Jumat, 22 April 2011

LEMBAH PALU


Pendanaan RSBI Kian Tak Jelas
PALU – Setelah proses penyerahan tujuh sekolah RSBI dari Pemerintah Kota Palu kepada Pemerintah Provinsi Sulteng pada tahun 2010 lalu, hingga kini keberadaan sekolah RSBI tersebut tidak jelas pendanaannya. Pasalnya sebelum sekolah RSBI diserahkan ke Pemerintah propinsi, pemerintah Kota Palu mendanai melalui APBD tujuh sekolah RSBI tersebut. Namun setelah Pemerintah Provinsi mengambil alih sekolah RSBI, ternyata pada anggaran ABPD Tahun 2011 mereka tidak anggarkan untuk gaji guru maupun dana operasional sekolah.
“Saya sangat kecewa mereka telah lepas tanggungjawab terhadap pendanaan tujuh sekolah RSBI,” kata Walikota Palu Rusdy Mastura, kepada sejumlah wartawan Rabu (20/4) di DPRD Palu usai diskusi lepas dengan sejumlah anggota DPRD.
Menurut Cudy sapaan akrabnya, seharusnya pemerintah Provinsi mengkoordinasikan dengan pemerintah Kota Palu untuk membicarakan masalah pendanaan seklolah RSBI. Pasalnya Pemerintah Kota Palu sudah menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah Provinsi sehingga pada APBD 2011 RSBI tidak lagi dianggarkan, tapi ternyata pemerintah tingkat I pun hingga kini masih nol pendanaannya.
“Begitu juga dnegan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Sulteng, saya sangat kecewa dengan mereka karena sepertinya mereka tidak bertanggungjawab,” ungkap Cudy.
Padahal kata Cudy, seandainya pemerintah Provinsi Sulteng serius untuk mengembangkan dunia pendidikan di Sulteng tidak terlalu besar juga anggaran yang dibutuhkan, minimal dialokasikan saja anggaran sebesar 3,5 miliar dari tujuh RSBI dengan setiap RSBI 500 juta. Pasalnya untuk pembayaran gaji guru-gurunya saja sekitar 19 miliar.
Olehnya kata Cudy, pemerintah Provinsi harus menganggarkan tujuh RSBI nanti pada APBD Perubahan, karena di Sulteng dan Kota Palu khususnya masih sangat membutuhkan sekolah RSBI, berbeda dengan daerah jawa yang pendidikannya sudah dianggap maju.
“Saya sudah membicarakan hal ini dengan Gubernur terpilih untuk bisa memperhatikan sekolah RSBI,” ujar Cudy. (HAMSING)       
-------------------------------------------------------------------------------------------------

