Selasa, 10 Mei 2011

BERITA UTAMA


KAPOLDA MUTASI 85 Perwira
Sejumlah Jabatan di Polda Sulteng Kosong
PALU- Gerbong mutasi kembali dilakukan Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Dewa Parsana dalam pertengahan 2011 ini.
Berdasarkan Surat Telegram Kapolda bernomor:237/V/2011 tanggal 6 Mei 2011, sebanyak 85 perwira Polda Sulawesi Tengah digeser dalam jabatannya.
Adapun perwira yang dimutasi dalam lingkungan Polres Palu diantaranya Kabag Operasional Kompol Agung Panji Anom kini digeser ke Polres Parigi Moutong sebagai Wakapolres dan digantikan AKP Edwin Louis Sengka sebelumnya perwira di Biro Operasional Polda Sulteng.
Selanjutnya, Kapolsek Palu Barat AKP Achmad Dharmianto dimutasi dan digantikan AKP Rendra Okta Dinata dari perwira SPN Labuan Panimba, Kapolsek Palu Timur AKP Hasmun ditarik ke Polda dan digantikan AKP Hamdan dari perwira SPN Labuan.
Berikutnya, Kasat Intelkam Polres Palu dari AKP Eka Yekti Hananto juga digeser ke Direktorat Intelkam Polda dan digantikan Alex Prawira.
Selain itu, terdapat juga nama Kepala RSU Bhayangkara Palu Kompol dr Muhammad Haris juga dimutasi ke Kasubbid Dokpol Dokkes Polda dan saat ini belum ada penggantinya.
Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Humas Polda Sulteng Kompol Rostin Tumaloto yang dikonfirmasi koran ini, Ahad (8/5) membenarkan adanya mutasi itu.
"Memang ada lagi mutasi perwira dari bapak Kapolda," kata Rostin.
Ia mengatakan, mutasi jabatan merupakan hal biasa dilakukan oleh organisasi Polri untuk menjaga dinamika operasional dan penyegaran proses manajerial organisasi dalam melaksanakan misi untuk mencapai visi yang telah ditetapkan.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo juga memutasi dua perwira menengah di jajaran Polda Sulteng.
Kedua perwira itu yakni Kompol syamsubair sik Wakapolres Donggala diangkat dalam jabatan baru sebagai Pamen Bareskrfm Polri, diarahkan pada Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor).
Selanjutnya, Kompol Dolifar Manurung SIk Kasubdit I Kamneg Ditreskrim Polda Sulteng dimutasi sebagai Pamen Bareskrim Polri, juga diarahkan pada Dittipikor.
Sementara pengganti jabatan kedua perwira menengah itu belum ada alias masih kosong.(ICHAL)

LEMBAH PALU


DILAPORKAN. Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Palu Drs Hamdi Rudji  dilaporkan oleh orang tua murid ke Komnas Ham dan KPPA Palu. Pihak Sekolah dinilai arogan mengeluarkan ketiga siswanya. (Foto:MAL/Irma)
KELUARKAN TIGA SISWI
Kepsek SMAK 2 Dilapor ke Komnas HAM

PALU- Karena tak puas atas tindakan arogan dari kepala Sekolah SMK Negeri 2 Palu Drs Hamdi Rudji, orang tua murid akhirnya melaporkan Kepsek SMK Negeri 2 Palu ke Komisi Nasional dan Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Palu. 
Rohani, orang tua Nurul Fadlian siswi SMK 2 Palu yang dikeluarkan mengatakan, sangat menyayangkan tindakan pihak sekolah SMK Negeri 2 Palu, yang telah mengeluarkan anaknya dari sekolah tersebut.
Seyokyanya pihak sekolah tidak perlu sampai melakukan hal seperti itu. Namun jika anaknya melakukan kesalahan seharusnya dibina bukan malah diberikan sangsi sampai harus dikeluarkan dari bangku sekolah.
Menurut dia, pihak sekolah juga terkesan pilih-pilih dalam memberikan sanksi kepada siswa. Sementara ada beberapa siswa yang juga terlibat perkelahian dengan anaknya,  tidak dikeluarkan dari sekolah.
