Selasa, 19 April 2011

HEADLINE


SENJATA API
Anak Polisi Tembak Temannya
PALU - Gian Anugerah (14), warga Palu Selatan menembak rekannya Wandi (13) dengan senjata api milik ayahnya Bripka Guntur, Anggota Satuan Narkoba Polres Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) Senin (18/4), sekitar pukul 02.00 WITA. Akibat penembakan ini, korban menderita luka tembak di bagian kepala dan masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palu.
Menurut informasi di lokasi, peristiwa itu bermula saat korban yang merupakan warga Jalan Kasuari datang ke rumah pelaku yang terletak di Jalan Elang, Kecamatan Palu Selatan untuk bermain. Tiba-tiba pelaku mengambil pistol milik ayahnya dan menodongkan ke arah korban.
Entah disengaja atau tidak, tiba-tiba pistol tersebut mengeluarkan peluruh dan mengenai kening sebelah kiri korban menembus bagian atas kening kanan korban yang merupakan siswa kelas 6 salah satu Sekolah Dasar (SD) di wilayah Palu Selatan.
Warga yang mendengar peristiwa itu langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan membawa korban menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng untuk menjalani pemeriksaan. Sementara pelaku yang merupakan siswa kelas 1 salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTS) Kota Palu itu, langsung bersembunyi pada salah satu ruang rumahnya.
“Penembakan terjadi saat pelaku dan korban sedang bermain, tiba-tiba korban membawa pistol dan menembak korban,” kata Kapolres Palu Ajun Komisaris Raden Deden Garnada kepada wartawan di rumah sakit Bhayangkara, Senin.
Kata dia, saat ini kepolisian telah memeriksa ayah pelaku, pelaku, dan beberapa pengrajin batako yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.
Meskipun peristiwa itu di luar kesengajaan, namun Deden Garnada berjanji akan menindak mereka yang bersalah sesuai dengan hukum yang berlaku. “Penembakan ini adalah murni kecelakaan, namun pelakunya akan tetap diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.
Korban yang merupakan anak pasangan Rahman (35) dan Mirna (30), Senin malam, dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di ruang intensive care unit (ICU) RS Bhayangkara.(BANJIR)
------------------------------------------------------------------------------

PLENO - KPU Sulteng menggelar Rapat Pleno Penetapan hasil Pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah di Hotel Swissbel, Senin (18/04). Rapat hanya dihadiri sejumlah pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur.  Pasangan Longki Djanggola-Sudarto ditetapkan sebagai Gubernur-Wakil Gubernur terpilih. (Foto: MAL/ FIQMAN SUNANDAR)
Protes SAFA Warnai Proses Penetapan
*HARI INI, ADIL TEMUI MK
PALU – Penetapan gubernur/wakil gubernur terpilih di Hotel Swissbel, Senin (18/4) diwarnai protes pasangan Sahabuddin Mustapa-Faisal Mahmud (SAFA). Pasangan ini memprotes perolehan suaranya yang dinilai tidak sesuai. SAFA menganggap, proses demokrasi yang sedang berjalan tidak sesuai dengan aturan.
”Masalahnya, pada tanggal 12 April, suara SAFA itu berkisar 148 ribu. Tapi anehnya, pada tanggal 16 justru turun menjadi 115 ribu lebih. Ada apa ini, logikanya sebuah penghitungan suara bukannya turun tapi naik, karena pada tanggal 12 itu juga belum seluruhnya suara masuk,” kata Faisal Mahmud, calon wakil gubernur Sulteng dari tim SAFA.
Menurut Faisal, pihaknya memiliki bukti-bukti tentang hal itu namun belum bisa diungkapkan karena masih menjadi bahan kajian dan pertimbangan, apakah akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) atau tidak. ”Gugatan masih dipertimbangkan, tidak ada masalah mengeluarkan biaya untuk sebuah demokrasi yang bersih,” tegasnya.
Menurutnya, meskipun ketua Koalisi Nusantara telah menandatangani berita acara, namun pihaknya tetap tidak menerima hasil rekapitulasi suara yang dilakukan di KPU Sulteng, Sabtu lalu.
”Tidak ada masalah jika berita acara sudah ditandatangani, karena itu merupakan bentuk tanggungjawab tim pemenangan. Namun, tanda tangan tersebut tidak atas rekomendasi SAFA,” kata mantan anggota DPD RI itu.
Sabtu lalu, ketua Koalisi Nusantara, Amiruddin Adjen menandatangani berita acara rekapitulasi suara karena mengingat biaya yang harus ditanggung kandidat jika menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Calon gubernur Sahabuddin Mustapa mengatakan, pihaknya juga mempermasalahkan adanya beberapa pelanggaran yang dilakukan penyelenggara dalam hal ini KPU. Dimana, telah terjadi pemungutan suara di luar waktu yang ditetapkan, seperti di Kabupaten Banggai dan Sigi. Karena kata dia, proses tersebut telah melanggar aturan.
”Demokrasi bukanlah sepotong roti yang harus dibagi-bagi karena siapapun pemenangnya, kami yakin dia adalah putra terbaik Sulteng. Tapi bagaimana kita berdemokrasi secara bersih dengan memberikan pelajaran politik kepada masyarakat. Mengapa idealisme harus digadaikan hanya karena sepotong roti tersebut,” kata mantan Rektor Universitas Tadulako (Untad) itu.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Penetapan KPU Sulteng, Patrisia Lamarauna menyarankan, kandidat yang keberatan menempuh jalur yang telah ditetapkan Undang-Undang, jika menganggap ada hal-hal yang tidak sesuai.
”Sekarang bukan lagi saatnya memperdebatkan hasil, karena sebelumnya juga telah diberi ruang kepada semua pihak jika ada keberatan. Silahkan menempuh jalur yang ditetapkan Undang-Undang, KPU siap menunggu,” tutup Patrisia.
Terkait hal itu, ketua Panitia Pengawas (Panwas) Sulteng, Kasman Jaya Saad mengatakan, pihaknya akan mengkaji keluhan tim SAFA untuk ditindaklanjuti ke Bawaslu RI.
Ketua Tim Hukum dan Advokasi pasangan ADIL, Amat Entedaim menyatakan, hari ini (Selasa) pihaknya akan menemui MK terkait proses gugatan yang akan dilakukan.
”Salah satu keberatan yang akan digugat adalah Quick Count di TV One yang dilakukan pada hari voting day. Hasil sudah dipublikasikan sekitar pukul 10.00, sebelum jam pemungutan suara. Ini bisa mempengaruhi pemilih,” ungkapnya. Tim ini tidak menandatangani berita acara rekapitulasi suara di KPU, Sabtu lalu.
Surat Keputusan yang dibacakan Sekretaris KPU Sulteng, Mukmin kemarin menetapkan, pasangan nomor urut 03 Longki Djanggola-Sudarto (Longki’S) sebagai gubernur/wakil gubernur Sulteng terpilih periode 2011-2016 dengan perolehan suara 94.299 (54,43%).
Sementara pasangan lainnya, masing-masing pasangan nomor urut satu ADIL meraih 206.353 (16,18%), SAFA memperoleh 115.527 (9,06%), RELA 148.209 (11,62%) dan pasangan nomor urut lima sekaligus peraih suara terendah, AY-MB meraih 111.119 suara (8,71%). Prosesi penetapan tidak dihadiri beberapa pasang kandidat, yakni pasangan ADIL dan RELA. Sementatara pasangan nomor urut lima hanya dihadiri Ma’ruf Bantilan (MB). (RIFAY) 
---------------------------------------------------------------------------------------------