KERIBUTAN DI JALAN VETERAN
30 Bintara Sudah Diperiksa
PALU – Pelaksana Harian (Plh) Bidang Humas Polda Sulteng Rais D Adam mengatakan sebelum terjadi penyerangan sejumlah personil kepolisian di Jalan Veteran, Ahad malam lalu, justru ada dua anggota kepolisian yang menjadi korban kekerasan oleh sekelompok pemuda. Mereka didatangi saat sedang berbelanja. Tiba-tiba saja diserang dengan botol minuman. Kemudian keduanya kemudian mengadu ke rekan-rekan mereka. Karena rekan mereka diganggu bahkan dianiaya, kemudian terjadilah aksi solidaritas.
‘’Ini perlu kami sampaikan juga agar kronologis yang sebenarnya diketahui masyarakat. Karena informasi yang tersebar terkesan polisi yang mencari-cari masalah,’’ kata Rais Adam.
Meski demikian, anggota yang terlibat dalam peristiwa tersebut tetap akan diproses sesuai pelanggaran yang dilakukan.
Soal apakah pemeriksaan tingkat pimpinan, lanjut Rais Adam, tentunya itu akan dilakukan tapi setelah yang diduga kuat terlibat langsung di lapangan dulu diselesaikan. ‘’Pemeriksaan tetap akan dilakukan untuk tingkat komandan pleteton dan kompi,’’ katanya.
Salah seorang anggota polisi yang masih dirawat karena kondisinya parah, Bripda Jefry terbaring di ruang perawatan Koral RS Bhayangkara. Mulutnya robek dan harus mendapat 10 dijahit. Luka yang masih diperban juga terlihat di pipi kiri dan bagian dagu. Jefry bahkan sangat susah untuk berbicara.  Sehingga dalam berkomunikasi, Jefry harus menggunakan gerakan tangan saja. Rencananya Jefry akan dirujuk ke Makassar untuk menjalani perawatan yang lebih baik.
Dengan menggunakan komunikasi tangan, Jefry mengaku dipukul sekelompok orang yang secara tiba-tiba menyerang saat baru saja keluar dari apotek, usai membeli obat. Saat itu Jefry bersama rekannya, Bripda Agussalim. Jefry dipukuli dengan menggunakan botol minuman keras. Bahkan sampai diinjak-injak dan ditendang. Jefry sempat menjadi bulan-bulanan massa. Begitupula dengan Agussalim. Namun Agussalim berhasil lolos. 
Kepala Sub Bidang Provos Bidang Propam Polda Sulawesi Tengah Komisaris Polisi Bambang Surjadi mengatakan diperkirakan ada 120 personil kepolisian atau bintara yang diduga ikut dalam aksi penyerangan warga dan pengrusakan sepeda motor di Jalan Veteran, Ahad malam lalu.
Namun untuk saat ini, yang sudah dimintai keterangan baru 30 orang dan 12 personil sudah dinyatakan sebagai terperiksa. Kini mereka ditahan di sel Mapolda Sulteng.
Selain memeriksa personil kepolisian yang terlibat dalam peristiwa tersebut, saat ini penyidik Propam juga sedang memintai keterangan dari warga yang menjadi korban kekerasan. (patar)
-----------------------------------------------------------------------------------------------