“Saya tidak bisa terima tindakan yang dilakukan pihak sekolah. Ini sudah terlalu dan sangat arogan. Kenapa anak saya dikeluarkan tetapi yang lain tidak? Mana keadilan buat anak saya. Kalau dihitung-hitung saya ini sudah rugi berkali-kali, sudah keluarkan biaya rumah sakit jutaan rupiah tetapi anak saya harus dikeluarkan dari sekolah, makanya saya melapor Ke Komnas HAM dan KPPA Palu,” ujar Rohani.
Senada dengan hal itu orang  tua Nerlinda, yang juga yang anaknya dikeluarkan oleh pihak Kepala Sekolah SMK 2 Palu keberatan dengan tindakan sekolah. Karena pihak sekolah tidak memberikan alasan jelas atas hal tersebut. Selain itu pihaknya menyayangkan atas perlilaku beberapa orang guru yang selalu mengeluarkan perkataan penghinaan buat anaknya.
“Karena anak saya sudah dikeluarkan maka saya pergi menghadap meminta permohonan pindah dari sekolah asal. Sekolah baru meminta surat pindah, masa saya tidak ketahui sudah dikeluarkan pastinya saya harus minta surat permohonan  pindah sekolah, supaya anak saya bisa kembali sekolah,” ujar Mama Nerlinda.
Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Palu Drs Hamdi Rudji, Jumat pekan kemarin disela-sela pertemuan di ruang rapat Komnas HAM Palu mengatakan, dalam hal ini tidak ada siswa yang dikeluarkan hanya dipindahkan. Karena ketiga siswa itu sudah melakukan pelanggaran berat, melakukan perkelahian sesama  temannya dan ditangani kepolisian.
Atas perilaku yang dinilai sudah merusak nama baik sekolah maka ketiga siswa ini diberikan sanksi dipindahkan di masing-masing sekolah berbeda yakni di SMK Pancasila, SMK PGRI Palu dan SMK BK Palu.
“Tidak ada yang mengeluarkan mereka. Hanya saja mereka saya pindahkan hal itu demi keamanan sekolah. Selama ini mereka sering melakukan perkelahian mengganggu kestabilan dan keamanan sekolah, akibatnya membawa korban sampai masuk ke rumah sakit. Tindakan mereka sudah mencemarkan nama baik sekolah makanya saya berikan sanksi,”ujar Hamdi Rudji.
Komisi Pendidikan KPPA Palu Maida Sita mengatakan, dalam masalah ini telah terjadi kesalah pahaman antara pihak sekolah dan orang tua murid sehingga terjadi emosi diantara dua belah pihak.
Bidang Pengaduan Komnas HAM Palu Ahmad mengatakan, dari pertemuan antara orang tua murid dan pihak SMK 2 Palu disimpulkan hasil,  bahwa dalam masalah ini terjadi kesalahpahaman dan menetapkan koordinasi kedepan  antara orang tua siswa dan pihak sekolah. Dalama masalah ini  pihak sekolah siap melakukan biaya ganti rugi atas biaya yang selama ini dikeluarkan oleh orang tua sebagai sanksi atas beberapa siswa yang tidak dikeluarkan dari sekolah. (Irma)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
POLISI GREBEK DUGAAN PERJUDIAN
Albert: Ini Pembunuhan Karakter

PALU- Penggrebekan rumah yang diduga menjadi arena judi di Jalan Towua II Lorong VI, Palu Selatan pada Sabtu (7/5) nyaris berakhir ricuh. Emosi warga memucak sekitar pukul 19.15 WITA usai penggrebekan yang dilakukan sekitar pukul 17.00 WITA.
Warga marah, sebab dua orang yang diduga sebagai oknum anggota polisi berpangkat Perwira yang diduga turut terlibat dalam praktek judi tak kunjung dibawa keluar rumah oleh pihak kepolisian.
Padahal salah seorang lainnya (pemilik rumah) yang diketahui bernama, Ko Seng telah dibawa dan diamankan beberapa saat setelah digrebek.
