Selasa, 19 April 2011

LEMBAH PALU

UN- Sebanyak 72 Siswa Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu menghadapi Ujian Nasional (UN), Senin kemarin.  Berdasarkan data Bidang Mapenda Kemenag Sulteng, tercatat sebanyak 3.854 siswa di lingkungan madrasah mengikuti UN tahun 2011. Foto Nanang

KAKANWIL BUKA  UN MAN 1 PALU
Jadikan Sportifitas Sebagai Ciri UN Madrasah
PALU- MAN 1 Palu mendapat kehormatan pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2011. Kakanwil Kemenag Sulteng, H Mohsen Alydrus, memilih madrasah di jalan Jamur tersebut sebagai tempat pembukaan UN, Senin (18/4).
Dalam pembagian rayon, MAN 1 Palu berada pada Sub Rayon 05 Kota Palu bersama Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu.  Khusus  MAN 1 Palu, peserta ujian berjumlah 221 orang terdiri dari 186 siswa MAN 1, 13 siswa MA Muhammadiyah dan 22 siswa MA DDI Palu. Sementara selebihnya 72 orang siswa MA Alkhairaat Palu yang nota bene berstatus disamakan, mengikuti ujian di madrasahnya. 
Kakanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah, H  Mohsen, dalam arahannya pada pembukaan UN mengharapkan siswa dalam keadaan fresh (segar) menghadapi ujian. Ketegangan dan beban agar segera dicairkan. “Kalian sudah belajar tiga tahun. Lagi pula yang diujikan kan materi yang sudah dipelajari. Tidak mungkin yang diujikan sesuatu yang tidak pernah kalian pelajari,” pesan Mohsen membesarkan jiwa siswa. Mantan Kakanwil Kemenag Maluku Utara ini bahkan mengungkapkan pribahasa Arab yang artinya kepercayaan diri adalah pangkal kesuksesan.
Terkait masalah kejujuran yang kerap mencederai pelaksanaan UN, Kakanwil Kemenag mengingatkan para guru untuk menjunjung tinggi sportifitas. “Apapun hasilnya, itulah buah kerja keras yang harus kita terima. Pertahankan sportifitas, dan itu harus menjadi ciri kita,” ujarnya.  
Kepala  MAN 1 Palu, Soim Anwar, mengaku siap mengamankan amanat Kakanwil untuk menjaga sporitiftas. Berbagai persiapan dalam bentuk try out dan pendalaman materi telah dilakukan guru-guru MAN 1 Palu. Karena itu, Soim optimis, siswanya akan sukses mengikuti UN. “Kami sudah bertekad untuk mengedepankan kejujuran. Apalagi Mendiknas telah menegaskan sanksi berat bagi guru yang berbuat curang,” kata Soim.
Selain di MAN 1 Palu, Kakanwil Kemenag Sulteng juga mengunjungi pelaksanaan UN di MA Alkhairaat dan MAN 2 Model Palu. Bahkan rombongan Kakanwil ikut bergabung dengan Sekretaris Provinsi, H. Rais Lamangkona dan Kadis Dikjar H. Abubakar Al Mahdali melakukan pemantauan di SMU Negeri 1, SMA Muhammadiyah dan SMK Negeri 2 Palu.
Berdasarkan data yang diperoleh pada Bidang Mapenda Kemenag Sulteng, tercatat sebanyak 3.854 siswa dilingkungan madrasah mengikuti UN tahun 2011. Mereka tersebar pada madrasah negeri dan swasta pada 11 Kabupaten dan Kota se Sulawesi Tengah. (Humas Kemenag/Nanang)
-------------------------------------------------------------------------