DUGAAN PELECEHAN DI SMAN 5
Walikota : Saya Akan Bertindak Seadil-adilnya
PALU – Walikota Palu Rusdy Mastura berjanji bertindak seadil-adilnya terkait dugaan pelecehan seorang guru perempuan oleh Kepala SMA Negeri  5 Costantyn Andaria. “Saya akan ambil tindakan yang seadil-adilnya. Tunggu saja setelah UN selesai,” kata Walikota usai bertemu dengan guru RJ yang mengaku menjadi korban di ruang kerja Walikota, Selasa.
Guru RJ bertemua Walikota didampingi suaminya, Ketua Solidaritas Perempuan Palu Endang Herdianti dan Kepala Bidang Dikmenum Dikjar Palu Rustam Akas.
Menurut Rusdy Mastura, keputusan baru diambil setelah UN agar tidak menganggu konsentrasi guru dan siswa peserta UN.
Ketua SP Palu Endang Herdiati mengatakan guru RJ telah memberi keterangan dan merekonstruksi kejadian yang dialami di depan Walikota. “Alhamdulillah Walikota meyakini apa yang disampaikan oleh guru RJ dan berjanji akan memberi keputusan yang adil baginya,” katanya.
Endang mengaku meminta Walikota agar siapapun pejabat yang bertindak merendahkan harkat dan martabat perempuan, semestinya dijatuhi sanksi tegas agar memberi efek jera bagi yang lain. “Bisa jadi kasus RJ hanya satu sekian kasus yang terjadi di lingkungan pemerintahan, hanya saja korbannya tidak berani melapor,” tegasnya.
Ditemui terpisah Sekretaris Komisi I DPRD Kota Palu Harjun HI.Arubamba mengatakan, laporan pelecehan seksual di SMAN 5 telah sampai di DPRD Kota Palu, olehnya kasus ini akan ditindaklanjuti. Pasalnya jika terbukti pelecehan seksual ini dilakukan oleh Kepala Sekolah SMAN 5 Palu berarti Walikota Palu harus tegas memberikan sanksi, dia harus dicopot dari jabatannya dan ditahan kenaikan pangkat jabatan, serta minimal sanksi paling ringan diberikan kepada pelaku dipindahkan ke sekolah lain.
Menurut Harjun, SMAN 5 adalah salah satu sekolah panutan di Kota Palu, olehnya semua pengelolaan baik dari Kepsek hingga guru-gurunya harus menjadi contoh bagi sekolah lain. Tapi jika kasus ini benar-benar terjadi disana maka pendidikan di Kota Palu sangat tercoreng.
Sementara itu,  Ketua Umum Yayasan Pembinaan Ummat  Karya Thoyibbah Sulteng Tampari Masuara mengatakan, kasus tersebut harus segera ditindaki, karena sudah melanggar tindakan susila.
“Maslaah ini tidak boleh didiamkan. Bahkan harus ditindak demi nama baik sekolah, guru, siswa dan masyarakat ,” ujar Tampari.
Dia mengatakan, sikap dan perilaku Kepsek SMA 5 Palu sudah mencoreng nama baik dunia pendidikan dan nama baik seluruh Guru yang ada di Kota Palu.
Sebelumnya, Costantyn membantah dirinya melakukan pelecehan terhadap guru RJ. Tindakannya menyodorkan pipinya dan minta disayang (dicium) hanya bermaksud bergurau. (Irma)
----------------------------------------------------------------
PENCURIAN DI SMP 4
Terdakwa Terancam Tujuh Tahun Penjara
PALU - Muhamad Muntasir alias Amat (18), terdakwa dalam kasus pencurian di SMP 4, Jalan Gatot Subroto, Palu Timur didakwa berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu, Rabu (20/4) di Pengadilan Negeri (PN) Palu. Terdakwa terancam tujuh tahun penjara.
Jaksa Penuntut Umum (JPU), Arviany Iskandar dihadapan majelis hakim, Adi Parasetyo dalam dakwaannya menyebutkan, terdakwa didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP dalam dakwaan primair dan Pasal 362 KUHP dalam dakwaan subsidair.
Jeratan pasal itu terkait aksi pencurian yang dilakukan terdakwa pada 25 November 2010 di SMP 4 Palu Jalan Gatot Subroto, Palu Timur. Pencurian itu dilakukan ketika para guru dan siswa tengah mengikuti upacara bendera.
Melihat situasi aman, terdakwa langsung memanjat masuk ke kelas melalui jendela. Selanjutnya memeriksa tas dan mengambil barang milik siswa berupa Handphone, Flash Disk dan Uang tunai Rp 1,1 Juta. Usai beraksi terdakwa langsung melarikan diri menuju rumahnya di Jalan Tembang Kelurahan Lere, Palu Barat.
Selain membacakan dakwaan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) turut menghadirkan lima saksi yang terdiri dari beberapa siswa dan guru di SMP 4 Palu. Usai dimintai keterangan, oleh majelis hakim sidang selanjutnya ditunda pekan depan dengan agenda selanjutnya. (NANANG LP)
---------------------------------------------------------------------------------------------------