DUGAAN KORUPSI SLB
Hamzah Rudji Ditahan
PALU - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu menahan Mantan Kadis Dikjar Kota Palu Tahun 2007, Hamzah Rudji di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Palu, Senin (18/4). Penahanan tersebut terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan senilai Rp 1,34 miliar.
Penahanan terhadap Hamza Rudji yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika (BNK) Kota Palu itu dilaksanakan sekitar pukul 17.00 WITA, usai menjalani pemeriksaan intensif di ruang intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu sejak pukul 10.15 WITA.
Dalam pemeriksaan itu, tersangka yang hadir dengan didampingi Penasehat Hukumnya, Sukman Ambo Dalle diminta untuk menjawab sekitar 30 pertanyaan yang diajukan penyidik yakni Kepala Seksi Intelejen Kejari Palu, Kaharudin Kasim.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palu, M.Adam didampingi Kasi Intel, Kaharudin Kasim kepada wartawan, Senin kemarin mengatakan, penahanan itu berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : Print-678/R.2.10/Fd.1/04/2011. Alasan penahanan, dilakukan demi kelancaran proses penyidikan hingga ke tahap penuntutan nantinya. "Selain itu, penahanan juga menjaga agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti dan melarikan diri,” jelas Kajari.
Tambahnya, dalam kasus itu tersangka disangkakan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) Subsidair Pasal 3 lebih Subsidair Pasal 9 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
Atas penahanan itu, Sukman Ambo Dalle selaku Penasehat Hukum tersangka menegaskan jika pihaknya dalam waktu dekat akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan. “Kalau soal materi perkara kami masih no comment, tapi kepada berbagai pihak kami mengharapkan agar tetap mengedepankan azas praduga tidak bersalah,” jelas Sukman.
Selain, Hamzah dalam kasus itu, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu juga menetapkan satu tersangka lainnya yakni pelaksana kegiatan, Husrin Achmad yang telah ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) pada pekan lalu.
Penetapan sebagai tersangka terhadap keduanya, setelah dalam penyidik menilai jika keduanya bertanggungjawab atas pembangunan gedung itu. Dimana dari hasil penyelidikan Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu ditemukan Sekolah Luar Biasa (SLB) yang dibangun tahun 2007 tersebut, hingga saat ini tidak digunakan. Selain itu, dari hasil penyelidikan terdapat beberapa item yang masuk dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) namun tidak dikerjakan. (NANANG LP)



