Jumat, 22 April 2011

LINTAS EKONOMI


Cuaca Ekstrim Turunkan Produksi Petani Kakao
*VIRUS SERANG PERTANIAN KAKAO DI POSO
PALU - Akibat perubahan cuaca secara ekstrim yang melanda hampir seluruh wilayah di tanah air, termasuk di Sulawesi Tengah telah menurunkan produksi petani kakao.
"Ya panen kali ini tidak sama seperti tahun sebelumnya," kata Rusdin (57), seorang petani kakao asal Desa Rahmat, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Selasa 19/4.
Ia mengatakan, dampak dari perubahan cuaca menyebabkan hasil panen petani di desa itu turun drastis.
Ia mencontohkan, pada panen tahun 2010, dalam satu hektar lahan kakao bisa menghasilkan sampai 10 karung biji kakao basah.
Hal senada disampaikan Marthen Sapan (53). Petani asal Dusun Kora, Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo itu mengaku hasil panen tidak mengembirakan.
"Pokoknya panen kakao sekarang ini jauh menurun dibandingkan tahun lalu," katanya.
Pada panen baru-baru ini, ia hanya bisa mendapatkan tidak sampai satu karung biji kakao mentah. Padahal panen lalu bisa sampai enam karung sekali panen.
Penurunan hasil panen tersebut, kata Rusdin, dan Marthen dikarenakan pengaruh dari kondisi cuaca yang ekstrim. Perubahan cuaca yang tidak menentu menyebabkan bunga kakao banyak yang berguguran.
Selain curah hujan yang cukup tinggi, juga disertai dengan tiupan angin yang kencang. Akibatnya bunga kakao banyak yang gugur.
Sementara Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perkebunan pada Kantor Dinas Perkebunan Sulteng Ir Mulyadi Hiola mengatakan, hasil panen petani kakao kali ini diperkirakan turun dibanding sebelumnya.
Sementara itu di Poso, poduksi kakao juga mengalami penurunan cukup drastis dari tahun-tahun sebelumnya. Produksi kakao tahun 2009 mencapai 27.175 ton biji kering, namun pada tahun 2010 produksi menurun tajam hanya sebanyak 10.000 ton atau menurun 40 persen. ‘’Penurunan produksi kakao ini akibat penyakit virus Vasculer Street Diabet,’’ sebut Sekeretaris Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Poso, Suratno. 
Menurutnya, virus vascular street diabet tersebut menyerang semua tanaman kakao diseluruh wilayah kecamatan di kabupaten Poso, terutama yang paling besar kebun kakao yang berada di wilayah Poso Pesisir bersaudara.
‘’Sebelum ada virus ini produksi kakao sangat-sangat menggembirakan,’’ ujar mantan Kepala Bidang di Badan Ketahanan Pangan Poso tersebut.
Suratno menjelaskan, sesuai data yang ada itu produksi kakao dalam satu hektar itu bisa mencapai 1,0,56 ton. Setelah terkenah penyakit maka produksinya dalam satu hektar menurun menjadi 400 kg. Hampir semua daerah mengalami hal serupa, dimana kebun kakao terkena penyakit yang belum ada obatnya tersebut.
 ‘’Virus ini menyerang tanaman-tanaman local dari daun mudah mulai dari pucuk hingga batang,’’ beber Suratno.
Ditanya langka-langka yang sudah dilakukan. Menurutnya, pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap para petani kakao serta mengadakan kegiatan seminar tentang pemberantasan penyakit kakao.  (IWAN/ANTARA)  
--------------------------------------------------------------------------------------------

TINGKATKAN KOMODITI LOKAL
CIDA Akan Kerjasama dengan Pemerintah Sulteng
PALU- Canadian International Development Agency (CIDA) akan bekerjasama dengan pemerintah Sulteng melalui program Enhance Local Regional Economic Development (ELRED) atau pemberdayaan ekonomi lokal di daerah.
Rencananya, program tersebut akan mulai dijalankan pada akhir tahun ini. Meski begitu, Ketua Harian Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu, Palu, Donggala, Prigi Moutong dan Sigi (Kapet Palapas), Hasan Haris, kepada media ini Selasa (19/4) mengatakan, saat ini melalui pihaknya, program tersebut coba disosialisasikan kepada masyarakat, melalui penjaringan kabutuhan di tingkat masyarakat bawah, terkait masalah dan rencana pengembangan ekonomi local.
“Kami hanya memfasilitasi Cida dalam pelaksanakan programnya. Yang menjadi pengambil keputusan ini adalah pemerintah daerah masing-masing kabupaten dan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, program peningkatan ekonomi yang nantinya akan dilaksanakan adalah terkait komoditi unggulan yang ada di Sulteng, seperti kakao, rumput laut, kelapa dalam dan beberapa jenis komoditi lainnya. Sebelum masuk dalam tahap implementasi program kata dia, pihaknya mencoba melakukan penguatan kelembagaan di tingkat komunitas.
“Yang lemah di tingkatan kelompok ekonomi masyarakat ini adalah manajemen. Makanya, ini akan dipersiapkan, agar masyarakat bisa bersinersi dengan negara donor dalam implementasi program nantinya,” tambahnya.
Ia berharap, semua kabupaten/kota di wilayah Kapet Palapas bisa dijadikan pilot projek dalam program tersebut. Kata dia, saat ini pihaknya juga sementara memetakan wilayah-wilayah yang masuk dalam kawasan Kapet Palapas, sesuai potensi daerahnya, agar tidak salah kaprah.
“Kita harus menyiapkan dokumen terkait potensi wilayah dan kebutuhan masyarakat. Supaya pihak donor bisa mengetahuio, dan menyesuaikan itu dalam implemntasi nantinya,” katanya.
Untuk mensinergikan dengan rencana strategis pemerintah daerah dalam jangka panjang, ia mengaku telah mengirimkan visi misi dan sejumlah program strategis calon gubernur terpilih untuk dijadikan acuan bagi program tersebut. (Sahril)
--------------------------------------------------------------------------------------------------