Alhasil warga yang kesalpun langsung meleparkan batu ke arah rumah tempat pengrebekan tersebut dengan batu. "Kalau polisi tidak mau kasih keluar dua orang yang terlibat itu (yang diduga anggota polisi) kita yang kasih keluar," teriak warga. 
Melihat hal itu. Kapolsek Palu Selatan, Kompol Taufik Lamakarate langsung memerintahkan agar keduanya segera dikeluarkan, kemudian selanjutnya dibawa dengan menggunakan mobil ISUZU Panther warna hitam bernomor Polisi DN 364 AK meninggalkan TKP.
"Sudah sering rumah ini dijadikan tempat berjudi, bahkan sudah sering ditegur tapi tidak mau dengar," ujar Robert warga sekitar TKP.
Sementara itu, Albert alias Ko Seng (52), salah satu dari tiga pelaku yang ditangkap aparat itu membantah jika dirinya berjudi bersama dua oknum perwira polisi itu.
Menurutnya, dia bersama dua oknum perwira polisi masing-masing berinisial Kompol Il dan Kompol Fd hanya bermain remi di rumahnya Jalan Towua II Lorong VI.
Saat itu kata Albert, dirinya sengaja bermain kartu remi untuk mengisi waktu sembari menunggu acara pesta pernikahan yang akan dihadiri pada malam itu juga.
"Karena masih sore jadi kita memang memilih untuk bermain remi dulu, tetapi sebelumnya kami bermain catur," ujar Albert serius kepada Media Alkhairaat di suatu tempat, Ahad petang kemarin.
Ia menjelaskan, perjudian itu cenderung dilakukan dengan menggunakan uang, sementara saat penggerebekan berlangsung, polisi tidak menemukan barang bukti berupa uang sebagai taruhannya.
Bahkan kata dia, kartu yang digunakan saat itu hanya kartu tua dan jumlahnya pun tidak cukup sebagaimana kartu joker pada umumnya.
Albert juga menuding laporan seorang warga kepada kepolisian tentang adanya praktik judi di rumahnya itu yang mengada-ada.
"Tidak benar itu laporan, tidak ada judi. Ini jelas-jelas sudah pembunuhan karakter terhadap saya dengan keluarga," ujar Albert.
Ditanya siapa warga yang melapor itu, Albert memastikan orangnya tidak lain berinisial RB.
"Saya pastikan dia yang lapor (RB) karena yang bersangkutan dendam sama saya dan membuat fitnah dengan melaporkan ke bapak kapolda," katanya.
Ia mempertanyakan kehadiran RB di rumahnya saat penggerebekan berlangsung.
Tidak hanya hadir, RB juga masuk ke rumahnya, mengamuk, dan meminta kepada polisi untuk mengusir Albert dan keluarganya dari lingkungannya.
Albert juga mempertanyakan keberadaan satu unit telepon seluler milik istrinya saat puluhan polisi datang menggerebek rumahnya.
"HP istri saya merek Nokia yang harganya kisaran 2 jutaan hilang saat kejadian," tutur Albert.
Secara terpisah, Kapolda Sulteng Brigjen Pol Dewa Parsana yang dikonfirmasi koran ini membenarkan adanya penangkapan itu.
Menurut Kapolda, penggerebekan yang dilakukan oleh Kapolsek Palu Selatan dan jajarannya itu berdasarkan atas perintahnya langsung setelah mendapat laporan dari warga.
Namun dia menegaskan, kehadiran dua oknum perwira polisi itu masih diselidiki, apakah benar terlibat judi atau tidak.
Saat ini, dirinya telah memerintahkan kepada aparat Profesi dan Pengamanan yang dipimpin Kompol Bambang Surjadi untuk segera ditangani dan diselidiki lebih lanjut.
"Belum ditahu keterlibatannya karena masih akan diperiksa dulu. Sejauhmana perkembangan kasusnya itu nanti kita liat setelah mereka diperiksa karena memang saat penangkapan tidak ditemukan adanya barang bukti," ujar mantan Wakapolda Sulteng itu.