Hari Pertama UN Berjalan Lancar
PALU- Hari pertama pelaksanaan ujian Nasional (UN) di Kota Palu berjalan dengan lancar. Tidak ada kekurangan naskah UN maupun lembaran jawaban ujian Nasonal (LJUN) terjadi.
Ketua pengawas satuan pendidikan Untad Palu Muh Ramlah Salam mengatakan, hari pertama pelaksanaan UN pasti ada saja ditemukan kendalanya. Namun kendala tersebut dapat diatasi dengan baik, tidak mengganggu jalannya pelaksanaan UN.
Menurut dia, kendala yang ditemukan di beberapa sekolah seperti dalam hasil cetakan UN pada mata pelajaran  Bahasa Indonesia tidak mencantumkan nomor soal tersebut dan untuk di SMK Negeri 3 percetakan tidak melampirkan amplop pengembalian LJUN. Namun kendala tersebut bisa diatasi dengan baik.
Alhamdulillah, hari pertama UN berjalan dengan lancar. Kami tidak mendapatkan adanya keganjalan dalam pelaksanaan tersebut. Dalam pengawasan UN sebanyak 50 orang pengawas diturunkan di Sekolah SMA, SMK dan Madrasyah. Sementara melihat kwalitas cetakan naskah UN jika saya bandingkan dengan tahun lalu hasilnya percetakan tahun ini lebih baik,”ujar Muh Ramlan.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Palu Muh. Ali Kadir mengatakan,dalam pelaksanaan UN 2011 pihaknya dipercayakan sebagai ketua Sub Rayon 2 menanagani 10 sekolah dengan jumlah peserta UN sebanyak 1.570 siswa. Sekolah tersebut terdiri dari SMAN 4, SMAN 6, SMAN 8, SMA Madani Palu, Karuna Dipa, GPID, Khatolik,SMA Alkhairaat dan SMA Swadaya Palu.
Dalam pelaksanaan UN pada hari pertama pihaknya mengalami kelebihan 10 naskah UN  pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Namun kelebihan tersebut segera diantisipasi dengan menyerahkan ke SMAN 4 Palu yang mengalami kekurangan naskah tersebut.
Hari pertama UN SMA Negeri 2 Palu dari jumlah peserta 558, ada satu orang siswa tidak hadir dikarenakan mengalami sakit cacar. Siswa tersebut atas nama Rifky Ananda  Kelas XII IPS 4.pihak sekolah akan memberikan kesempatan untuk mengulang bagi siswa yang tidak hadir pada saat UN, dikarenakan sakit.(Irma)    
---------------------------------------------------------------------------

Bupati: Manusia Butuh Gizi Seimbang
SIGI – Gizi seimbang pada manusia sangatlah penting. Sebagai sumber kehidupan dalam melaksanakan aktifitasnya, dan kebutuhan gizi ini tentunya didukung dengan ketersediaan bahan pangan yang cukup dalam mensejahterakan masyarakat yang sehat.
Demikian kata Bupati Sigi Aswadin Randalembah dalam amanahnya pada acara kerjasama antara Kantor Ketahanan Pangan dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sigi, dalam mensejahterakan keluarga sehat Senin (18/04).
Bupati menegaskan, dalam mewujudkan keluarga sehat dengan gizi seimbang diperlukan upaya dengan memanfaatkan sumber pangan yang banyak terdapat di daerahnya, untuk Kabupaten Sigi sendiri memiliki potensi yang kaya akan hal itu, namun sepertinya kurang menjadi perhatian sehingga potensi  itu kurang terolah dengan baik.
“Di Sigi ini mempunyai potensi yang cukup akan pangan namun sepertinya kurang terolah dengan baik untuk dikonsumsi. Sebab budaya kita khususnya orang kaili saat ini dalam menyajikan makanan hanya diberikan satu macam saja, tidak ada makanan jenis lain. Seperti bila kita ingin makan kaledo, cuma kaledo saja yang diberikan. Berbeda bila kita makan khas lain seperti nasi rawon isinya bermacam-macam ada sayur hingga lauknya baik tempe maupun lainnya sehingga makanan ini sederhana tapi menyehatkan, karena lauknya bermacam-macam,” cerita Bupati saat berkunjung ke Jawa.
Inilah yang sebenarnya perlu menjadi contoh. Gizi seimbang itu bukan karena makanan tersebut harganya mahal akan tetapi bagaimana makanan tersebut dapat diolah sedemikian rupa dengan sederhana akan tetapi menyehatkan. Bupati juga menyampaikan pemanfaatan pekarangan rumah sangat perlu, dengan demikian apa yang dihasilkan dari pemanfaatan pekarangan itu dapat dijadikan makanan dengan gizi seimbang dan menyehatkan.
Acara yang juga dihadiri wakil Bupati Living Stone Sango, ketua tim penggerak PKK serta sejumlah SKPD dan para camat, disertai penandatanganan kesepakatan yang dilakukan antara Kantor Ketahanan Pangan (KKP) dan PPK Kabupaten Sigi. (Hady)         


PALU EOEO.....