PT Multistara Investasi 20 Triliun di Sulteng
PALU-PT Multistrada Arah Sarana, berencana akan menginvestasikan modal usahanya di Sulteng pada tahap awal sebesar Rp20 triliun. Investasi tersebut terkait rencana pembukaan Hutan Tanaman Industri (HTI) karet di beberapa wilayah di Sulteng.
Ketua Harian Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu, Palu, Donggala, Prigi Moutong dan Sigi (Kapet Palapas), Hasan Haris, kepada media ini Selasa (19/4) mengatakan, untuk wilayah Sulteng akan ditangani oleh anak perusahaan Miltistarada, yakni PT Colton Argo.
“Luasan lahan yang mereka butuhkan sedikitnya 200 ribu hektar. Ini tersebar di wilayah Sigi, Poso, Donggala dan Parigi Moutong. Namun yang paling besar luasannya di Parigi Moutong,” katanya.
Saat ini kata dia, semua proses masih dalam urusan izin penggunaan lahan di tingkat pemerintah kabupaten, dan perlu rekomendasi bupati masing-masing kabupaten yang wilayahnya masuk dalam kawasan yang akan dijadikan lokasi perkebunan. ia berharap prosesnya tidak terlalu lama, karena akan mempengaruhi minat investor.
Kata dia, lahan-lahan tersebut masih akan diklarifikasi oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH). Jika klarifikasi lahan selesai, prosesnya akan dilakukan di tingkat provinsi, terkait rekomendasi gubernur, melalui Dinas Kehutanan.
“Sebenarnya ini bisa lebih cepat, cuman birokrasi kita masih terhitung lamban,” tambahnya.
Multistrada sendiri kata dia, adalah perusahaan multinasional yang berorientasi pada industry manufaktur, khususnya ban mobil dan ban motor. Perusahaan yang mempunyai industry di Jawa Barat tersebut rencananya, selain membuka perkebunan karet, rencananya juga akan membangun industry pengolahan di Sulteng. (Sahril)
Petani Sulteng Kehilangan Pendapatan Ratusan Miliar
PALU - Para petani kakao di Sulawesi Tengah setiap tahun kehilangan pendapatan dari hasil panen hingga ratusan miliar rupiah.
Ketua Asosiasi Fermentasi Kakao Indonesia (AFKI) pusat Syamsuddin Said, Selasa (19/4) mengatakan, tanpa disadari petani, setiap tahun mereka kehilangan penghasilan dari penjualan biji kakao mencapai ratusan miliar rupiah.
Menurut dia, jika petani memroses biji kakao melalui sistem fermentasi yang benar maka mereka bisa mendapatkan nilai tambah sebesar Rp3.000 per kilogram.
Pendapatan tersebut seharusnya bisa diraih petani, jika memang biji kakao yang dijual kepada pengumpul sudah dalam bentuk fermentasi.
"Itu selisih harga yang diperoleh dari penjualan biji kakao yang fermentasi dengan tidak," katanya.
Padahal, menurut Said, pada 2010 Sulteng mengekspor biji kakao ke sejumlah negara di kawasan Asia dan Amerika sebanyak 111.000 ton.
"Jika dikalikan dengan selisih harga biji kakao fermentasi Rp3.000 per kg, maka berapa miliar penghasilan petani yang tidak mereka nikmati,?"katanya.
Ini yang tidak diketahui oleh pemerintah dan juga para petani Sulteng, karena itu pemerintah dan semua pihak terkait di daerah ini agar secepatnya mengambil langkah agar biji kakao produksi petani yang diekspor sudah dalam bentuk fermentasi.
Ia optimistis, jika produk kakao yang menjadi unggulan ekspor Sulteng itu sudah dalam bentuk fermentasi, pangsa pasarnya semakin meluas.
Kalau selama ini baru tembus ke sejumlah negara di Asia dan Amerika, suatu saat jika sudah dikemas dalam bentuk fermentasi akan tembus pasaran Eropa.
Data Dinas Perkebunan Sulteng menyebutkan, luas areal tanaman kakao di provinsi ini mencapai 224.000 hektare, tersebar di 10 kabupaten. Sementara jumlah produksi pada 2010 sebanyak 120.000 ton, dan 111.000 ton diantaranya diekspor ke Malaysia, Singapura, China, dan Amerika. (ANTARA)
----------------------------------------------------------------------------