BERITA UTAMA


AY DINILAI GAGAL PIMPIN DEMOKRAT
*Minta Legislator Dievaluasi
PALU – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Buol, Abdul Razak BM. Radjak mengatakan, Partai Demokrat (PD) harus melakukan evaluasi kepada seluruh anggota legislatif baik di tingkatan provinsi maupun kabupaten/kota. Hal ini dilakukan menyusul kekalahan pasangan calon gubernur/wakil gubernur Sulteng yang diusung  PD, yakni Achmad Yahya (AY)-Ma’ruf Bantilan.
“Kekalahan ini sangat erat korelasinya dengan kinerja para legislator dari Demokrat. Mereka yang duduk di parlemen seharusnya bisa meyakinkan konstituen di Dapilnya masing-masing untuk memenangkan pasangan ini,” kata Razak saat jumpa wartawan, Senin (18/4).
Dia mengatakan, korelasinya dapat dilihat dari perolehan kursi Demokrat di DPRD Sulteng pada Pileg 2009. Suara yang diperoleh cukup fantastik dengan perolehan enam kursi, tapi justru suara di Pilgub Sulteng hampir tidak mencapai setengah dari apa yang diperoleh pada Pileg lalu. Selama ini para legislator yang duduk di parlemen tidak memaksimalkan kerja-kerjanya sebagai perwakilan rakyat. ”Tidak ada nuansa politik yang paling tidak bisa menunjukan bahwa Demokrat itu punya gaung besar dalam perpolitikan,” tambahnya.
Hal itu kata dia, sekaligus menepis adanya anggapan jika mesin partai tidak bekerja. Dia sebagai Koordinator Forum DPC Demokrat se-Sulteng melihat, para pengurus di tingkatan DPC sangat serius untuk bekerja memenangkan kandidat, meskipun dengan dana yang kecil.
”Disini kami bisa mengatakan, Achmad Yahya (AY) telah gagal. Kekalahan ini adalah indikatornya. Kekalahan ini adalah kekalahan terparah dari semua Pilkada se Indonesia yang diikuti Demokrat. Tidak masalah kalah, tapi tidak di posisi paling buncit seperti ini, ini merupakam kecelakaan politik yang paling mengenaskan bagi Demokrat,” ujarnya.
Kegagalan AY tersebut kata dia telah terlihat sebelum pencalonan. Pihaknya beserta tujuh DPC yang ada sangat tidak setuju jika AY mencalonkan sebagai gubernur.
”Disini kita menjual orang, tapi apa yang bisa kita jual. Dalam artian, kami tidak menolak dia mencalonkan diri tapi kalau bisa sebagai wakil saja. Tapi AY memang bersikeras harus jadi gubernur,” tuturnya.
Evaluasi komperehensif yang bakal dilakukan nantinya menyangkut siapa yang bakal layak tampil sebagai calon ketua DPD Demokrat pada Musda Demokrat, Mei mendatang.
Wakil Sekretaris DPD Demokrat Sulteng, Taliti Falluga juga mengkritisi fungsi legislator di parlemen. ”Produk parlemen tidak terasa bagi rakyat. Seharusnya, mengahadapi Pilgub lalu, para legislator lebih intens lagi melakukan pendekatan dengan konstituen. Tapi yang ada, mereka terkesan lebih mementingkan diri masing-masing,” kata Taliti.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng, Nawawi Sang Kilat, mengatakan, salah satu faktor kekalahan adalah tidak cerdasnya Demokrat memilih pasangan yang akan diusung..
”Pada pencalonan dulu, saya pernah menggagas untuk memasangkan Golkar dan Demokrat. Namun sayangnya gagasan saya tidak diterima,” kata Nawawi.
Hasil rekapitulasi suara terkahir yang dilakukan KPU Sulteng menunjukan, pasangan nomor urut lima, AY-MB berada di urutan paling terkahir diantara lima pasang kandidat yang bertarung. Pasangan ini hanya meraih 111.119 suara atau 8,71 persen dari total suara sah 1.275.507 pemilih. (RIFAY)
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Longki’S Janjikan Kabinet Profesional
*UNDANG KPK CEGAH KORUPSI
PALU – Pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih Sulawesi Tengah periode 2011-2016, Longki Djanggola-Sudarto menegaskan dalam mengisi kabinetnya nanti akan menempatkan seseorang secara professional, proporsional atau a man on the right place. Seseorang yang akan masuk dalam kabinet nantinya harus benar-benar sesuai dengan disiplin ilmu.
Hal tersebut dinyatakan Gubernur terpilih Longki Djanggola dalam jumpa pers perdananya di Sekretariat Bersama Koalisi Reformasi Jalan Djuanda, Senin sore (18/04). Longki didampingi pasangannya Sudarto dan Ketua Tim Koalisi Reformasi Karim Hanggi.
‘’Yang jelas, kedepan banyak hal yang harus dilakukan. Pembentukan kabinet harus benar-benar tepat sehingga visi dan misi kami bisa tercapai dalam menciptakan kesejahteraan rakyat,’’ kata Longki.
Selain itu, Longki akan memberikan kewenangan khusus kepada wakil gubernur melalui Surat Keputusan Gubernur. Surat keputusan tersebut nantinya akan diterbitkan bila sudah pelantikan. ‘’Nantinya aka ada kewenangan kepada wakil gubernur selain kewenangan yang sudah diatur dalam undang-undang, terutama dalam pengawasan. Wagub akan membantu gubernur sesuai dengan kewenangan yang diberikan,’’ kata Longki Djanggola.
Yang jelas, tambah Longki, wakil gubernur tidak akan diperlakukan seperti ‘ban serep’. Karena dengan adanya pembagian tugas dan kewenangan maka wakil gubernur pun bisa berjalan tanpa harus melibatkan gubernur, kecuali ada hal-hal strategis yang perlu dikonsultasikan kepada gubernur. Namun tugas-tugas wakil gubernur baru akan diumumkan setelah setelah pelantikan dan dituangkan dalam sebuah surat keputusan gubernur.
Longki juga berpesan kepada seluruh tim sukses untuk tidak berhura-hura dan euphoria atas keberhasilan pasangan ini sampai hari pelantikan. ‘’Bukan kami yang menang. Justru kemenangan ini adalah kemenangan rakyat Sulawesi Tengah. Rakyat sudah memilih sesuai dengan keinginan mereka. Saya juga akan mengambil visi-misi kandidat yang sejalan dengan kami,’’ tambah Longki.
Sementara Wakil gubernur terpilih Sudarto menyatakan sebagai pendamping gubernur, dirinya nanti akan lebih banyak melakukan kerja-kerja  untuk pengawasan dan pembinaan aparatur. ‘’Dengan banyaknya kasus-kasus yang terjadi seperti korupsi dan sebagainya, maka kami tentunya akan melakukan langkah-langkah strategis untuk bisa memberikan pengawasan yang tepat bagi aparatur,’’ kata Sudarto.
Untuk langkah awal, kata Sudarto, akan dilakukan evaluasi personil sesuai dengan kinerja dan disiplin. Kalau kinerja masih seperti yang ada bukan tidak mungkin dilakukan evaluasi. Selain itu, akan melakukan tindakan preventif dengan mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan penjelasan soal korupsi kepada aparat, termasuk bupati. Sehingga mereka tahu apa itu korupsi. Begitupula dengan Badan Pemeriksa  Keuangan (BPK) yang memang secara rutin atau enam bulan melakukan pemeriksaan juga akan dilibatkan dalam memberikan pemahaman terhadap aparatur pemerintah.
‘’Mudah-mudahan bisa menekan tindakan-tindakan atau penyimpangan yang terjadi selama ini,’’ ujar Sudarto.
Pasangan Longki-Sudarto keluar sebagai pemenang pemilihan gubernur Sulawesi Tengah dengan meraih 54,43% (694.299 suara), kedua Aminuddin-Luciana Baculu meraih 16,18% (206,353 suara), ketiga Rendy-HB Paliudju 11,62% (148.209 suara), keempat Sahabuddin-Faisal meraih 9,06% (115.527 suara), dan kelima AY-MB meraih 8,71% (111.119 suara). (Patar)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