Aga Pulisimo Novia Gado…
SAKUYA eo naliu hie damo nakiri taita nanggita pulisi dako ri Gorontalo najadi topodade India. Pulisi ri ngatata hie aga novia gau, ledo nipopo ngirira kita, aga nipaka raura bo nipopo tumangira kita.
Eva kajadia ripua bongi ri jalan Veteran. Bara labi sapulu geira nakava ante motoro nanggaremba. Bara nuapa saba hai, mau banua ntona niliumakara nirempera pura. Motoro nidika ri bivi nu dala muni niduggasaka bo nigerora. Ana rabacata ri sura kabar ripua, ledo aga nanggeni laura geora, naria munimo sanu nanggeni taono.
Mpamulana dopa nisani nuapa nanggaremba hai. Bo bara wereramo rasani, saito topanggaremba hai nanavu kartu pulisina, sabanamo hai bo nisani bo pulisi tano nanggaremba. Kaupunapa vei, pulisi gahai riavi nisaka puramo, bo ni sel ri Polda.
Riavi na dapa muni vai. Ana mpulisi da sapua ampa mpae hamai ri Jalan Elang, nialana panaguntu ntomana bo hau nipomorekana ante roana nomore. Bo panaguntu hai muni bara naseta, tempona nidikanamo mata nu panaguntu ri balengga nuroana, nepogu mpu bo nosuvuraka peluru.
Kasiranga, sabana hai, napasa ranga balengga nungana nambela panaguntu. Bara sakuya ja nirawat ri ruma saki, nipomatenamo ranga saba hai.
Toma nu ngana hai muni bara ledo ria notona nomboli panaguntu. Bo mpodidakanamo panaguntu, kaupuna nipomoreka nu ngana. Ane vesiamo berimbamo? Toma nu nganamo hai mombatangguna. (TORIBOYA)

DUNIA ISLAM


HPA Minta Kapolda Bertindak Preventif
PALU – Pengurus Pusat Himpunan Pemuda Alkhairaat (PP-HPA) meminta kepada Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Polisi Dewa Parsana untuk melakukan pencegahan dini terhadap, kemungkinan kejadian itu terjadi di daerah ini.
“Kapolda harus bertindak preventif menyikapi insiden bom bunuh diri. Tidak menutup kemungkinan kejadian serupa akan terjadi di daerah lain, kita belum faham apa motif dari pelaku insden tersebut,” kata Sekretaris Jenderal PP-HPA, Lutfi Yunus kepada Media Alkhairaat, Senin (18/4).
Menurutnya, bom bunuh diri itu, bisa jadi membuka akses pemikiran tentang bom bunuh diri. Setelah itu, jelasnya berpengaruh secara psikis pada masyarakat, aktifitas ekonmi, sosial bahkan pemerintahan. Yang paling fatal, kata dia, ketika bom meledak di masjid markas kepolisian.
Ia mengatakan, bom ini juga seringkali disematkan kepada Islam. Padahal, tindakan tersebut sebagai aksi yang melanggar syariat. 
Menurut Lutfi, ini bisa jadi upaya pihak tertentu yang ingin memojokkan Islam. Boleh jadi bom Cirebon sebagai salah satu upaya untuk memecah belah umat Islam.
HPA memperingatkan kepada semua pihak agar tidak melanjutkan pikiran dan niat untuk mendiskreditkan Islam dan kaum muslimin. Sebab hal itu hanya akan menimbulkan perpecahan di kalangan kaum muslimin sendiri.
“Selaku representrasi kepemudaan, HPA mendorong kinerja Kapolda atau institusi terkait harus melakukan langkah dengan sesigap mungkin melakukan kontak pemuda, OKP keagamaan Islam, Kristen, Hindu dan Budha untuk melakukan koordinasi pencegahan dini atas insiden tersebut,” imbuhnya. (NANANG)
-------------------------------------------------------------------------------------------