Mei, PLN 100 Persen Tutup Loket
PALU - Dengan dibukanya loket-loket payment point online bank (PPOB) dibeberapa titik dalam Kota Palu dan sekitarnya, maka pada Mei mendatang loket pembayaran di kantor PLN akan ditutup.
"Saat ini kami hanya melayani pembayaran hingga pukul 11 siang, selebihnya pelanggan dapat melakukan pembayaran di loket-loket PPOB yang tersebar cukup banyak di tempat-tempat strategis," ujar Asman Niaga PT PLN Cabang Palu, Edy Saparta kepada media ini, Selasa (19/4).
Menurut Edy, hingga saat ini kendala yang dihadapi hanya sedikit gangguan jaringan karena perpindahan data ke pusat. "Banyak hal positif dengan hadirnya loket-loket PPOB serta ditutupnya loket PLN, diantaranya adalah kemudahan bagi pelanggan dalam melakukan pelunasan karena waktu pelayanan yang lebih panjang, itu karena tidak terpatok pada jam kerja saja," urai Edy.
Hingga saat ini, sedikitnya 64 loket PPOB yang tersebar didalam Kota Palu siap melayani pelanggan. Namun begitu, Edy tetap mengantisipasi jika loket-loket yang ada tidak lolos seleksi alam karena persaingan maupun kendala lain.
"Kami telah menyiapkan segala macam antisipasi untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Yang jelas, dengan adanya loket-loket PPOB tunggakan menurun," tutur Edy tanpa merinci turunnya jumlah tunggakan.
Dengan adanya loket PPOB, PLN akan fokus pada perbaikan jaringan, penambahan daya serta pelayanan tambah daya maupun pasang baru.
"Kami akan terus memperbaiki kualitas dari sisi manapun," pungkas Edy. (EGA


LINTAS EKONOMI


Cuaca Ekstrim Turunkan Produksi Petani Kakao
*VIRUS SERANG PERTANIAN KAKAO DI POSO
PALU - Akibat perubahan cuaca secara ekstrim yang melanda hampir seluruh wilayah di tanah air, termasuk di Sulawesi Tengah telah menurunkan produksi petani kakao.
"Ya panen kali ini tidak sama seperti tahun sebelumnya," kata Rusdin (57), seorang petani kakao asal Desa Rahmat, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Selasa 19/4.
Ia mengatakan, dampak dari perubahan cuaca menyebabkan hasil panen petani di desa itu turun drastis.
Ia mencontohkan, pada panen tahun 2010, dalam satu hektar lahan kakao bisa menghasilkan sampai 10 karung biji kakao basah.
Hal senada disampaikan Marthen Sapan (53). Petani asal Dusun Kora, Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo itu mengaku hasil panen tidak mengembirakan.
"Pokoknya panen kakao sekarang ini jauh menurun dibandingkan tahun lalu," katanya.
Pada panen baru-baru ini, ia hanya bisa mendapatkan tidak sampai satu karung biji kakao mentah. Padahal panen lalu bisa sampai enam karung sekali panen.
Penurunan hasil panen tersebut, kata Rusdin, dan Marthen dikarenakan pengaruh dari kondisi cuaca yang ekstrim. Perubahan cuaca yang tidak menentu menyebabkan bunga kakao banyak yang berguguran.
Selain curah hujan yang cukup tinggi, juga disertai dengan tiupan angin yang kencang. Akibatnya bunga kakao banyak yang gugur.
Sementara Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perkebunan pada Kantor Dinas Perkebunan Sulteng Ir Mulyadi Hiola mengatakan, hasil panen petani kakao kali ini diperkirakan turun dibanding sebelumnya.
Sementara itu di Poso, poduksi kakao juga mengalami penurunan cukup drastis dari tahun-tahun sebelumnya. Produksi kakao tahun 2009 mencapai 27.175 ton biji kering, namun pada tahun 2010 produksi menurun tajam hanya sebanyak 10.000 ton atau menurun 40 persen. ‘’Penurunan produksi kakao ini akibat penyakit virus Vasculer Street Diabet,’’ sebut Sekeretaris Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Poso, Suratno. 
Menurutnya, virus vascular street diabet tersebut menyerang semua tanaman kakao diseluruh wilayah kecamatan di kabupaten Poso, terutama yang paling besar kebun kakao yang berada di wilayah Poso Pesisir bersaudara.
‘’Sebelum ada virus ini produksi kakao sangat-sangat menggembirakan,’’ ujar mantan Kepala Bidang di Badan Ketahanan Pangan Poso tersebut.
Suratno menjelaskan, sesuai data yang ada itu produksi kakao dalam satu hektar itu bisa mencapai 1,0,56 ton. Setelah terkenah penyakit maka produksinya dalam satu hektar menurun menjadi 400 kg. Hampir semua daerah mengalami hal serupa, dimana kebun kakao terkena penyakit yang belum ada obatnya tersebut.
 ‘’Virus ini menyerang tanaman-tanaman local dari daun mudah mulai dari pucuk hingga batang,’’ beber Suratno.
Ditanya langka-langka yang sudah dilakukan. Menurutnya, pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap para petani kakao serta mengadakan kegiatan seminar tentang pemberantasan penyakit kakao.  (IWAN/ANTARA)  
--------------------------------------------------------------------------------------------

