sudah mereka terima yakni, untuk jabatan ketua senilai satu juta rupiah per bulan, sementara empat anggota masing-masing Rp750 ribu.
”Untuk ketua satu juta, jadi untuk anggotanya dikali saja, empat orang kali Rp750 ribu dipotong PPH (Pajak Pertambahan Hasil),” ungkapnya.
Menurutnya, pihaknya sudah beberapa kali mendatangi sekrerariat KPU Sigi, namun honor yang diminta tak kunjung dibayarkan. KPU beralasan, belum dibayarkannya honor tersebut karena masih menunggu Surat Pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan anggaran bulan-bulan sebelumnya dari PPK.
”Mereka (KPU) berjanji akan membayarkannya satu atau dua hari mendatang,” tutupnya.
Pelaksanan Tugas (Plt) Sekretaris KPU Kabupaten Sigi, Ilham Lahaua yang dikonfirmasi via telepon mengakui hal itu. Menurutnya, honor PPK dan PPS tersebut sengaja belum diberikan karena menunggu SPJ dari masing-masing PPK.
”Baru tiga kecamatan yang telah melengkapi SPJ-nya. Bukan hanya SPJ untuk bulan Maret saja yang belum lengkap, tapi SPJ dari awal-awal pencairan anggaran,” katanya.
Dia mengatakan, jika SPJ tersebut telah dilengkapi baru diusulkan ke KPU Provinsi Sulteng untuk pencairan anggarannya.
Sekretaris KPU Provinsi Sulteng, Mukmin juga membenarkan hal itu. Menurutnya, saat ini pihaknya juga tengah menunggu SPJ dari Kabupaten Sigi untuk pencairan sisa anggaran.
”Anggara untuk KPU Sigi seluruhnya sekitar Rp6 miliar dan baru dicairkan sekitar Rp5 miliar lebih. Sisanya itu adalah untuk bulan Mei dan Juni untuk pembayaran honor. Akan dicairkan jika SPJ sebelumnya telah disetorkan kepada kami,” tutupnya. (RIFAY)
----------------------------------------------------------------------------------

Yamin Yunus Incar Kursi Ketua Golkar Tolitoli

TOLITOLI – Mantan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Tolitoli Yamin Yunus menyatakan kesiapannya maju berkompetisi untuk menjadi ketua Dewan Pimpinan Daerah  (DPD) Partai Golkar setempat pada Musyawarah Daerah Luar Biasa  (Musdalub) yang digelar pada 8 Mei 2011 di Kecamatan Dampal Utara.
“Insya Allah, saya maju dan ikut berkompetisi dengan calon ketua Golkar lainnya,” kata Yamin, di Tolitoli, akhir pekan lalu.
Ketua Koimisi A DPRD Kabupaten Tolitoli itu menambahkan, dirinya maju sebagai ketua DPD Golkar karena menaggap partai berlambang pohon beringin ini butuh suasana baru. “Saya akan menyiapkan diri secara full mengurus partai sehingga apa yang dicita-citakan oleh kader Golkar bisa tercapai,,” kata Yamin.
Ia juga berharap, bila dirinya dipercaya memimpin partai berlambang pohon beringin ini, tugas pertama yang akan dilakukannya adalah memperkokoh basis ideologi partainya. "Implementasi kebersamaan mesti dilakukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam kehidupan berpartai," kata dia.
Sekretaris Panitia Musdalub, Arnold Camamang mengatakan, sejauh ini baru dua kandidat yang muncul dipermukaan yang nantinya akan bertarung dalam pemilihan itu. “Selain Yamin,  pelaksana tugas (Plt) yaitu Sarfan M Said juga berencana maju,” kata Arnold.
Sarfan M Said sendiri diangkat sebagai Plt menggantikan Maruf Bantilan yang menyatakan non aktif dari partainya saat mencalonkan diri sebagai calon wakil gubernur Sulawesi Tenga (Sulteng) yang terselenggara belum lama ini.(JUANDA)