Soal keberadaan mobil dinas kepolisian yang digunakan oleh salah satu pelaku saat penggerebekan berlangsung, juga segera ditarik dan dikembalikan ke Polda Sulteng.
Ia juga menambahkan, pembentukan dan kehadiran forum Bankamdes sangat penting dalam menciptakan situasi yang aman dan tertib di lingkungan masing-masing.
"Semua hal-hal yang meresahkan masyarakat bisa ditangani oleh pihak Bankamdes. Petugas Bankamdes juga bisa mengambil tindakan seperti menangkap dan menyelesaikan secara bijak, serta tidak menggunakan kekerasan," tegas orang pertama di Polda Sulteng itu.(ICHAL/NANANG LP)
--------------------------------------------------------------------------

SWOSG Ke XIII ATHENA-YUNANI
Dua Atlit Sulteng Perkuat Indonesia
PALU - Dua atlit penyandang tuna grahita Sulawesi Tengah (Sulteng ) atas nama Ati dan Fitriani. Masuk nominasi sebagai atlit memperkuat tim Indonesia dalam kejuaraan Special Olympics Word Summer Games ke XIII (SWOSG XIII) di Atena, Yunani.
Penanggung jawab Pengda SOIna Sulteng Drs H Tampari Masuara mengatakan, SOIna adalah satu-satunya lembaga nirlaba tingkat Nasional yang diakui Pemerintah untuk menyelenggarakan pembinaan olahraga khusus bagi penyandang tuna grahita di Indonesia. Menyangkut keikutsertaan Indonesia dalam SWOSG ke 13 di Athena – Yunani, merupakan suatu keputusan strategis dan penting dalam rangka peningkatan mutu pembinaan bagi penyandang tuna grahita di Indoensia. Dalam rangka kejuaraan tersebut sebanyak  66 atlit penyandang cacat tuna grahita diseluruh Indonesia masuk dalam nominasi persiapan kejuaraan SWOSG yang akan diselenggarakan pada tanggal 20 Juni - 5 Juli 2011 mendatang. Dari tim tersebut,  dua orang diantaranya merupakan atlit Sulteng. Atas nama Fitriani atlit cabang olahraga (Cabor) renang dan Ati atlit bulutangkis.
“Kedua atlit Sulteng ini dijadwalkan sudah berada di Jakarta dan sudah harus masuk asrama  di gedung PKK melati Jaya tanggal 17 Mei 2011. Sementara kegiatan sentralisasi akan dimulai dari tanggal 18 Mei – 18 Juni 2011. Alhamdulillah ini patut disyukuri untuk kesekian kalinya atlit cacat Sulteng dipercaya masuk dalam tim memperkuat Indonesia.Saya benar-benar bangga dan terharu,” ujar Tampari.
Dia mengatakan, dari dua atlit cacat Sulteng itu, satu diantaranya  atas nama Fitriani,  merupakan salah satu atlit yang juga akan  memperkuat Indonesia dalam kejuaraan Asean Para Games yang digelar Desember mendatang. Melalui pengurus Pusat National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.(Irma)
-------------------------------------------------------------------------------------

UPIM Untad Peduli Anak Yatim
PALU- Unit Pengkajian Islam Mahasiswa (UPIM) Universitas Tadulako (Untad), berbagi bersama 100 anak yatim Kota Palu. Olehnya itu lembaga ini menggelar UPIM for Children (UFC), di Aula Dikjar Propinsi Sulteng, Ahad (8/5).
Ketua UPIM Untad, Topan Setiawan mengatakan, apa yang digelar UPIM adalah bentuk tanggung jawab sebagai umat Islam. Yaitu tanggung jawab, untuk membantu anak yatim dalam melaksanakan  pendidikan.
“Tanggung jawab kita adalah meningkatatkan mutu pendidikan, baik sarana dan prasarana, maupun tenaga pengajar. Begitu juga kepada mereka yang tidak bisa melanjutkan pendidikan,” kata Topan dalam sambutannya.
Menurutnya UPIM, merasa terpanggil untuk turut serta menjadi bagian dari lembaga yang peduli terhadap pendidikan, dan pembinaan anak- anak yatim dan dhu’afa.  Sehingga, UPIM bekerjasama dengan PKPU Kota Palu turut membantu anak yatim.