TINGKATKAN KOMODITI LOKAL
CIDA Akan Kerjasama Dengan Pemerintah Sulteng
PALU- Canadian International Development Agency (CIDA) akan bekerjasama dengan pemerintah Sulteng melalui program Enhance Local Regional Economic Development (ELRED) atau pemberdayaan ekonomi lokal di daerah.
Rencananya, program tersebut akan mulai dijalankan pada akhir tahun ini. Meski begitu, Ketua Harian Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu, Palu, Donggala, Prigi Moutong dan Sigi (Kapet Palapas), Hasan Haris, kepada media ini Selasa (19/4) mengatakan, saat ini melalui pihaknya, program tersebut coba disosialisasikan kepada masyarakat, melalui penjaringan kabutuhan di tingkat masyarakat bawah, terkait masalah dan rencana pengembangan ekonomi local.
“Kami hanya memfasilitasi Cida dalam pelaksanakan programnya. Yang menjadi pengambil keputusan ini adalah pemerintah daerah masing-masing kabupaten dan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, program peningkatan ekonomi yang nantinya akan dilaksanakan adalah terkait komoditi unggulan yang ada di Sulteng, seperti kakao, rumput laut, kelapa dalam dan beberapa jenis komoditi lainnya. Sebelum masuk dalam tahap implementasi program kata dia, pihaknya mencoba melakukan penguatan kelembagaan di tingkat komunitas.
“Yang lemah di tingkatan kelompok ekonomi masyarakat ini adalah manajemen. Makanya, ini akan dipersiapkan, agar masyarakat bisa bersinersi dengan negara donor dalam implementasi program nantinya,” tambahnya.
Ia berharap, semua kabupaten/kota di wilayah Kapet Palapas bisa dijadikan pilot projek dalam program tersebut. Kata dia, saat ini pihaknya juga sementara memetakan wilayah-wilayah yang masuk dalam kawasan Kapet Palapas, sesuai potensi daerahnya, agar tidak salah kaprah.
“Kita harus menyiapkan dokumen terkait potensi wilayah dan kebutuhan masyarakat. Supaya pihak donor bisa mengetahuio, dan menyesuaikan itu dalam implemntasi nantinya,” katanya.
Untuk mensinergikan dengan rencana strategis pemerintah daerah dalam jangka panjang, ia mengaku telah mengirimkan visi misi dan sejumlah program strategis calon gubernur terpilih untuk dijadikan acuan bagi program tersebut. (Sahril)
--------------------------------------------------------------------------------------------------

PT Multistara Investasi 20 Triliun di Sulteng
PALU-PT Multistrada Arah Sarana, berencana akan menginvestasikan modal usahanya di Sulteng pada tahap awal sebesar Rp20 triliun. Investasi tersebut terkait rencana pembukaan Hutan Tanaman Industri (HTI) karet di beberapa wilayah di Sulteng.
Ketua Harian Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu, Palu, Donggala, Prigi Moutong dan Sigi (Kapet Palapas), Hasan Haris, kepada media ini Selasa (19/4) mengatakan, untuk wilayah Sulteng akan ditangani oleh anak perusahaan Miltistarada, yakni PT Colton Argo.
“Luasan lahan yang mereka butuhkan sedikitnya 200 ribu hektar. Ini tersebar di wilayah Sigi, Poso, Donggala dan Parigi Moutong. Namun yang paling besar luasannya di Parigi Moutong,” katanya.
Saat ini kata dia, semua proses masih dalam urusan izin penggunaan lahan di tingkat pemerintah kabupaten, dan perlu rekomendasi bupati masing-masing kabupaten yang wilayahnya masuk dalam kawasan yang akan dijadikan lokasi perkebunan. ia berharap prosesnya tidak terlalu lama, karena akan mempengaruhi minat investor.
Kata dia, lahan-lahan tersebut masih akan diklarifikasi oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH). Jika klarifikasi lahan selesai, prosesnya akan dilakukan di tingkat provinsi, terkait rekomendasi gubernur, melalui Dinas Kehutanan.
“Sebenarnya ini bisa lebih cepat, cuman birokrasi kita masih terhitung lamban,” tambahnya.
Multistrada sendiri kata dia, adalah perusahaan multinasional yang berorientasi pada industry manufaktur, khususnya ban mobil dan ban motor. Perusahaan yang mempunyai industry di Jawa Barat tersebut rencananya, selain membuka perkebunan karet, rencananya juga akan membangun industry pengolahan di Sulteng. (Sahril)
Petani Sulteng Kehilangan Pendapatan Ratusan Miliar
PALU - Para petani kakao di Sulawesi Tengah setiap tahun kehilangan pendapatan dari hasil panen hingga ratusan miliar rupiah.
Ketua Asosiasi Fermentasi Kakao Indonesia (AFKI) pusat Syamsuddin Said, Selasa (19/4) mengatakan, tanpa disadari petani, setiap tahun mereka kehilangan penghasilan dari penjualan biji kakao mencapai ratusan miliar rupiah.
Menurut dia, jika petani memroses biji kakao melalui sistem fermentasi yang benar maka mereka bisa mendapatkan nilai tambah sebesar Rp3.000 per kilogram.
Pendapatan tersebut seharusnya bisa diraih petani, jika memang biji kakao yang dijual kepada pengumpul sudah dalam bentuk fermentasi.
"Itu selisih harga yang diperoleh dari penjualan biji kakao yang fermentasi dengan tidak," katanya.
Padahal, menurut Said, pada 2010 Sulteng mengekspor biji kakao ke sejumlah negara di kawasan Asia dan Amerika sebanyak 111.000 ton.
"Jika dikalikan dengan selisih harga biji kakao fermentasi Rp3.000 per kg, maka berapa miliar penghasilan petani yang tidak mereka nikmati,?"katanya.
Ini yang tidak diketahui oleh pemerintah dan juga para petani Sulteng, karena itu pemerintah dan semua pihak terkait di daerah ini agar secepatnya mengambil langkah agar biji kakao produksi petani yang diekspor sudah dalam bentuk fermentasi.
Ia optimistis, jika produk kakao yang menjadi unggulan ekspor Sulteng itu sudah dalam bentuk fermentasi, pangsa pasarnya semakin meluas.
Kalau selama ini baru tembus ke sejumlah negara di Asia dan Amerika, suatu saat jika sudah dikemas dalam bentuk fermentasi akan tembus pasaran Eropa.
Data Dinas Perkebunan Sulteng menyebutkan, luas areal tanaman kakao di provinsi ini mencapai 224.000 hektare, tersebar di 10 kabupaten. Sementara jumlah produksi pada 2010 sebanyak 120.000 ton, dan 111.000 ton diantaranya diekspor ke Malaysia, Singapura, China, dan Amerika. (ANTARA)