Pramuka MA Alkhairaat Teliti Palu Barat
PALU - Untuk naik ke jenjang Penegak Laksana, Pramuka Madrasah Alkhairaat Pusat Palu harus melakukan beberapa syarat. Dan untuk tahun ini, syaratnya mereka harus mencari atau meneliti data kelurahan di Palu Barat.
Pembina Pramuka MA Alkhairaat Abdurrahman Timumun mengatakan, untuk putri harus mencari data di tujuh Kelurahan dan putra meneliti sembilan kelurahan yang telah ditentukan.
Di setiap keluruhan tersebut, mereka mesti mencari data tentang, jumlah madrasah, jumlah masjid, jumlah penduduk muslim dan data-data lainnya.
“Tiap tahun kita berfariasi metodenya, tahun ini mereka harus mencari data di kelurahan. Ini lebih bermanfaat karena dengan data ini kita bisa mengetahui potensi umat muslim di Palu Barat,” Abdurrahman, usai melepas calon Penegak Laksana, Senin (18/3), di halaman madrasah tersebut.
Sedangkan tahun-tahun  lalu kata dia, ada yang dalam bentuk perkemahan atau hacking. Jadi untuk tahun ini, dikemas berbeda, dan lebih bermanfaat. Data-data itu kata Ustad, akan disimpan diperpustakaan MA Alkhairaat.    
Penelitian ini berlangsung selama dua hari. Untuk angkatan pertama Abdurrahman melepas, sedikitnya tujuh orang, tiga putri dan empat putra. Sedangkan pada hari  ini, Abdurrahman akan melepas gelombang kedua.
“Ini adalah gelombang pertama, untuk angkatan tahun ini yang kami lepas. Insya Allah besok gelombang kedua,” kata Abdurrahman.
Katanya, tahap ini dikarenakan, personil pramukanya bergantian menjaga ketertiban dan keamanan Ujian Nasional. Maka pada hari ini, pramuka yang dilepas kemarin, menggantikan peserta yang akan dilepas hari ini.
Dan setelah semuanya telah mendapatkan hasil penelitian mereka, maka calon Laksana ini akan dilantik. Jika tidak memenuhi syarat maka akan dilantik pada penaikan Laksana mendatang. (NANANG)
-------------------------------------------------------------------------------------------
Kemenag: Pemda Mesti Peduli Pegawai Syara
PALU - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulawesi Tengah, Mochsen Alidrus, berharap, Pemerintah Daerah  lebih meningkatkan kepedulian terhadap lembaga keagamaan dan pegawai syara’. Hal ini agar mereka bisa memainkan perannya secara maksimal.
Kakanwil menyadari betul, pihak Kementerian Agama memiliki keterbatasan dana dalam hal tersebut.
Diungkapkan, penyuluh agama dan pegawai syara seringkali mengeluh belum maksimal bertugas karena minimnya kesejahteraan yang diberikan oleh pemerintah. Kondisi ini diperparah oleh asumsi sebagian masyarakat yang menilai pemberian insentif kepada muballigh sebagai menjual ayat-ayat Tuhan. Kakanwil menilai realitas tersebut merupakan sebuah ironi.
“Disatu sisi mereka ingin khutbah berkualitas, tetapi di sisi lain mereka enggan memberikan insentif untuk sang khatib membeli buku,” ujar Mohsen.
Dengan kata lain, masyarakat menuntut penceramah berkualitas, tetapi tidak mau berpikir bagaimana supaya muballigh bisa berkualitas.
Dalam arahannya kepada peserta raker, H Mochsen mengingatkan, agama diharapkan mampu menyelesaikan persoalan sosial kemasyarakatan. Bukan sebaliknya, agama justru menjadi bagian masalah dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, untuk mengembalikan fungsi agama sebagai pengatur tata kehidupan, dibutuhkan keseriusan dan peran aktif semua pihak, termasuk pemerintah daerah.(NANANG)

LINTAS EKONOMI


TEMU BISNIS - Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Rais Lamangkona (kanan) melihat produk-produk terbuat dari kakao yang dipajang  pada temu bisnis pengembangan industri kakao di Hotel Palu Golden, Senin (18/4). Temu bisnis tersebut digelar Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Usaha Kecil Menengah (Diskoperindag-UKM) Provinsi Sulawesi Tengah. (FOTO:MAL/FIQMAN SUNANDAR)