Sementara itu, Mellong Kaseng, yang mewakili Kepala Dikjar Propinsi Sulteng, mengatakan memelihara dan membina anak yatim merupakan tanggung jawab setiap insan, khususnya kaum muslimin. Karena mereka merupakan bagian generasi islam yang akan menjadi harapan dimasa yang akan datang.
Ia juga mengajak kepada seluruh mahasiswa untuk bersyukur. Sehingga, dengan kelebihannya itu mahasiswa tergerak membantu anak yatim.
“Kita akan tau bagaimana nikmatnya gigi saat gigi kita sakit. Kita akan tau betapa nikmat punya orang tua ketika orang tua kita meninggal. Maka bersyukurlah saat ini kita masih diberikan orang tua,” gugah kepala SMP Madani ini.
Acara ini dibuka oleh Pembantu Dekan III Fakultas MIPA Untad Palu, Muhammad Iqbal. Di akhir acara pembukaan, UPIM dan PKPU menyerahkan peralatan sekolah kepada anak-anak yatim tersebut. Sementara itu pada akhir seluruh acara, 100 anak yatim ini menuliskan cita-cita mereka pada secarik kertas, dan diikatkan pada balon gas.
“Balon gas itu dilepaskan, sebagai tanda mereka akan menggapai cita-cita mereka setinggi langit,” kata Sekreteris UPIM, Arfah. (NANANG)


LEMBAH PALU


10 Petak Kontrakan Ludes Terbakar
PALU – Diduga akibat korsleting aliran listrik 10 petak rumah kos-kosan (kontrakan) dan satu kantor Biro Angkutan Darat Usaha Dagang (UD) Nur  di jalan WR Supratman Ahad (8/5) ludes dilalap sijago merah sekitar pukul 12.30 wita.
Amiruddin (50) saksi mata yang melihat berawalnya kebakaran tersebut mengatakan, apinya berasal dari belakang, pas terlihat dari atap rumah kos-kosan itu dan saat dia menuju ke TKP apinya pun sudah melebar.
“Saya liat apinya tadi dari atap akibat korsleting aliran listrik pendek,” jawabnya spontan kepada Media Alkhairaat di TKP.
Sementara menurut pengakuan  Rais (52) salah satu penghuni kos yang ikut terbakar mengatakan, saat kejadian dia  sementara menonton pertandingan tinju, dengan keasyikannya menonton tiba-tiba dia dikagetkan oleh kepulan asap dan terlihat api yang begitu besar di atasnya.
Rais pun dengan siaganya langsung mengeluarkan kendaraan roda duanya dan TV miliknya, tapi saat dia ingin kembali lagi untuk menyelamatkan barang-barangnya dia pun tidak berdaya lagi. Pasalnya apinya sudah sangat besar, akhirnya dia pun pasrah melihat barang-barangnya habis dilalap sijago merah.
“Saya tinggal ditengah, keenam dari sumber api berawal. Karena saya liat apinya berasal dari belakang tapi saya tidak tau dirumahnya siapa pertama,” jelas Rais dengan dibasahi keringat dengan hanya mengenakan celana pendek tanpa baju.
Akibat kebakaran tersebut, arus lalulintas pun di jalan WR Supratman terpaksa dialihkan untuk sementara. Warga sekitar pun mulai berkumpul dan memadati lokasi kebakaran. Terlihat empat mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api tersebut. Api berhasil dipadamkan setelah beraksi selama kurang lebih dua jam.
Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun akibat kebakaran pemilik kos-kosan mengalami kerugian ratusan juta. (HAMSING)
------------------------------------------------------------------------------------------

Pasien Akui Adanya Perbedaan Pelayanan Kesehatan
PALU – Lagi, pasien Rumah Sakit (RS) Undata Provinsi Sulteng kecewa dengan pelayanan yang berbeda-beda diberikan terhadap sejumlah pasien. Seperti yang dialami Juma Rahman (46) salah satu pasien rujukan dari Kabupaten Buol. Karena penyakit yang dideritanya telah kategori akut (kondisi kritis), sehingga terpaksa dirujuk ke RS Undata agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.