LINTAS DAERAH


Warga Desak  Izin Perusahaan Tambang Dicabut
BUNGKU- Sedikitnya dua ratus warga dari dua desa yakni Desa Tangofa dan Desa One Ote, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Senin, (18/4) berunjuk rasa ke kantor DPRD dan Kantor Bupati Morowali menuntut perusahaan tambang PT. Hengjaya Mineralindo hengkang dari Morowali karena telah melakukan ekplorasi di kawasan hutan lindung.
Massa yang menamakan diri Koalisi Rakyat Menggugat itu mendatangi kantor DPRD Morowali sekitar pukul 10.00 wita dengan mengendarai roda dua dan roda empat dengan membawa sejumlah spanduk. Setiba di halaman kantor DRPD, ratusan massa kemudian berorasi secara bergantian, dalam orasinya mereka menuntut perusahaan tambang PT. Hengjaya untuk keluar dari lahan perkebunan milik warga Desa Tangofa dan Desa One Tete. Selain itu massa meminta kepada pemerintah kabupaten agar mencabut Izin Usaha Pertambangan PT. Hengjaya yang telah merambah hutan lindung yang menjadi sumber air masyarakat desa.
Menanggapi tuntutan massa tersebut, DPRD Morowali berjanji akan menampung aspirasi masyarakat dan meneruskannya ke pemerintah kabupaten. Bahkan, dua anggota DPRD turut bersama pengunjuk rasa menuju kantor bupati untuk menyampaikan tuntutan mereka.
Di kantor Bupati, Koordinator aksi, Akrib mengatakan, sejak PT. Hengjaya masuk Morowali pada tahun 2008 yang menguasai lebih dari 6.000 hekter lahan pertambangan telah merambah kawasan hutan lindung dengan aktivitas pengeboran sebanyak 208 titik yang dilakukan sejak tahun 2009 hingga 2011.
Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Syahrir Ishak yang menemui pengunjukrasa menjelaskan akan menurunkan tim untuk melakukan investigasi terkait aktivitas eksplorasi tambang biji nikel yang telah dilakukan PT. Hengjaya didalam kawasan hutan lindung.(HARIS/BANDI)
-------------------------------------------------------------
PENYELIDIKAN ALKES DONGGALA
Jaksa Periksa Kontraktor
DONGGALA-Setelah sejumlah pejabat dan pegawai RSUD Kabelota Kabonga, Donggala diperiksa untuk mendapatkan keterangan soal adanya dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes), giliran rekanan diperiksa tim Kejaksaan Negeri Donggala. Pemeriksaan dilakukan terhadap Didik Hermawan selaku kontraktor dan pimpinan CV Disah Banua Pratama yang bertindak dalam pengadaan Alkes.
Jaksa Pemeriksa, Mohammad Rizal Manaba yang ditemui Media Alkhairaat di Donggala, Selasa (19/4) menyebutkan dalam pemeriksaan berbagai pertanyaan diajukan yaitu soal pengadaan barang (Alkes). “Kita periksa dia karena dalam dokumen Didik Hermawan-lah yang merupakan pimpinan perusahan yang melakukan pengadaan alat kesehatan,” kata Moh. Rizal.
Sebelumnya, kata sampai saat ini hanya satu kontraktor yang diperiksa sesuai dokumen. Sedang lainnya adalah dari internal RSUD Kabelota Kabonga tempat penggunaan alat. Selain itu belum lama ini, kata Roizal tim Kejaksaan Negeri Donggala telah melakukan pemeriksaan secara langsung terhadap sejumlah peralatan alat kesehatan yang saat ini menjadi obyek penyelidikan.
Sementara itu Kepala Seksi Pidana Khusus (PIdsus) Kejari Donggala, Candra menyebutkan hingga kini pemeriksaan terhadap pegawai terkait di Kabelota sudah mencapai 70 persen. “Banyaknya orang yang diperiksa dari internal RSUD Kabelota terkait pengadaan alat-alat kesehatan, karena memang peralatan yang diadakan sangat banyak dan ada beberapa jenis, sehingga memang memerlukan banyak saksi dalam penyelidikan,” ungkap Candra.