PERKARA ISHAK CAE
Saksi Benarkan Terdakwa Bawa Parang

PALU - Saksi anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat-Pol PP), Ahyar akhirnya hadir dalam persidangan perkara dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan dengan terdakwa Anggota DPRD Kota Palu, Ishak Cae (44) , Rabu (20/4) di Pengadilan Negeri (PN) Palu.
Dalam keterangannya, saksi mengakui jika saat itu ia melihat Anggota DPRD Kota Palu, Ishak cae menggenggam sebilah parang. "Yang saya liat parang," jelas saksi, Ahyar dihadapan majelis hakim yang dipimpin, Elfian didampingi dua hakim anggota lainnya.
Namun, saksi mengaku tidak melihat jika parang itu digunakan untuk mengejar saksi korban, Andi Buyung. Sebab, saat itu ia hanya melihat terdakwa telah di tahan oleh Anggota DPRD lainnya. "Saya hanya liat ketika Ishak Cae sudah diamankan oleh anggota DPRD,'' jelas saksi.
Keterangan saksi itupun menimbulkan pertanyaan bagi majelis hakim. Pasalnya, keterangan saksi berbeda dengan keterangan yang tercantum dalam BAP penyidik di berkas perkara.
"Disini katanya melihat mengejar, kenapa sekarang tidak tau," tegas majelis hakim, Elfian. Olehnya, atas hal itu, majelis hakim meminta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), agar dalam persidangan berikutnya menghadirkan penyidik.
Sementara atas keterangan saksi itu, terdakwa yang hadir didampingi Penasehat Hukumnya membantah jika saat itu ia menggenggam sebilah parang. " Yang saya genggam adalah kayu " jelas terdakwa. Menurutnya, kayu itu digunakan untuk melakukan perlawanan jika korban, Andi Buyung melakukan kekerasan.
Usai pemeriksaan saksi, oleh majelis hakim sidang selanjutnya ditunda dan akan kembali digelar pekan depan. Rencananya, dalam sidang berikutnya Jaksa Penuntut Umum (JPU), M.Ronald masih akan menghadirkan saksi satu anggota Sat-Pol PP lainnya yakni, Yudiansyah yang belum sempat memenuhi panggilan kemarin.
"Katanya lagi ada kedukaan. olehnya saksi (Yudiansyah) akan kita hadirkan pada persidangan selanjutnya," ungkapnya.
Diwartakan sebelumnya, agenda sidang lanjutan dengan terdakwa Anggota DPRD Kota Palu, Ishak Cae (44) di Pengadilan Negeri (PN) Palu sempat beberapa kali mengalami ditunda. Penundaan terjadi sebab dua saksi itu selalu  saja mangkir dari panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU). (NANANG LP)

LEMBAH PALU


KOPERIDAG SIGI TERTIBKAN SEJUMLAH PASAR
Pasar di Sigi Belum Diserahkan
Sigi – Masih belum tertatanya sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Sigi, pihak Dinas Koperasi perdagangan industri (Koperindag) dan UMKM Kabupaten Sigi saat ini tengah melakukan penertiban, demikian kata Kadis Koperindag dan UMKM Sigi Frediksen D Djiloy pada Media Alkhairaat.
Penertiban itu kata Frediksen, baik menyangkut kondisi pasar itu sendiri maupun waktu pasar tersebut beraktifitas, dia mencontohkan di Kecamatan Kulawi mengenai waktu beraktifitas pasar di wilayah tersebut ada yang bersamaan hari pasarnya. Persoalan inilah yang perlu ditertibkan sehingga sejumlah pasar di Kecamatan itu tidak bertabrakan hari pasarnya.
“Hampir rata-rata pasar yang ada di Kabupaten Sigi ini beraktifitas hanya sekali bahkan ada yang dua kali dalam seminggu. Namun dalam satu kecamatan itu terkadang ada dua pasar yang melakukan aktifitas pada hari yang sama, inilah yang kita perlu atur sehingga masyarakat maupun para pedagang dalam aktifitasnya berjalan dengan baik,” katanya.
Dalam penertiban pasar pihak juga telah menghimbau sejumlah pedagang untuk tertib dalam melakukan aktifitasnya, seperti untuk tidak berdagang pada ruas jalan maupun hal lainnya sehingga tidak menghambat aktifitas pasar itu sendiri dalam transaksi.
Namun dalam hal ini kata mantan Sekretaris KPUD Sigi itu, hampir seluruh pasar yang ada di Kabupaten Sigi statusnya masih dalam pihak Pemkab Donggala, dan sampai saat ini sejumlah pasar itu belum ada penyerahan asset pasar secara penuh pada Pemkab Sigi. Sehingga Koperindag yang membawahi persoalan tersebut hanya bisa melakukan pengawasan saja. (Hady)      
 --------------------------------------------------------------------------------------------------