Namun usaha yang dilakukan pihak keluarga yang menginginkan kesembuhan ternyata masih menjadi tanda tanya, karena keberadaan Juma Rahman di RS Undata sudah 15 hari dirawat di ruang Seroja. Tapi  Juma Rahman saat ditemui Media Alkhairaat Jumat (6/5) yang hanya bisa berbaring di ranjang mengaku, pelayanan RS Undata untuk kesembuhannya sepertinya tidak dimaksimalkan. Pasalnya kata Juma Rahman, semenjak dirinya dirawat hanya obat yang selalu diberikan untuk dimakan.
“Sudah 15 hari saya disini sepertinya tidak ada perubahan, bahkan semalam sakit di perut yang saya rasakan seperti ingin meledakkan perutku, tapi hingga saat ini meski sudah disampaikan keluhanku kepada dokter, tapi tetap saja saya hanya diberi obat tidak ada perawatan lanjutan,” kata Juma Rahman sambil menahan kesakitan yang dideritanya.
Menurut Biro Advokasi Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia Adi Prianto,SH, sepertinya ada dugaan konspirasi perlakuan pelayanan kesehatan kepada saudara Juma Rahman. Pasalnya dia adalah salah satu pasien yang dibiayai oleh Perusahaan PT Hardaya Inti Plantation (HIP), karena dia salah satu buruh yang sudah bekerja selama 15 tahun di perusahaan tersebut. Kenapa hingga saat ini pelayanan yang diberikan kepada Juma Rahman sepertinya ada perbedaan dengan pasien lain. Sejak Juma Rahman dirawat di RS Undata hanya obat-obat terus yang diberikan, sementara dokter yang menanganinya telah memvonis kalau dia menderita tiga penyakit yakni kanker hati, gagal ginjal dan pembengkakan hati.
Tapi kenapa dokter yang merawatnya tidak memberikan pengobatan yang intensif, tapi malah hanya obat saja yang terus menerus diberikan sementara Juma Rahman mengaku kalau sakitnya tidak mengalami perubahan, bahkan terkadang disaat malam perutnya seperti ingin meledak.
“Saya sangat kecewa dengan pernyataan dokter yang menanganinya dia mengatakan kepada pihak keluarga kalau dia tidak bisa berbuat apa-apa terhadap penyakit yang diderita Juma Rahman,” kesal Adi Prianto.
Kata Adi, seharusnya pihak RS Undata memberikan pelayanan kesehatan tanpa harus ada perbedaan terhadap semua pasien, meskipun sebenarnya Juma Rahman hanya dibiayai oleh perusahaan, tapi Juma Rahman adalah warga Indonesia yang berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Apalagi dia telah merasakan penderitaanya selama delapan bulan lamanya tanpa mendapatkan pengobatan.
Wakil Direktur Pelayanan RS Undata dr.Amsyar Praja mengatakan, belum bisa berkomentar banyak terhadap komplen pelayanan kesehatan pasien. Pasalnya dia belum mengetahui pasti pasien yang mana merasa tidak mendapatkan pelayanan secara maksimal. Karena setau dia masalah pelayanan di RS Undata tidak ada perbedaan.
“Perlakuan pasien semuanya sama, tanpa memandang status social maupun ekonominya,” tegas Amsyar.
Kata Amsyar, mengetahui adanya laporan seperti itu, dia akan melakukan cross-check atas keluhan tersebut. Jangan sampai karena penyakit pasien tersebut divonis menderita penyakit yang memang hanya butuh diberi obat dan sulit untuk disembuhkan. itu akan dicari tau kejelasannya. (HAMSING)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Kapolda Sosialisasi Forum Bankamdes
HADIYANTO : BANKAMDES PERLU DIKAJI LAGIi
PALU – Kapolda Sulteng Brigjen Pol.Dewa Parsana didampingi Kapolres Palu, Walikota Palu Rusdy Mastura dan Wakil Ketua DPRD Palu Yos Soedarso mensosialisasikan program Forum Kelurahan dan Bantuan Keamanan Desa (Forum-Bankamdes) kepada sejumlah anggota DPRD Kota palu dan Kepala SKPD.