Sedangkan Diektur RSUD Kabelota Kabonga, drg. Hamzah Arifandi sampai saat ini diakui Candra, memang belum dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Alasannya masih ada sejumlah saksi yang akan dimintai keterangan sebelum yang bersangkutan dimintai keterangan. “Soal pemeriksaan tunggulah, pasti kita panggil juga nantinya setelah sejumlah keterangan diperoleh,” kata Candra.
Selain kepala ruangan dan dokter yang menggunakan alat-alat kesehatan, masih ada beberapa saksi di RSUD Kabelota yang akan diperiksa. Termasuk di antara beberapa dokter yang belum dimintai keterangan, dipastikan diundang ke Kejari Donggala demi kelengkapi dan mencocokkan keterangan saksi sebelumnya. Permintaan keterangan para dokter, kata Candra karena merekalah yang menggunakan dan mengetahui bagaimana soal keberadaan dan kwalitas alat-alat kesehatan hasil pengadaan. Dalam penyidikan ini tim jaksa terdiri empat orang, yaitu Candra, Nasrudin, Moh. Rizal dan Alkaf. (JAMRIN AB)
------------------------------------------------------------
PU Sigi Upayakan Buka Akses Jalan Terpencil 
SIGI – Dalam membuka akses masyarakat  di Kecamatan Pipikoro dan Kulawi Selatan, sejumlah jalan  menuju beberapa desa di dua kecamatan tersebut, akan dijadikan prioritas dalam pemeliharaan oleh  Dinas PU Kabupaten Sigi.
Demikian dikatakn Kepala Dinas (Kadis) PU Kabupaten Sigi, Iskandar H.Nontji , Selasa (19/4) saat ditemui di ruang kerjanya.
Dia menyebutkan, salah satu jalan yang menjadi prioritas yakni jalan Desa Philimakujawa yang menuju ke jembatan gantung Marato yang belum lama ini diresmikan Bupati Sigi Aswadin Randalembah.
”Kami masih akan melakukan pendataan untuk menghitung volume guna perbaikan jalan itu, bila dihitung panjang jalan hingga ke jembatan gantung Marato sekitar 3 kilometer yang hanya bisa dilalui kendaraan bermotor,” kata Iskandar.
Dengan kondisi saat ini kata Iskandar, perbaikan jalan tersebut hanya bisa dilakukan dengan pengecoran seperti jalan menuju Kecamatan Lindu .
“Pengecoran ini dilakukan karena  kondisi jalan itu berada di hutan lindung yang perlu dijaga, dan rencananya perbaikan jalan itu akan dikerjakan secara swakelola, sehingga masyarakat setempat merasa memiliki jalan itu dan merawatnya,” ujarnya.
Dia menambahkan, mengenai sumber dana  akan diperoleh dari APBD tahun 2011 yang diupayakan pada perubahan anggaran tahun ini, karena sejumlah kegiatan juga akan diupayakan pada perubahan anggaran itu seperti pemeliharaan sejumlah jembatan gantung yang mengubungkan Kulawi Selatan dan Kecamatan Pipikoro.
Terpisah Kades Gimpu Yunus pada wartawan sangat merespon baik niat baik Pemkab Sigi tersebut. Menurutnya, jalan tersebut yang menghubungkan Kecamatan Kulawi dan Kecamatan Pipikoro perlu ditingkatkan, karena jalan tersebut selain salah satu jalan utama yang menghubungkan dua kecamatan, juga merupakan sarana transportasi bagi masyarakat untuk membawa hasil pertenian maupun perkebunan untuk dipasarkan.
“Dengan terealisasinya jalan ini nantinya, setidaknya dapat memperlancar hubungan antar desa di dua kecamatan ini khususnya bagi Kecamatan Pipikoro dibagian timur,” katanya. (Hady)           
-------------------------------------------------------------------------------------------------