UN SELESAI
Berharap-Harap Cemas  
PALU - Sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Palu berharap bisa lulus dengan hasil yang memuaskan. Selama pelaksanaan ujian Nasional yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut siswa mengaku tidak mengalami kesulitan. Hal tersebut dikarenakan sebelumnya mereka telah melakukan berbagai persiapan jelang UN.
Dian Puspita Sari, siswi SMK 2 jurusan Administrasi Perkantoran mengatakan, sejak hari pertama hingga hari terakhir dirinya mengaku tidak mendapatkan hambatan dalam menyelesaikan UN. Meski soal ujiannya terasa agak sedikit susah tetapi bisa diselesaikan dengan waktu yang tersedia.
Menurut dia, Rabu kemarin merupakan hari terakhir pelaksanaan UN. Saat ini pihaknya tinggal menunggu hasil pengumuman, karena tahun ini tidak lagi ada pengulangan UN bagi siswa yang tidak lulus.
“Alhamdulilah semua sudah selesai. Soalnya susah-susah gampang, Saya berharap bisa lulus dengan hasil yang memuaskan. Saya yakin Insya Allah saya lulus,karena selama UN saya bisa mengerjakan soal-soal yang ada,”ujar Dian.
Senada dengan itu Nia Siswi jurusan Perdagangan SMK 2 Palu mengatakan, dirinya merasa terharu, karena  tak terasa dirinya sudah menyelesaikan masa pembelajaran selama tiga tahun mengenyam pendidikan di bangku SMK meski belum ada pengumuman. Dirinya berharap bisa lulus dengan hasil yang baik.
Wakasek bidang Kehumasan SMK 2 Palu Faxluddin AM mengatakan, selama tiga hari pelaksanaan UN di SMKN 2 Palu berjalan dengan tertib dan aman. Dari 328 siswa SMK 2 yang mengikuti UN 1 siswa yang absen atas nama Noval jurusan Administrasi Perkantoran karena sakit. Namun pihaknya tetap akan mengikutkan pada ujian mengulang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Panitia UN.
Dalam kelulusan tahun 2011 pihaknya berharap SMK 2 Palu bisa lulus 100 persen. Tahun sebelumnya 2010 SMK 2 meraih prosentase kelulusan 98 persen.

Pantau UN
Komisi I DPRD Kota Palu memantau Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Palu dan SMKN 1 untuk melihat pelaksanaan ujian nasional (UN). Dalam pemantauan kemarin, hanya  dipimpin oleh Sekretaris Komisi I Harjun Hi Arubamba didampingi oleh Ernawati dan Hj Zulfikar Lamakarate, sementara Ketua Komisi I Danawira Asri dan anggota Komisi I lainnya tak menampakkan diri.
Menurut Harjun, inisiatif dirinya dan Ernawati serta Hj Zulfikar untuk memastikan bahwa pelaksanaan UN berjalan dengan lancer.  Apalagi SMAN 5 Palu sebagai salah satu sekolah RSBI di Kota Palu yang berada di pinggiran Kota.

UN di Sigi Lancar
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Sigi juga berlangsung lancar. Bahkan belum ada laporan pelanggaran dari pihak sekolah penyelenggara baik dari siswa sebagai peserta UN dan keluhan mengenai soal UN itu sendiri. Demikian kata Gusman salah satu panitia UN Dikdas Kabupaten Sigi, Selasa (19/04).
Lanjut Gusman, Dikdas Kabupaten Sigi optimis hasil yang diraih oleh siswa bisa mencapai target 90 persen, sebab tahun lalu hasil kelulusan siswa Kabupaten Sigi cukup menghawatirkan dengan nilai kelulusan 37 persen. (Irma-Hamsing-hady)
---------------------------------------------------------------------------------------