KEMENANGAN LONKGI’S
Kalangan Usaha Minta Infrastruktur Dibenahi
PALU - Kalangan dunia usaha menyambut positif  kemenangan pasangan Longki Djanggola-Sudarto dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah periode 2011-2016. Mereka optimis pasangan yang diusung  Partai Gerindra, Partai Hanura, PKPB, PPP, Partai Patriot, PDP, dan PKS ini mampu menstimulasi percepatan pembangunan ekonomi Sulteng.
Demikian diungkapkan Sekretaris Apindo Sulteng Achrul Udaya, Sekretaris PHRI Sulteng Ferry Taula, Wakil Ketua Kadin Sulteng Hardy D Yambas, dan Ketua Kadin Donggala Ahwan Ahmad yang dihubungi terpisah, Senin.
Menurut Achrul Udaya, janji Longki –Sudarto membenahi infrastruktur jika terealisasi akan memacu kualitas pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Ia berharap Longki-Sudarto membenahi birokrasi investasi, terutama masalah perizinan yang hanya berlaku setahun.
Gubernur terpilih juga haru membangunan koordinasi yang baik dengan kabupaten/kota dalam hal regulasi perizinan sebab setiap daerah berbeda-beda. “Saya yakin Longki-Sudarto dapat mengatasi semua ini sebab keduanya sudah memilik pengalaman sebagai bupati,” katanya.
Hal senada diungkapkan Fery Taula. Ia mengatakan akses luas yang dimiliki Longki-Sudarto dapat mendukung berkembangnya industri MICE (meeting, incentive, conference and exhibition) atau wisata konvensi yang bisa menguntungkan bagi banyak pihak, terutama pelaku bisnis parawisata.
Melalui kegiatan bisnis MICE, kata dia, akan membuka lapangan kerja baru, tidak hanya menciptakan tenaga kerja musiman saja, tetapi juga telah menciptakan  pekerjaan yang tetap bagi banyak masyarakat.
“Jika wisata konvensi dapat digiatkan, dengan sendirinya akan meningkatkan tingkat okupansi hotel dan restoran. Apalagi kedepan persaingan semakin ketat sebab enam hotel berbintang empat telah mendapat izin dari walikota Palu,” jelas Fery.
Hardy D Yambas menilai Longki-Sudarto memiliki jaringan yang luas sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendatangkan investor ke Sulteng. Apalagi persoalan energi listrik yang sebelumnya menjadi kendala akan teratasi dengan beroperasi PLTA Sulewana.
“Longki-Sudarto tinggal membenahi iklim investasi, terutama merevisi regulasi yang menghambat,” katanya.
Ahwan Ahmad yang juga Ketua Gabungan Petani Kakao Indonesia mengatakan kemampuan Longki-Sudarto membangun relasi yang baik  dengan bupati/walikota di Sulteng serta gubernur di regional Sulawesi dan pemerintah pusat menjadi modal yang baik untuk mensinergikan pembangunan ekonomi Sulteng.
Koneksitas pembangunan antarkabupaten/kota dan antarprovinsi sudah menjadi tuntutan untuk memberi nilai tambah yang lebih besar dan memangkas ekonomi biaya tinggi. “Longki-Sudart juga harus memberi perhatian khusus pada komoditi tertentu, terutama kakao dan rumput laut dengan membangun industrinya di Sulteng,” tambahnya. (Odink/BI)
--------------------------------------------------------------------------------------