Mustarim : Reposisi Pejabat Pemda dan BUMD Harus
TOLITOLI – Ketua Fraksi Partai Patriot, Mustarim mengatakan, Bupati Tolitoli harus cepat mereposisi pejabat eselon II dan III serta BUMD di lingkungan pemerintahanya . Sebab dinilai tidak mampu mengawal program pemerintahan Mohammad Saleh Bantilan dan Amran Yahya (AMAN).
“Program yang termuat dalam visi dan misi bupati tidak maksimal dijalankan. Makanya para pejabat di dinas itu harus diganti,” kata Mustarim, di DPRD Kabupaten Tolitoli.
Politisi Patriot ini juga menilai, kinerja aparatur pemerintah yang menempati posisi sebagai kepala-kepala dinas, bagian, bidang dan seksi sangat lamban dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Setahu saya, bupati kita sudah menegaskan agar aparatur pemerintah mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Karena ini memang tugas mereka,” ujarnya.
Semisal pelayanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) gratis hingga saat ini belum terealisasi. Padahal, Mustarim menjelaskan, dana operasional pada pelayanan dasar masyarakat itu sudah teranggarkan.
“DPRD sudah mensahkan anggaran operasionalnya.Namun sistem pencairan anggaran ini yang lamban. Jauh dari harapan kita. Sehingga pelayanan KTP gratis belum bisa terlaksana, ” tutur Mustarim yang juga ketua Komisi B DPRD Kabupaten Tolitoli.
Begitupun dengan penurunan tarif dasar air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). “Janjinya kan itu masuk program 100 hari. Kenapa baru 25 persen yang turun. Berati kita meragukan kinerja pegawai di PDAM,” katanya.
Menurut Mustarim, hingga saat ini pemerintahan AMAN masih terus menilai kinerja staf Pemerintah Kabupaten. “Para pejabat yang menduduki jabatannya saat ini terus dinilai oleh bupati. Apabila dalam
penilaian mendapat nilai C segera akan diganti,” katanya.
Mustarim menegaskan, hal ini dilakukan agar semangat kerja aparatur itu ada. Sebab, jika tidak begitu, dipastikan program penting yang dicanangkan bupati dan wakilnya yang dilantik pada pertengahan tahun 2010 tidak bisa 100 persen terlaksana.
“Saya yakin, bupati sudah mengantongi nama-nama pejabat yang akan direposisi,” tutup Mustarim. (JUADA)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAYI DIBUANG
Diduga Hasil Hubungan Gelap
POSO-Warga di jalan Kartini Kelurahan Kasintuwu Kecamatan Poso Kota Utara, Selasa (19/4) kemarin sekitar pukul 06.00 wita, digegerkan adanya penemuan bayi laki-laki disimpan dalam dos diletakan dipinggir jalan depan masjid Birrul Walidain atau tepatnya didepan pintu pagar rumah Ami Salim.
Bayi sewaktu ditemukan masih lengkap  dengan ari-arinya itu sempat dirawat di RSU Poso, namun pukul 14.00 wita bayi belum sempat diberi nama itu menghembuskan nafas terakhirnya. 
Kepada Media Alkhairaat, Ami Salim dan istrinya Nani yang ditemui di rumahnya mengaku, yang menemukan pertama kali bayi tidak berdosa tersebut adalah Nelti anak tinggal di rumahnya sekitar pukul 04.00 wita.
‘’Belum mengaji subuh di masjid. Sewaktu dia buka jendela, dia mendengar ada tangisan sayup-sayup. Dia kira kucing di dapur, lalu dilihatnya kucing hanya diam,’’ ujar Nani yang diamini Ami Salim.
Suara tangisan itu ada lagi terdengar dari arah luar, maka Nelti keluar mendekati suara itu didekat pintu pagar. Nelti kaget suara tangisan itu ternyata bayi yang ada dalam dos bekas kue. Maka Nelti mengangkat dos itu memasukan dalam rumah dan selanjutnya membangunkan seisi rumah.
‘’Kami lihat bayi itu masih merah, masih ada ari-arinya. Sebelum dibawah ke rumah sakit, ari-arinya kami tanam,’’ sebut Nani.
Sewaktu media ini ke RSU, terlihat bayi tersebut diletakan dalam incubator dan terpasang alat oksigen di hidungnya.
Menurut salah seorang bidan, dilihat dari kondisinya bayi tersebut baru berusia sekitar tujuh bulan dalam kandungan ibunya, jadi dia lahir prematur. Berat badanya hanya 1,250 kg. Bayi lahir normal itu beratnya 2,5 kg. sementara panjangnya hanya 36 cm.
Bidan yang enggan disebutkan namanya itu menambahkan, bayi dibantu pernapasan karena paru-parunya belum sempurna akibat lahir premature. Suhu badannya tidak stabil, ini akibat terlalu lama terkenah angin.
 ‘’Kita tidak tahu berapa lama dia diletakan di luar kena angin. Bayi baru lahirkan mestinya dihangatkan badanya,’’ jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Poso AKBP A Roemtaat melalui Kapolsek Poso Kota, AKP Sugiyatmo yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya menduga bayi tersebut hasil hubungan gelap sengaja dibuang untuk menghilangkan jejak.
 ‘’Kami akan menyelidiki siapa orang yang tegah membuang bayi itu. Kami akan mengungkapnya. Kami berharap bantuan masyarakat melaporkan jika ada yang dicurigai,’’ucapnya.(IWAN)