Perempuan Harus Berperan Mengisi Pembangunan
PALU - Setiap tahunnya di bulan April, Bangsa Indonesia memperingati hari bersejarah yaitu Hari lahirnya Raden Ajeng Kartini, pejuangan hak-hak perempuan Indonesia. Memaknai hari lahirnya Kartini, Hj Vera Mastura SSos MSi berharap, perempuan dapat terus berkarya mengisi pembangunan.
Vera, yang juga istri Walikota Palu H Rusdy Mastura ini menegaskan, dalam menjalankan fungsi gandanya, seorang perempuan di jaman modern ini  harus benar-benar menjadi dirinya sendiri dalam setiap aktivitasnya. Kata Vera, apapun kondisi dan persoalannya, seorang peremuan harus memiliki peran dan fungsi yang sama dengan kaum pria. Khususnya yang berkaitan dengan partisipasi dalam mengisi pembangunan.
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah ini mengatakan, dalam konteks memperingati Hari Kartini seorang perempuan harus benar-benar mampu memposisikan dan mengkondisikan diri dalam percaturan dan kiprah pembangunan dalam segala bidang. Khususnya yang berkaitan dengan pembangunan mental dan moral serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Perempuan tidak semata-mata hanya mampu mengurusi urusan keluarga saja. Namun, perempuan pun dapat berperan dalam pembangunan,” kata Vera.
Vera menegaskan, perempuan jangan mudah menyerah pada keadaan. Harus terus berusaha, serta berjuang untuk mencapai keberhasilan, tanpa ada rasa malu maupun terkucilkan.
“Selama kita dapat berbuat bagi keluarga, terutama bermanfaat bagi masyarakat luas, lakukanlah, berjuanglah dan janganlah mudah menyerah serta pasrah pada kehidupan kita saat ini,” tegasnya.
Berkaitan dengan kiprahnya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palu, Vera menekankan kepada seluruh anggota PKK, agar menempatkan diri sebagai dinamisator dan motivator bagi suami untuk bekerja secara maksimal, bertanggung jawab dan sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang digariskan. Anggota PKK kata Vera, harus memiliki kemampuan dan keberanian serta ketulusan dalam mendukung pembangunan dalam berbagai bidang, termasuk pembangunan kaumnya. (Irma)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

HARI INI
Sejumlah Pejabat Pemkot Dilantik
PALU - Setelah lama menjadi buah bibir, rencana mutasi dan pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah kota Palu akhirnya dilaksanakan. Hari ini walikota Palu Rusdy Mastura akan melantik dan mengambil sumpah sejumlah nama yang masuk dalam kabinet kepemimpinan Rsudy Mastura yang kedua kalinya.
Mutasi dan pelantikan pejabat kali ini berasal dari eselon II, III dan IV. Selain menduduki jabatan baru, ada juga pejabat yang memasuki masa pension seperti Asisten II Darmawangsa.
Kepala BKD Kota Palu Hayati Muhammad SE mengatakan, pelantikan yang berlangsung Kamis 21/4 hari ini hanya mutasi di lingkungan pejabat Pemkot.
Puluhan pejabat dieselon II, III dan IV akan dilantik oleh walikota Palu Rusdy Mastura di auditorium kantor Walikota Palu.
“Pelantikan ini hanya mutasi saja. Tidak ada promosi pejabat promosi dalam pelantikan hari ini. Pejabat eseloan II yang akan dilantik sekitar 8-12 orang. Saya tidak bisa membocorkan nama-nama pejabat yang akan dilantik. Itu bukan kewenangan saya,” ujar Hayati.
Kabag Infokom dan Protokol Kantor walikota Palu Irmayanti Pettalolo membenarkan adanya pelantikan yang akan berlangsung hari ini. Selain pejabat struktural, pihaknya juga akan melakukan pelantikan kepada pejabat fungsional.
“Saya kurang ketahui jumlah pejabat yang akan dilantik. Tetapi yang akan dilantik adalah pejabat eselon II,III,IV, kepala kelurahan, kepala kecamatan dan kepala sekolah. Termasuk pengganti kekosongan jabatan kepala sekolah SMP Negeri 1 yang segera harus diisi,” ujar Irmayanti. (Irma)

 

PALU EOEO....