Dalam pemaparan Kapolda Sulteng Brigjen Pol Dewa Parsana mengatakan, pola Forum Bankamdes adalah sebagai pilar Kamtibmas untuk mewujudkan desa/Kelurahan sebagai basis ketertiban dan keamanan wilayah. Pasalnya Forum Bankamdes ini akan dijadikan sebagai forum penertiban, sehingga mampu melakukan penataan sesejahtera mungkin kepada masyarakat. Karena Forum ini juga adalah sebagai Forum tertinggi ditingkat Kelurahan/Desa sesuai dengan fungsinya.
“Forum ini bukan hanya mampu untuk melakukan penataan, penertiban dan keamanan saja, tapi Forum ini juga mampu meminimalisir kelompok-kelompok yang suka mengambil keuntungan terhadap orang lain, dan dengan sendirinya kelompok tersebut akan merasa tidak nyaman dengan pola Forum Bankamdes ini, itulah kelebihan dari Bankamdes ini mampu meminimalisir hal-hal yang bertolak belakang dengan masyarakat,” jelas Brigjen Pol Dewa Parsana Jumat (6/5) di ruang rapat utama DPRD Palu.
Hal senada diungkapkan Walikota Palu Rusdy Mastura mengatakan, keberadaan Forum ini sangat membantu masyarakat dalam berbagai hal permasalahan, Karena masyarakat sendiri akan terlibat dalam Forum Bankamdes ini, dan masyarakat juga jangan ragu dengan keberadaan lembaga-lembaga kemayarakatan lainnya. Pasalnya Forum ini akan menyatukan semua lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada baik ditingkat kecamatan maupun tingkat kelurahan.
“Jangan takut dengan Forum ini, Karena Forum Bankamdes adalah salah satu wadah yang menyatukan semua lembaga dan masyarakat dalam menjaga keamanan. Termasuk maslah pengamanan di Poboya , dnegan adanya Forum Bankamdes semua penambang akan tertata dengan baik, antara PT CPM dengan penambang tradisional,” ungkap Cudy sapaan akrab Walikota Palu.
Sementara Sekretaris Komisi II DPRD Kota Palu H Hadiyanto Rosyid mengatakan, keberadaan Forum Bankamdes ini memang sangat bagus dalam hal penertiban dan penataan dilingkungan masyarakat. Tapi khusus untuk di Kota Palu keberadaan Bankamdes masih perlu dikaji. Pasalnya jangan sampai karena mencuaknya masalah ketidak tertiban masyarakat penambang di Poboya, kemudian dibentuklah Forum ini sebagai salah satu langkah untuk menertibkan keberadaan masyarakat disana.
Menurut Ketua DPC Partai Hanura ini, jika karena masalah di Poboya kemudian dibentuk program Forum Bankamdes ini bukanlah salah satu solusi terbaik. Tapi seharusnya jika ingin dilakukan penertiban dan penataan di Poboya, seharusnya pemerintah Kota Palu yang harus tegas mengambil tindakan, Forum Bankamdes bagus tapi perlu dikaji, karena forum seperti ini tidak semudah membalikkan telapak tangan langsung berjalan bagus, karena Forum ini pasti akan membutuhkan anggaran untuk pendanaannya, sementara APBD di Kota palu sangat kecil berbeda di Bali awal munculnya forum ini, karena disana APBDnya cukup besar hingga mencapai Rp2,3 Triliun.
“Coba dipikir dululah kedepan keberadaan forum ini kedepan, artinya DPRD selalu mendukung kebijakan dan program yang pro dengan rakyat, tapi jangan sampai nanti ujung-ujungnya bermasalah lagi karena duit dan programnya tidak berjalan karena pimpinan berubah lagi,” ujar H Hadiyanto Rosyid. (HAMSING)  
-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Listrik Padam Hingga Tujuh Jam
PALU- Pemadaman listrik bergilir di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, berlangsung selama tujuh jam sejak pukul 09:45 WITA sehingga membuat warga resah, karena aktivitasnya terganggu.