SOAL DUGAAN PENGUASAN TANAH
PDI-P Pelajari Gugatan ke Yuliansyah
PALU – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sulteng, Safrun Abdullah menyatakan, pihaknya beserta tim pengacara masih mempelajari bahan gugatan yang akan dilakukan kepada mantan Kepala Biro (Karo) Perlengkapan Umum (Perlum) Sulteng, Yuliansyah.
Hal itu dikatakan Safrun usai mengikuti proses penetapan gubernur/wakil gubernur Sulteng terpilih di Hotel Swissbel, Senin (18/4).
Menurutnya, pihaknya tidak akan mengurungkan niat untuk menggugat Yuliansyah. “Tetap digugat, baik pidana maupun perdata,” tegasnya.
Proses hukum yang akan ditempuh pihak PDI-P tersebut berdasarkan adanya sebidang tanah milik PDI-P di Jalan Basuki Rahmat yang diduga telah dikuasai Yuliansyah saat menjabat Karo Perlum.
Sebelumnya, Safrun Abdullah mengatakan, proses hukum tersebut juga tak hanya untuk pribadi Yuliansyah melainkan juga terhadap jabatannya dulu sebagai Karo Perlum.
“Katanya dia (Yuliansyah) peroleh dari Pemda. Jadi artinya, dia menyerahkan tanah tersebut kepada dirinya sendiri. Kami tidak tahu juga apa dasarnya menguasai tanah tersebut,” kesal Safrun, Wakil Ketua DPRD Sulteng itu.
Lebih jauh dia mengatakan, keinginan untuk merebut kembali tanah tersebut bukan hanya berasal dari dirinya sebagai ketua DPD, melainkan keinginan semua kader PDI-P sendiri.
“Bukan hanya persoalan tanahnya, tapi tempat tersebut adalah tempat bersejarah buat PDI-P. Disana adalah saksi bagaimana perjuangan PDI-P sejak dulu. Memang dia ini sengaja mau menghilangkan sejarah PDI-P,” kata Safrun.
Keberadaan lokasi di bilangan jalan Basuki Rahmat tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng saat masih dijabat gubernur Galib Lasahido, sekitar tahun 1980-an. Lokasi tersebut diserahkan gubernur langsung kepada mantan Ketua DPD PDI, Kisman Yojodolo.  (RIFAY)

BERITA UTAMA


TERKAIT PEMBANGUNAN GEDUNG BIRO PERLUM
Sekprov Gelar Rapat dengan SKPD
PALU-Terkait lambatnya pembangunan bekas kantor Biro Perlengkapan Umum (Perlum) dan sejumlah masalah di internal Pemerintah Provinsi Sulteng, Sekretaris Daerah (Sekprov) Sulteng, Rais Lamangkona, mengaku akan menggelar rapat bersama sejumlah SKPD.
Menurutnya, banyak masalah selama ini di Pemprov, belum dikomunikasikan langsung terpublis di media. Nanti setelah masalah itu terpublikasi, baru pihaknya mengetahuinya.
“Selama ini info kami dapat bukan dari internal, hanya melalui media. Ini perlu kami antisipasi, jangan sampai terjadi polemik, padahal infonya belum tentu benar,” katanya.
Ia juga mengakui, belum tentu ia bisa mengcover semua masalah di internal pemprov, namun sedikit banyak harus ia ketahui.
“Saya akan mengundang semua kepala SKPD, untuk membicarakan masalah-masalah yang terjadi, dalam waktu dekat.biar informasi yang beredar benar adanya,” tambahnya.
Ia menampik ketika ditanya apakah akan melakukan system informasi 1 pintu. Menurutnya, upaya itu hanya meminimalisir polemik yang bisa jadi berkembang melalui media.
Menurutnya, semua pejabat bisa bicara, asal sesuai dengan data dan fakta yang ada. Hal yang sama juga ia harapkan kepada wartawan, agar bisa memberitakan informasi yang benar.
Ketika ditanya tentang masalah pembangunan bekas kantor Perlum yang terbakar pada tahun 2008 tersebut, ia mengaku belum mengetahui banyak. Ia enggan berkomentar nantinya informasi yang ia berikan salah.
“Masalah ini kan muncul ketika staf kami dipanggil jaksa,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah memeriksa Mantan Kepala Biro Perlengkapan Umum (Perlum) Yuliansyah di Palu, Selasa lalu. Pemeriksaan ini terkait pengusutan Rehabilitasi Gedung Kantor Biro Perlengkapan Umum (Perlum) Sulteng di Jalan Samratulangi, Palu Timur.
Dalam pengusutan itu penyidik mensinyalir telah terjadi penyimpangan, karena telah dianggarkan dana sebesar Rp3 miliar, namun belum dilakukan pembangunan. Padahal diketahui dalam perencanaan pembangunan telah dialokasikan dana dari APBD tahun 2008.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPKK) Biro Perlum, yang tak mau namanya dikorankan kepada media ini menyebutkan, tahun 2008 telah ada anggaran sebesar Rp3 miliar lebih untuk rehabilitasi bangunan tersebut. Untuk tahap awal kata dia, anggaran dikeluarkan sebesar Rp800 juta lebih, untuk keperluan pengujian laboratorium atas kondisi fisik bangunan.
“Rp800 juta lebih itu hanya untuk anggaran uji laboratorium dan perencanaan. Uji laboratorium menghabiskan dana sebesar Rp148 juta lebih, sisanya untuk perencanaan. Namanya bangunan lama, makanya harus diuji teknis dulu, apa masih layak untuk direhab atau harus dibangun baru lagi,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pada tahun 2008 proses tender tidak bisa dijalankan karena terkendala jadwal. “Tahun 2009 itu tidak ada dalam DPA, jadi tidak ada proses tender,” katanya. Tahun 2010, situasinya juga sama dengan tahun 2008. Tahun ini, rencana tender dilaksanakan triwulan 1, namun belum pasti karena dihitung ulang konstruksi pembangunannya. (NANANG LP/SAHRIL)
---------------------------------------------------------------------