Mau Aga Nosirobu Soto,
Nitulisi Pura Longki

NASANA mami ane tona pabeta notuntuni Pilkada, hau tumai nituntuni nu wartawan nju. Mau aga hau nosirobu Soto Makassar nitulisi pura nu wartawan ri sura kabar.
Eva niulaya sura kabar kami hie Eo Arba naliu. Longki ante vega-vegana nasiromu nodambaka pabeta ante nangande soto singgani. Saeo hai vei, sema-sema madota mangade soto nikedei nggo, ledo nibayari. Mau tona ledo nompelisi Longki nidekei muni nangande.
Nodoi tano Gubernur baruta hie. Sohia nokampanye ruanggani mami tona sangata hie nipakande ante bakso gratis. Naupumo sohia, naliu hie soto vai. Dopa vai tambo nu Helikopter nipake no kampanye. Ane ledo masala vei, da lanana vei helikopter hai, lambimo patapulu juta sanggani nipake.
Pokonya kareba Longki naria nju. Kareba Paliudju ranga domo vai ria nitesa. Domo ranga nipeili nu wartawan iya. Nemo-nemo bara hau nompasiayu taluana mpu ranga Paliudju. Apa vesia pangulina sohia, ane rabeta iya, hau mopasiayu taluamo iya ante mopasiayu kola nubauna.
Kamba ranga ngena masugimo ngatata hie, mabosu pura tai ntodea. Apa dano kampanye nabosu puramo tai ntona, nemopa ngena mokainggumo Longki. INSYA ALLAH, ledo rabagiu kita. (TORIBOYA)

DUNIA ISLAM


PB Alkhairaat: Madrasah Semestinya Miliki Master Plan
PALU - Wakil Ketua Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Sofyan Ing mengatakan, madrasah-madrasah Alkhairaat, juga perlu memiliki master plan. Sebab, saat ini hampir rata-rata pula kondisi madrasah Alkhairaat yang ada di daerah, masih memprihatinkan.
“Perlu pada setiap madrasah memiliki master plan. Perlu adanya koordinasi dari berbagai pihak tentang hal ini,” kata Sofyan Ing di Kantor PB Alkhairaat, Rabu (20/4).
Ia mengakui, adanya kelemahan pada pendidikan di Alkhairaat. Terutama pada tenaga sumber daya pengajar, sarana dan prasarana, pemutuan, perencanaan serta manajemen yang masih lemah.
Kemudian pula, adanya pengurus Komisariat Daerah (Komda) dan Komisariat Wilayah yang tidak aktif. Sehingga, madrasah-madrasah yang ada pada tingkat daerah mengalami kesulitan dalam bekerja.
Diakuinya pula, PB Alkhairaat dalam administrasi masih memiliki kelemahan.”Kita akui pula, kelemahan pusat yaitu dokumennnya kurang rapi,” kata dia.
Olehnya itu, ia berharap, semuanya secara tersistem memperbaiki hal ini. Ada pula menurutnnya, madrasah yang sudah memiliki master plan. Namun karena tak tertib administrasi, akhirnya master plan itu hanya dimiliki oleh kepala madrasah lama.
Sebelumnya Kepala Kantor Kementerian Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulteng, Mohsen Alydrus menemumkan masih banyak madrasah yang belum memiliki master plan. Itu pada madrasah negeri. Hal itu diketahui saat kunjungan kerja Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah ke Kemenag Kabupaten dan Kota se Sulawesi Tengah yang berakhir di Buol dan Tolitoli, 13 hingga 15 April lalu.
Kakanwil Kemenag Sulteng menemukan tiga permasalahan madrasah secara fisik, yakni lemahnya penataan, perencanaan, dan pengawasan. Disimpulkan, dalam pembangunan maupun rehabilitasi gedung, rata-rata madrasah yang dikunjungi belum memiliki master plan. Akibatnya pihak madrasah sulit melakukan pengembangan dan penataan madrasah. (NANANG)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