Seorang warga Kota Palu, Pratiwi, Sabtu, mengaku tidak bisa mandi atau mencuci pakaian karena air di bak penampungannya habis ketika listrik mulai padam.
Ibu yang memiliki satu anak ini terpaksa menggunakan air minum isi ulang untuk melakukan kegiatan rumah tangga. "Sudah dua galon air saya beli tapi listrik belum nyala juga, kata Pratiwi.
Keluhan lain dinyatakan, Rifki, yang terpaksa harus menempuh perjalanan sekitar enam kilometer untuk bisa mengambil uang di mesin ATM karena mesin pengambilan uang di dekat rumahnya tidak bisa beroperasi karena pemadaman listrik.
"Kalau kondisi seperti ini terus maka kita akan kehabisan waktu percuma," katanya.
Pemadaman listrik bergilir di Kota Palu sudah berlangsung sejak empat hari lalu namun saat ini adalah yang terparah karena berlangsung hingga tujuh jam selama satu hari.
"Mati lampu selama dua jam saja sudah parah. Ini sudah tujuh jam," kata Rifki kesal.
Juru bicara PLN Cabang Palu, Petrus Walasary, mengatakan pemadaman listrik di wilayahnya disebabkan pasokan daya dari PLTU berkurang, yakni dari 24 Megawatt menjadi 18 Megawatt per hari.
Berkurangnya daya itu disebabkan menipisnya batu bara sebagai bahan bakar utama di PLTU Palu.
"Dalam waktu dua hari ini mudah-mudahan tidak terjadi pemadaman karena batu bara akan segera tiba di Palu," kata Petrus.
Permasalahan krisis listrik di Palu sebenarnya sudah berakhir sejak setahun lalu sejak PLTU Palu beroperasi secara normal dengan pasokan batu bara yang berlangsung normal.
Selain itu, mesin berdaya 8 Megawatt juga sudah disewa untuk mengatasi krisis listrik.
"Kalau mesin rusak atau batu bara kurang berarti kita harus sabar jika terjadi pemadaman lagi sambil menunggu perbaikan," kata Petrus. (antara)

PALU EOEO.....


Ngata Palu, Ngata Ntopogade
NARIAMO nesuvu atura nu pamarenta, bula meonga mpae baru makava ratagi puramo topo balu-balu ri bivi dala. Apa sisi vei, ri ngatata hie nadea gagamo topogade-gade ri bivi-bivi nudala.
Eva hamai ri ngayo nu BNS. Ri bivi dala hamai, nadea topo balu apel, lemo bo bua-bua ntainana. Ane raantoaka, ledo mami nabelo nikita nu mata. Rumba-rumba ri bivi dala, kana naria topo gade. Nompaka da vai, balu-balura napopomo nitadiakara vai risia hai. Kaupuna narumpu bo navau ngata.
Ledo aga ri ngayo nu BNS. Ri ngayo nu SMP 3 muni topo balu-balu muni nadea nompanene. Risia hai naria topo balu lemo bo semangka. Hamai ri sinjori potomu Tavanjuka nadapa vai. Ri bivi-bivi dala hamai, domo aga topo balu cakar nopanene. Topo balu bau, parancina, marisa bo topo balu uta-uta nariamo muni hamai.
Aga hai bara rapatoraka komiu pamarenta, mabelo-belo mangulika topo balu-balu gahai. Nemo ante bilisa. Raulika mami Pol PP, nemo manggasepa molivu tona. Ringatata hie muni danadeapa tina-tinata nolemba loka bo cangkore. Geira hai aga nolipa ranga nelelea lokara, jadi rumba kamaga nu kada, risia haimo petara. Bo notomoraka topangali.
Geira hai nemo ntoto rapopalaimiu, dosa mbaso rakava miu. Apa ledo ranga naoge ali nuloka bo cangkore nilembara hai. Belona vai ane ra ali miu puramo lokana bo tudu manjilimo geira. Adomo ranga malenge Ina molipa hau lipa tumai. (TORIBOYA)