Sulteng Penghasil Kakao Terbesar di Indonesia
*DANA GERNAS KAKAO MASIH KURANG
PALU - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tengah Rais Lamangkona mengatakan, Sulteng merupakan penghasil kakao terbesar di Indonesia.
"Sekitar 22,46 persen dari total produksi kakao Indonesia sebanyak 792.793 ton/tahun merupakan produksi petani Sulteng," katanya di sela-sela acara Temu Bisnis Pengembangan Industri Kakao, Senin (18/4).
Berikutnya, Sulawesi Selatan merupakan produsen kakao terbesar kedua setelah Sulteng sebesar 21,63 persen dari total produksi nasional, dan menyusul Sulawesi Barat 14,29 persen.
Ia mengatakan, kebanyakan biji kakao produksi petani Sulteng selama ini diekspor ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Meski Sulteng sebagai sentra produksi kakao terbesar, namun hingga kini ekspor biji kakao masih belum dalam bentuk fermentasi.
Akibatnya, selain harga jual di pasaran luar negeri lebih murah karena kualitasnya yang belum melalui fermentasi, juga merugikan petani di Sulteng.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Asosiasi Kakao Fermentasi Indonesia (AKFI), Samsuddin H Halid, mengatakan, untuk meningkatkan kwalitas dan produktifitas kakao, petani harus melakukan fermentasi kakaonya. Jika tidak, meskipun produktifitasnya tinggi, namun dari segi daya jual susah bersaing.
“Kita selalu kehilangan sebesar Rp2 hingga 3 ribu dalam 1 kilo, jika kakao kita bukan kwalitas fermentasi,” katanya.
Menurutnya, selama ini petani sebagian besar sudah sadar atas pola fermentasi. Namun masih perlu didorong oleh pemerintah agar masyarakat bisa tetap meningkatkan kwalitas kakaonya.
Ia berpendapat, program Gernas sangat efektif untuk diterapkan dalam rangka membantu petani.
Dari hasil penelitian, melalui sistem peremajaan dan sambing samping maka produksi petani akan meningkat dari 600kg/hektar meningkan sampai 2.500 kg/ha. Pada tahun 2009 sebanyak 6.250 hektare lahan kakao petani yang sudah kurang berproduksi di Sulteng telah diremajakan dan direhabilitasi.
Tahun 2010 program peremajaan dan rehabilitasi tanaman kakao di Sulteng meliputi areal seluas 11.231 hektare, dan 2011 ini lebih 7.000 hektare.
Kepala Dinas Perkebunan Sulteng, Anwar Manan mengatakan, dana Gernas Kakao tahun 2011 masing sangat kurang jika dikalikan dengan jumlah luasan perkebunan kakao di Sulteng, anggaran Gernas tahun ini hanya bisa membiayai 5 persen dari luasan 225.525 hektar perkebunan di Sulteng.
Kata dia, dari alokasi yang diajukan pemerintah melalui kementrian sebesar Rp185 milyar, turun menjadi Rp65 milyar setelah melalui rapat dan persetujuan DPR.
“Memang akan berkurang anggarannya. Soalnya dibagi ke banyak wilayah. Awalnya itu hanya 4 provinsi yang dapat. Itu memang daerah penghasil. Kemudian bertambah menjadi 7, 9 hingga 25 daerah sekarang. Nah ini juga terkait politik anggaran sebenarnya,” jelasnya.
Menurutnya, jika DPR juga sudah mempunyai pemahaman yang sama untuk memajukan komoditi unggulan di daerah, tidak akan melakukan pemangkasan anggaran sebesar itu. Ia mencontohkan, Kabupaten Parigi Moutong sebagai daerah penghasil terbesar di Sulteng, hanya mendapat Rp6 milyar, dari yang diusulkan sebelumnya sebesar Rp26 milyar. (SAHRIL)
----------------------------------------------------------------------------------------