Selasa, 19 April 2011

Suara REDAKSI


Refleksi Kita Terhadap  UN 
RIBUAN anak didik kita  dari kalangan sekolah lanjutan tingkat atas mulai kemarin hingga hari-hari mendepan sedang bertempur meraih hasil terbaik dalam Ujian Nasional.  Kita berharap UN bukanlah arena untuk mengundi nasib dan menjudikan nasib anak siswa kita lantaran tak bisa mengisi lembaran soal ujian.
Sangat masuk akal kalau  masyarakat  kini tak mengharapkan adanya banjir air mata  pada setrap pengumunan UN. Ribuan  siswa meraung-raung bahkan ada yang pingsan karena tak lulus ujian.  Memang than lalu kurang menggembirakan , untuk tidak dikatakan buruk.  Maka itu kejadian yang lalu tentu berlalu dan mari tinggalkan kegagalan masa lalu untuk menuju masa depan yang lebih baik.
Sebagai kegiatan rutinitas, semestinya para pemangku kebijakan dan komponen terkait pembangunan bidang pendidikan tentu menyadari  tentang berbagai kelemahan selama ini. Kelemahan- kelemahan itu dijadikan bahan refleksi untuk menetapkan langkah yang lebih mantap demi meningkatkan persentasi hasil UN.  Pendidikan yang bermutu  menghasilkan lulusan yang tidak hanya berilmu dan berketerampilan, tetapi juga mandiri dan berkarakter.
Rasanya semua sepakat bahwa pendidikan bukan sekadar urusan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Meski demikian, dinas ini tak boleh menjadikan ini sebagai alasan untuk tidak berbuat maksimal demi peningtakan kualitas pendidikan. Juga tidak bisa dijadikan alasan untuk mengurangi tanggung jawab dinas ini terhadap berbagai persoalan yang mengakibatkan Sulawesi Tengah  dalam beberapa tahun terakhir, terus memperoleh "nilai buruk" di setiap musim UN.
Kualitas pendidikan ditentukan oleh kematangan interaksi beberapa pemangku kepentingan; sekolah, orangtua, masyarakat dan pemerintah. Masih sering terjadi di setiap musim UN, terjadi saling menyalahkan.
Anak sekolah tidak lulus, orangtua dan masyarakat menuding sekolah (guru) sebagai biangnya. Pihak sekolah juga menuding orangtua sebagai penyebab kegagalan siswa.  "Tradisi cari kambing hitam" ini harus dihentikan. Kualitas interaksi antar komponen-komponen tersebut harus terus ditingkatkan agar di setiap musim UN jangan muncul lagi momok kambing hitam itu.
Pemerintah pun demikian. Performa dan rapor pemerintah daerah ditentukan oleh persentase UN. Persentase bagus (tinggi) artinya mutu pendidikan baik (meski untuk ini masih debatable karena mutu pendidikan tak hanya ditentukan persentase kelulusan.
Persentase buruk artinya mutu pendidikan buruk. Maka yang terjadi kemudian adalah kejar target. Anak-anak jadi korban. Begitu masuk kelas III SLTP/SLTA, anak- anak "dipaksa" menerima beban tambahan pelajaran, siang maupun sore hari. Guru-guru ramai-ramai memberi les tambahan. Mata pelajaran-mata pelajaran UN "dikebut", bila perlu soal ujian dan jawabannya dihafal luar kepala oleh siswa. Orangtua merogoh biaya tambahan untuk les sore, jajan anak dan lain-lain. Buku- buku panduan guru maupun siswa silih berganti.
Hasil UN nanti adalah cermin bagi sekolah, bagi siswa, guru, kepala Dinas PPO, bupati/walikota/gubernur, dan masyarakat. Sehingga tidak lagi mencari kambing hitam atas kegagalan dan tak ada pahlawan kesiangan di tengah tempik sorak keberhasilan. Semoga. *


Assalamualaikum


Rasa Aman

Oleh : Habib Ali

HS.ALI MUHAMMAD ALJUFRI
Suasana yang aman dan tentram adalah suasana yang diidam-idamkan oleh setiap orang.  Rasa aman dan tentram adalah rasa dimana kita merasa dapat melakukan segala hal tanpa ada gangguan sama sekali atau rasa dimana kita akan merasa tenang jika apa yang kita miliki tidak diusik oleh orang yang tidak kita kehendaki atau perasaan yang nyaman dimana kita tidak mempunyai prasangka yang buruk kepada seseorang.
Perasaan aman atau tidak aman mungkin baru kita rasakan ketika aktivitas kita terganggu oleh sesuatu yang ekstrim. Misalnya: seorang mahasiswa sedang giat belajar tiba-tiba motornya ada yang mencuri atau seorang dosen yang sedang sibuk mengajar tiba-tiba mobilnya di bobol maling atau seorang karyawan yang sebagian hidupnya dihabiskan di tempat kerja namun kendaraannya yang diparkir ada yang mengganggu.
Rasa aman adalah keinginan dan tanggung jawab bersama. Karena sangat pentingnya rasa aman dalam diri kita, kita menempatkan kebutuhan terhadap rasa aman lebih diutamakan daripada kebutuhan terhadap makanan dan minuman. Karena orang yang cemas dan khawatir serta penuh ketakutan tidak akan bisa merasakan enaknya makanan dan minuman sebagaimana mestinya.
Kita mengharapkan semua tempat yang kita injak dan kita diami terasa aman, di rumah maupun di tempat kerja ataupun dimana saja kita mengharapkan rasa aman. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam pernah berdo’a agar kota Makkah tempat istri dan anaknya tinggal (atau masyarakat) menjadi kota yang aman dan dimudahkan rizki untuk bekal kehidupannya.
Pada prinsipnya dalam kehidupan ini, manusia mempunyai tiga kebutuhan dasar yang  harus terpenuhi. Dengan itu manusia akan dapat hidup dengan tenang, jika kebutuhan tersebut dapat terpenuhi. Tiga kebutuhan dasar itu yakni:  Kebutuhan akan rasa aman. Kedua Kesehatan dan Terpenuhinya kebutuhan pangan
Rasulullah bersabda  ”Apabila seseorang bangun dipagi hari, sehat badannya dan cukup yang akan dimakan dihari itu, maka seakan-akan dunia sudah berada ditangannya.”
Akan tetapi, apabila salah satunya terganggu, seperti hilangnya rasa aman, berarti sepertiga dari kebutuhan dasar manusia akan ikut terganggu. Kita memerlukan rasa aman dirumah, aman diperjalanan, aman untuk berusaha, aman untuk berinvestasi, dan sebagainya Jika pemerintah dapat menciptakan rasa aman ini bagi seluruh rakyat dan bangsa ini, insya Allah ekonomi akan bergerak, aktifitas masyarakat akan berjalan tanpa gangguan, investasi akan masuk, lapangan kerja akan terbuka, pengangguran akan berkurang. Kita pun akan dapat menjalankan ibadah dengan baik.
Kalau sepekan terakhir ini rasa aman kita terusik oleh ulah sejumlah orang dan oknum polisi bersama kelaurganya, tentulah kita minta kepada aparat keamanan untuk menormalkan kembali perasaan aman itu.  Semoga. Wallahul Musta’an.