PASCA PENETAPAN
Longki`S Kunjungi Graha KNPI
PALU – Silaturahim Gubernur terpilih, Longki Djanggola – Sudarto  (Longki’S) di Graha KNPI dilakukan sesaat setelah penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulteng bertempat di Swis Belhotel, Senin (18/4) kemarin.
Pertemuan dengan DPD- KNPI Sulteng, OKP se-Sulteng, DPK-KNPI kab/kota ini bertema Meretas Harapan Baru Pemuda Sebagai Penopang Pembangunan Daerah Sulteng.
“Saya terharu saat Ketua KNPI Sulteng meminta untuk bertatap muka pasca penetapan. Betapa ini menurut saya masih sangat dini, masih perlu kewaspadaan adanya kerikil dalam sisa perjuangan kita selama ini,” tutur Longki sembari mengusap matanya.
“KNPI yang menjadi harapan baru bagi pemuda Sulteng, KNPI merupakan wadah bagi kaum muda untuk bersama-sama membangun Sulteng menjadi lebih maju dan berkembang,” imbuh Longki.
Dalam tatap muka tersebut, Longki siap memberikan ruang bagi pemuda untuk membangun Sulteng menjadilebih baik kedepan. Dukungan Gubernur terpilih yang mendapat suara terbanyak itu terhadap pemuda dikarenakan tertuang dalam salah satu misinya yaitu pemberdayaan pemuda.
Proses demokrasi yang begitu dijunjung tinggi oleh KNPI cukup membanggakan, namun begitu Longki berharap kedepan dalam kerja-kerja KNPI melibatkan OKP-OKP untuk bersama-sama bekerja serta membawa serta OKP agar maju berkembang.
“Banyak hal yang saya harapkan dari para pemuda ini, saya berharap para pemuda mampu meminimalisir jumlah pengangguran dengan berbagai program yang bisa digerakkan tentunya dengan dukungan kita semua. Kita harus menciptakan pemuda-pemuda yang handal, berkualitas serta peka terhadap perkembangan situasi,” tutup Longki. (EGA)
-------------------------------------------------------------------------------------

SKIP FM
Mendunia Lewat Udara
PALU – Menginjak usia ke-4, Radio SKIP 94.3 FM yang telah mengantongi Ijin Resmi Prinsip Siaran dari Menkominfo,Tifatul Sembiring ini dapat didengarkan lewat frequensi 94.3 Mhz dengan wilayah jangkauan siaran dari Kota Palu, Donggala, sebagian Parigi dan Pantai Barat. Bahkan pada 2008 lalu, Radio SKIP FM juga telah dapat didengarkan diseluruh dunia lewat fasilitas live streaming www.skipfm.co.id.
Radio SKIP FM juga mempunyai Divisi Event Off Air yaitu Event Organziser SKIP FM Production yang telah mendatangkan puluhan artis Nasional maupun event -event Nasional. Dengan Total Penyiar 23 orang Radio SKIP FM sementara ini menjadi radio dengan penyiar terbanyak di Sulawesi.
“Selain itu pada tahun 2009 kami mendapat peringkat teratas pooling salah satu group media terbesar di Indonesia sebagai radio terbanyak pendengar di Sulawesi Tengah dan radio anak muda terfavorit di Sulawesi Tengah,” ujar General Manager SKIP FM, Samuel Sumakul, Senin (18/4).
Tema perayaan hari jadi SKIP FM kali ini dipilih Thema “Radio 4 Inspiration” selain memperkuat ulang tahun ke 4 kalimat, “Radio 4 Inspiration” mengajak pendengar radio SKIP FM agar bisa mendapat inspirasi positif dari mendengarkan Radio SKIP FM.
Dengan berbagai rangkaian acara seperti siaran langsung diatas langit Kota Palu menggunakan paralayang dan sempat mendapat perhatian masyarakat Kota Palu yang menyempatkan diri tadi pagi melihat ke atas langit Kota Palu menyaksikan station udara bergerak Radio SKIP FM.
“Istimewanya di ulang tahun kali ini, kami mengundang semua radio yang ada di Kota Palu untuk kolaborasi siaran mewakili radio masing masing hal ini sekaligus menghilangkan kesan bahwa Radio SKIP FM terkesan eksklusive dan tertutup dengan radio lain,” singkat Sammy, sapaan Samuel SUmakul.
Selain itu ada juga lomba photo facebook dengan thema “Radio 4 Inspiration” yang diikuti oleh para pendengar radio SKIP FM. Dan berbagai aksi sosial dalam rangka menyukseskanProgram Palu Green & Clean” crew radio SKIP 94.3 FM dan sebagian pendengar melakukan aksi clean up beach di Kawasan Pantai Talise. (EGA)

LEMBAH PALU


SERANG WARGA
12 Anggota Sabhara Ditahan
PALU - Sebanyak 12 orang anggota  Direktorat Sabhara Polda Sulawesi Tengah, Senin (18/4) dijebloskan ke dalam tahanan terkait penyerangan disertai pengerusakan yang mereka lakukan terhadap warga di Jalan Veteran, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Palu Selatan Minggu malam (17/8).
Pernyataan ini disampaikan Kapolda Sulteng Brigadir Jendral Dewa Parsana yang dihubungi wartawan melalui telepon, Senin malam.
Kata dia, 12 orang anggota yang diduga terlibat langsung penyerangan tersebut sudah termasuk dalam daftar pemeriksaan terhadap 27 anggota Sabhara yang dilakukan  Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda pada Senin siang.
“Jika dalam hasil penyelidikan selanjutnya masih ada anggota yang terbukti terlibat dalam penyerangan maka akan kami masukkan ke dalam tahan,” tegas Dewa Parsana.
Lebih jauh ia mengatakan, tindakan penyerangan yang dilakukan anggota Polisi Republik Indonesia (Polri) terhadap warga merupakan pelanggaran disiplin dan wajib menjalani proses hukum.
Namun demikian orang nomor satu di jajaran kepolisian Sulteng itu belum siap menyebutkan nama-nama anggota yang telah menjalani penahanan.
Dalam peristiwa tersebut tercatat beberapa warga dianiaya serta sembilan unit sepeda motor dan satu warung tegal dirusak.
Dari hasil penyelidikan sementara, penyerangan diduga bermotif balas dendam dan dilakukan secara spontan tanpa perencanaan.
Menurut warga sekelompok polisi datang dengan dalih mencari rekannya yang mengaku dipukuli warga. Kemudian langsung memukuli warga secara yang berada di tepi jalan, kebanyak yang menjadi korban mengaku tidak mengetahui akar masalahnya.
“Kami tidak tau persoalan, tiba-tiba langsung dipukul,” kata Dani (26) warga Lasoani kepada wartawan beberapa saat setelah kejadian. (banjir/ICHAL)
-------------------------------------------------------------------------------------------