Kadis: Stok Sembako di Sulteng Aman
PALU - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) Sulawesi Tengah Muh Hajir Hadde mengatakan stok sembako di seluruh kabupaten dan kota di daerah itu cukup aman.
"Tidak ada alasan masyarakat untuk khawatir, sebab persediaan sembako dan kebutuhan rumah tangga lainnya di pasaran jumlahnya memadai," katanya di sela-sela Temu Bisnis Pengembangan Industri Kakao Sulteng, Senin (18/4). Begitu pula yang ada pada pihak distributor cukup banyak.
Ia mencontohkan, khusus gula pasir dan tepung terigu yang ada di pasaran saat ini masing-masing berkisar antara 10 ribu sampai 15 ribu ton.
Khusus beras di pasar-pasar, termasuk di Kota Palu jumlahnya tidak bisa diprediksikan. Tapi stok beras yang ada di gudang Bulog Sulteng saat ini mencapai lebih 14 ribu ton.
Stok beras di Bulog, kata Hadde diperuntukan memenuhi kebutuhan masyarakat miskin, dan juga cadangan korban bencana alam.
Sebagian dari stok tersebut juga dialokasikan untuk mendukung operasi stabilisasi harga jika terjadi gejolak harga beras di pasar-pasar dalam wilayah Sulteng.
Sejauh ini, Bulog Sulteng belum melakukan operasi pasar untuk stabilisasi harga, meski semua jenis beras di tingkat pengecer harganya naik.
Memang harga beras di pasaran naik, tapi masih pada batas kewajaran sehingga tidak perlu dilakukan operasi stabilisasi harga.
"Bulog baru akan turun operasi dengan menjual sebagian stoknya, jika memang terjadi gejolak harga beras yang melebihi batas kewajaran," ujarnya.
Pantauan ANTARA di pasar Masomba, harga beras medium seperti IR-20, dan C-4 naik dari Rp5.900,00/kg, menjadi Rp6.000,00/kg. Begitu pula beras kualitas terbaik seperti monda, buri-buri, kepala, dan cimandi dari Rp7.000,00/kg, menjadi Rp7.500,00/kg.
Menurut para pedagang, kenaikan harga beras di pasar, karena harga beras di tingkat petani, dan penggilingan padi naik.
Arie, seorang pedagang beras di pasar itu, mengatakan sebelumnya harga beras di tingkat produsen di Kecamatan Palolo hanya Rp290 ribu, kini naik menjadi Rp300 ribu.
"Karena harga di tingkat produsen naik, otomatis pedagang menyesuaikan harga," katanya. Ia mengatakan, suplai beras dari sentra-sentra produksi ke pasar cukup lancar, meski harga sedikit naik.
Harga sembako lainya seperti minyak goreng tetap bertahan Rp12.000,00/kg, daging sapi Rp60.000,00/kg, gula pasir Rp11.000,00/kg. Tomat apel Rp2.000/kg, bawang merah Rp15.000,00/kg, cabe kriting Rp20.000,00/kg, dan cabe rawit Rp25 ribu/kg. (ANTARA)





LINTAS DAERAH


Jalur Poros Lore Rusak Parah
POSO-Saat ini cukup banyak infrakstruktur penunjang pembangunan yang butuh perhatian Pemerintah Kabupaten Poso untuk secepatnya ditangani khususnya jalan. Jika ini kondisi jalan tidak mendukung, maka otomatis akan berpengaruh pula kepada kelancaran transportasi semisal mengangkut hasil produksi pertanian.
Kondisi jalan yang sudah parah tersebut terdapat di wilayah Kecamatan Lore Tengah dan Lore Peore. Kepada Media Alkhairaat, Senin (18/4),  Darma Penyami selaku Koordinator Tim Peninjauan wilayah Lore Tengah dan Lore Peore dalam rangka LPJ Bupati Poso tahun 2010 mengaku, kondisi jalur transpostasi di dua wilayah tersebut saat ini sangat-sangat memprihatinkan.
‘’Butuh penanganan secepatnya,’’ sebutnya.
Terutama katanya, jalur antara Desa Watutau – Desa Doda, kemudian jalur antara Desa Torire – Desa Bariri. Jalur di desa tersebut sama sekali tidak bisa lagi dilewati kendaraan yang bermuatan berat. Ini dikarenakan, dibeberapa titik terdapat banyak patahan atau badan jalan terbelah.
 ‘’Sopir kendaraan besar kuatir jika dipaksakan akan berakibat fatal,’’ ucap politisi Partai Golkar tersebut.
Darma yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar itu meminta Pemkab Poso secepatnya menangani jalur tersebut. Mengingat di kedua wilayah ini merupakan salah satu penyumbang pundi-pundi PAD Poso dari sektor pertanian seperti beras dan dari sektor perkebunan seperti kakao.
‘’Produksi kedua sektor ini cukup besar. Makanya beras dan kakao dijadikan andalan kedua daerah tersebut,’’ jelasnya.
Kondisi jalur yang parah ini menurut wakil Ketua Komisi II itu, sudah berlangsung dua tahun.
Ia berharap dinas terkait dalam ini Dinas Pekerjaan Umum untuk segera mengupayakan penanganan jalur di kedua wilayah itu. Jangan menunggu bertambah lebih parah lagi. Termasuk katanya, kondisi jalan di Pamona Selatan khususnya di anatara Padang Marari -  Desa Bancea juga sudah rusak parah, bahkan ada dibeberapa titik terlihat badan jalan terancam putus.(IWAN) 
-------------------------------------------------------------------------------------------- 