TK se Palu Barat Lomba Senam Ceria
TAMAN Kanak-kanak (TK) dan Raudhatul Atfhal (RA) se Palu Barat menggelar lomba senam ceria. Lomba yang digelar, di TK Alkhairaat Pusat Palu, Rabu (19/4) ini diikutsertai oleh guru dan siswa TK.
“Lomba ini  untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional. Jadi setiap April kita mengadakan loba senam ceria,” kata Ketua Panitia Lomba Senam Ceria, Fatimah S Hasjim kepada Media Alkhairaat.
Ia mengatakan, lomba ini bertujuan mengasah dan meningkatkan kecerdasan anak didik. Begitu juga , orang tua, sekaligus para guru pendidik.
Acara ini menunjukkan keseriusan para Guru TK Palu Barat dalam meningkatkan pendidikan pada anak. Hal ini dilakukan karena di pandang perlu adanya pembinaan anak sejak dini dalam era informasi yang begitu bebas.
Dengan adanya lomba ini diharapkan ada pengarahan yang positif ter hadap anak-anak. Selain itu, lomba ini menjadikan anak-anak belajar untuk berkompetisi.
“Acara ini dimaksudkan untuk mengembang tumbuhkan anak, juga oleh guru. Jadi selain kesenian dan kesehatan ini juga membantu guru untuk berimajinasi dalam mendidik anak,” kata dia.
Adapun siswa TK yang mengkuti lomba ini sebanyak 17 regu, dari 17 sekolah. Sementara untuk guru, empat regu dan empat gugus.
“Sebenarnya kita ada 34 TK atau RA di Palu Barat, tapi hanya 17 yang mendaftar,” kata kepala TK Alkhairaat Boyaoge ini. (NANANG)

LINTAS EKONOMI


Warga Minta Hentikan Aktivitas Perusahaan Tambang
 BUNGKU-Dua desa di Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali yakni Desa Tangofa dan One Ete belakangan ini menjadi perhatian di daerah kaya tambang tersebut, terkait gejolak yang tengah melanda masyarakat di dua desa kecil yang dikepung perusahaan tambang yang telah melakukan aktivitas merambah kawasan hutan lindung.
"Sejak pemerintah menetapkan kawasan hutan di desa Tangofa dan One Ete sebagai hutan lindung, saat itu, masyarakat bertanya pada pemerintah, kata pemerintah,cukup menjaga dan melindunginya, sejak itu masyarakat turut melindungi," ujar Abdin lelaki tua warga Desa Tangofa Senin lalu saat mendatangi kantor DPRD dan Bupati Morowali bersama ratusan penduduk desa yang meminta pemerintah segera menghentikan aktivitas PT. Hengjaya Mineralindo.
Tapi kini, apa yang terjadi, hutan lindung yang memiliki luas lebih dari 3 ribu hektare itu telah dirambah oleh perusahaan tambang PT. Hengjaya. Perambahan hutan itu terang saja membuat masyarakat marah. Penduduk desa khawatir jika ekplorasi dikawasan hutan lindung tetap dilakukan maka suatu saat akan terjadi bencana besar yang dapat mengubur penduduk desa.
"Pemerintah harusnya pikir baik-baik masalah hutan lindung ini, karena bila tetap dibiarkan perusahaan menambang di hutan lindung ini maka akan ada bahaya besar suatu saat yang timbul di desa Tangofa dan One Ete," kata Abdin dengan nada berapi-api.
Bahkan, ia mewanti-wanti, jika kegiatan pengeboran yang dilakukan PT. Hengjaya didalam kawasan hutan lindung ini tetap dibiarkan. Maka jangan salahkan masyarakat yang marah. "Jika tuntutan masyarakat agar aktivitas PT.Hengjaya dihentikan tidak terealisasikan, tanpa Polisi, masyarakat akan melakukan dengan caranya sendiri," ujar Abdin sambi menyebut, bukan hanya hutan lindung yang telah di bor oleh perusahaan tapi kebun-kebun penduduk desa tanpa izin pemiliknya juga di bor.
Untuk diketahui, Senin lalu, ratusan warga Desa Tangofa dan One Ete mendatangi kantor DPRD dan Bupati Morowali berdemonstrasi mendesak pemerintah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Henjaya Mineralindo karena telah melakukan aktivitas ekplorasi berupa pengeboran dan pembukaan jalan didalam kawasan hutan lindung.
Sementara Direktur Utama PT. Hengjaya Adi Wijoyo dalam beberapa kesempatan mengatakan, aktivitas pengeboran yang dilakukan oleh PT. Hengjaya sudah mendapat rekomendasi dari Gubernur Sulteng sambil menunggu izin dari Menteri Kehutanan.(BANDI/HARIS)