KECAM PELECEHAN GURU
HMI Desak Kepsek SMA 5 Dicopot
PALU – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palu meminta Dinas Pendidikan (Disdik ) Kota Palu agar segera mencopot jabatan kepala sekolah SMA Negeri 5 Palu Costantin S Andreas. Permintaan tersebut berkaitan dnegan tindakkan dugaan pelecehan terhadap salah seorang guru wanitanya.
Koordinator aksi Muh Aswad mengatakan, dugaan pelecehan yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap salah seorang guru perempuan di sekolah merupakan tindakan yang menistakan dunia pendidikan. Dimana seorang guru yang nota bene adalah pendidik dan pengajar para generasi penerus bangsa justru melakukan tindakan  yang tidak senonoh.
Menurut dia, ini sangat ironi, yang seharusnya sebagai pendidik, pembimbing  yang tidak selayaknya dilakukan oleh pimpinan.
“Kami dari HMI cabang Palu meminta Disdik Kota Palu agar segera mencopot jabatan kepala sekolah SMA Negeri 5 dan dinonaktifkan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari banyaknya korban yang berjatuhan atas sikap dan perilaku kepsek yang sudah mencoreng nama baik dunia pendidikan di Sulteng khususnya di Kota Palu,” ujar Muh Aswad.
Plh Disdik Kota Plu Drs Sahrul Saruddin saat menerima para pengunjuk rasa di ruang kerja Kadisdik Kota Palu mengatakan, tuntutan para mahasiswa akan ditampung dan akan disampaikan kepada walikota Palu untuk penanganan lebih lanjut.
Mendengar jawaban Plh Disdik yang mengambang aksi massa dari  HMI melanjutkan unjuk rasanya di Kantor walikota Palu.
Sekretaris Kota Palu Arifin Hi.Lolo yang menerima para pengunjuk rasa mengatakan untuk saat ini pihaknya telah membentuk tim investigasi kasus ini. Namun untuk saat ini dia tetap membiarkan pelaksanaan UN berjalan. “Sudah ada tim yang dibentuk dalam meneliti kasus ini,” ujar Arifin  (Irma/Hamsing)     
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

TEMBAK MATI WARGA
Briptu Idris Ditahan di Ruangan Khusus
PALU - Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Brigadir Jendral Dewa Parsana berjanji akan menindak tegas anggotanya yang diduga menembak mati Ferry (22) warga Jalan Tanjung Tada, Kecamatan Palu Selatan, Sabtu malam (16/4).
Kata dia, dalam waktu dekat ini pelaku akan menjalani proses disiplin Polri oleh Propam dan proses pidana di bagian Direktorat Reserse Kriminal (Dit Reskrim) Polda Sulteng.
“Kepolisian telah memeriksa pelaku dan menahannya di ruangan khusus,” tegas Dewa Parsana kepada wartawan, Senin (18/4).
Hingga kini kepolisian terus mendalami kasus yang terjadi di Jalan Teluk Tolo. Dugaan sementara penembakan terjadi saat pelaku sedang berada di salah satu rumah kontrakan wilayah tersebut, tiba-tiba korban bersama salah seorang rekannya datang dan mengancam pelaku dengan menggunakan senjata tajam.
Berdalih membela diri, pelaku kemudian melepas dua kali tembakan, yang pertama tembakan peringatan disusul tembakan kearah korban. Akibatnya korban menderita luka di bagian punggung tembus ke dada kanan.
Sebelumnya orang tua korban, Bidrahim, menuntut kepolisian mengusut kasus tersebut dan memberikan hukuman setimpal kepada pelaku.
“Ferry anak kami mati dengan cara tidak wajar, kami meminta kepolisian memberikan hukuman setimpal kepada pelaku,” kata Bidrahim yang ditemui saat upacara pemakaman korban, Minggu (17/4).(banjir)
------------------------------------------------------------------------------------

Berkas Perkara Munawarah Lengkap
PALU – Berkas perkara kasus dugaan penipuan dengan tersangka mantan anggota KPU Kota Palu, Munawarah (40) dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu, Senin (18/4).
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Palu, Asmah kepada wartawan, Senin (18/4) mengatakan. Berkas perkara kasus tersebut telah memenuhi syarat formil dan materil. “Olehnya setelah memenuhi syarat itu, berkas perkara kami nyatakan P-21 (lengkap),“ jelas Asmah.
Dilanjutkannya, setelah dinyatakan lengkap, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tinggal menunggu kesiapan penyidik kepolisian untuk melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).
"Kalau soal waktu penyerahan (pelimpahan) tergantung penyidik kapan siap melimpahkan tersangka, kalau kami (JPU) hanya menerima," tuturnya.
Diketahui, mantan Anggota KPU Kota Palu, Munawarah diduga melakukan tindak pidana penipuan terhadap saksi korban,  I Wayan Sukardi (44) pada Maret 2008 silam tepatnya di Toko Komputer Dhiyo, Jalan Bali Nomor 207 A, Palu Selatan. Saat itu, Munawarah memesan sembilan unit komputer beserta accesories dengan harga total Rp 52.425.000.
Sesuai perjanjian rencananya pembayaran akan dilakukan dua bulan kemudian. Namun setelah waktu yang ditentukan bersangkutan (Munawarah) tetap tidak kunjung membayar dengan berbagai alasan. Akibat perbuatannya, tersangka disangkakan melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP. (NANANG LP)
------------------------------------------------------------------------------------

JELANG PENERAPAN e-KTP
Disdukcapil Diminta Siapkan Aparatur
PALU – Walikota Palu H Rusdy Mastura, meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palu, agar mempersiapkan segala sesuatunya menjelang penerapan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Salah satunya kata walikota, menyangkut kesiapan sumber daya aparatur, sebagai bagian dari usaha peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan walikota dalam sambutannya pada apel Kesadaran Nasional, di halaman Kantor Walikota Palu, Senin kemarin (18/4).
Walikota mengatakan, bagaimanapun bagusnya pemerintah merancang sebuah program pelayanan, jika tidak didukung aparatur dan seluruh elemen masyarakat, mustahil program tersebut berhasil.
“Hal ini membutuhkan kesungguhan kita semua dalam berbagai kewajiban dan tanggung jawab yang melekat sebagai warga negara yang baik, kiranya dapat dimanifestasikan dalam mewujudkan keberhasilan penerapan e-KTP, dalam konteks penyelenggaraan administrasi kependudukan menuju tercapainya visi secara nasional yaitu tertib adminsitrasi kependudukan 2015,” kata walikota.
Walikota mengungkapkan, saat mengikuti rapat kerja nasional kependudukan dan pencatatan sipil, menteri dalam negeri menekankan keberhasilan program penerapan e-KTP tahun 2011 dan 2012, akan memantapkan posisi Indonesia sejajar dengan negara-negara maju di dunia. Bagi Indonesia, penyelenggaraan adminsitrasi kependudukan secara modern, merupakan keharusan yang pelaksanaannya tidak bisa ditawar-tawar.
“Melalui proses administrasi kependudukan yang benar, akan diperoleh data valid dan terkini. Bahkan dapat dibuat proyeksi penduduk, bukan lagi ramalan jumlah penduduk, tetapi suatu perhitungan yang ilmiah, yang didasarkan pada asumsi dari komponen laju pertumbuhan penduduk melalui kelahiran, kematian dan kepindahan,” katanya. (Irma)
---------------------------------------------------------------------------------------------


PENILAIAN LKLTPP BERAKHIR
Walikota Harapkan Ada Kontribusi
PALU – Penilaian lomba kelurahan dan lomba terpadu pemberdayaan perempuan (LKLTPP) Tingkat Kota Palu di empat kelurahan yang mewakili empat kecamatan di Kota Palu, Senin kemarin (18/4) berakhir. Kelurahan yang terakhir dinilai, adalah Kelurahan Mamboro yang mewakili Kecamatan Palu Utara. Tim penilai yang datang, di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palu Hj Vera Mastura, perwakilan Dharma Wanita Kota Palu serta sejumlah pejabat di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Walikota Palu H Rusdy Mastura dalam sambutannya pada kegiatan tersebut mengatakan, lomba kelurahan dan lomba terpadu pemberdayaan perempuan yang diselenggarakan kali ini, merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam membangun kelurahan.
Walikota mengatakan, paradigma pembangunan yang lebih mengutamakan pembangunan ekonomi, seharusnya beralih menjadi paradigma pembangunan yang lebih menitik beratkan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat pada hakekatnya merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat sebagai subjek dan objek pembangunan. Wujud dari meningkatnya kemampuan masyarakat, tercermin dalam peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat seperti melalui indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sedangkan wujud dari kemandirian masyarakat, adalah terciptanya proses demokratisasi dalam mengambil keputusan yang melibatkan peran aktif masyarakat.
Walikota menekankan, pelaksanaan lomba kelurahan jangan hanya dipandang sebagai acara seremoni belaka, tetapi hakekatnya untuk menggalakkan aktivitas pembangunan di masyarakat secara berkelanjutan dan mandiri, melalui daya dukung aparatur pemerintahan kelurahan dan kecamatan yang berkualitas, dengan suasana kompetisi yang sehat sehat dan berdayaguna dengan wujud manajemen pembangunan berbasis masyarakat.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya berlangsung secara seremonial dan rutin setiap tahunnya. Akan tetapi ada kontribusi terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat di Kota Palu,” kata walikota.
Walikota juga berharap, para perempuan dapat meningkatkan peranannya untuk mengaktualisasikan diri dalam pembangunan. Karena sesungguhnya program tersebut adalah salah satu upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM), khususnya perempuan dan memanfaatkan sumber daya alam serta lingkungan dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat sejahtera dan bahagia.
Sebelumnya, tiga kelurahan yang mewakili tiga kecamatan lainnya di Kota Palu juga telah selesai dinilai. Untuk kelurahan Silae yang mewakili Kecamatan Palu Barat, penilaian dilakukan Selasa (12/4), Kelurahan Lolu Utara yang mewakili Kecamatan Palu Selatan penilaian dilakukan Rabu (13/4), Kelurahan Besusu Timur yang mewakili Kecamatan Palu Timur penilaian dilakukan Kamis (14/4). Sementara pemenang lomba direncanakan diumumkan Mei 2011 mendatang. (Irma)