FKPD Mediasi Konflik Tumondo- Murad Husein
RAIS ADAM : TOMUNDO  BERSEDIA MAAFKAN MURAD HUSEIN
LUWUK - Terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Murad Husein terhadap M.Chair Amir (Tomundo) Banggai, beberapa waktu lalu yang sempat membuat keamanan Kabupaten Banggai tidak kondusif, membuat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Banggai tidak tinggal diam.
 Senin (18/4), Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) melakukan upaya memediasi perseturuan antara M.Chair Amir (Tomundo) dan Big Bos PT.KLS Murad Husein itu.
Upaya memediasi itu berlangsung di kediaman M.Chair Amir (Tomundo)  di jalan Garuda Kecamatan Luwuk, dihadiri Wakil Bupati Banggai, Musdar M.Amin, Ketua Pengadilan Tinggi Luwuk, Kapolres Banggai AKBP.Moh.Agung Budijono  dan sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Propinsi Sulawesi Tengah diantaranya Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol. Dewa Parsana dan Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Rais Adam, selaku inisiator.
Kabid Humas polda Sulteng, AKBP, Rais Adam    saat ditemui di Hotel Ramayana menyatakan, mediasi yang dilakukan itu bermaksud agar situasi Kamtibmas di Kabupaten Banggai terpelihara dengan baik dan konflik yang terjadi diantara dua tokoh yang berpengaruh di kalangan masyarakat Kabupaten Banggai  segera berakhir.
Menurutnya,  saat dilakukan upaya mediasi M.Chair Amir (Tomundo) terlihat sangat merespon niat baik dari langkah yang dilakukan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) yang berupaya ingin menutup kran permusuhan dikedua tokoh berpengaruh di Kabupaten Banggai itu.
 "Saya sangat senang karena FKPD sudah berupaya untuk memediasi antara saya dan Murad Husein dan saya sangat merespon upaya mediasi ini tetapi Murad Husein harus jentel untuk meminta maaf kepada saya selaku tomundo dan segenap masyarakat adat Kabupaten Banggai," jelas Rais Adam mengutip Bahasa Tomundo saat pertemuan mediasi dilakukan
Rais menambahkan, setelah upaya awal kepihak Tomundo,rencananya dalam waktu dekat akan bertemu dengan Murad Husein.
Rais mengimbau, kepada masyarakat Kabupaten Banggai agar tidak memperbesar lagi persoalan perselisihan dua tokoh yang berpengaruh di Kabupaten Banggai itu apalagi makin memperuncing masalah karena akan berimbas kepada masyarakat luas Kabupaten Banggai.(YAMIN /ICAL)    
----------------------------------------------------------------------------------------------

Data Dinas Perkebunan Masih Banyak Kelemahan
POSO-Pembangunan subsektor perkebunan merupakan bagian tak terpisahkan dari kebijaksanaan pembangunan sektor pertanian yang harus berpijak dari visi dan semangat serta nilai-nilai bersih dan peduli. Kendala-kendala yang menghadang didalam kegiatan perkebunan khususnya didalam penyediaan data masih banyak terdapat kelemahan-kelemahan.
Lemahnya SDM dan data yang ada ditingkat lapangan  kata Sekretaris Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Poso,  Suratno  merupakan faktor dominan yang menyebabkan data statistik perkebunan belum maksimal.  
Hal tersebut diungkapkannya pada Forum Statistik Perkebunan yang berlangsung di mes PGRI, Senin (18/4) kemarin, yang diikuti seluruh petugas statistik perkebunan Poso. 
Menurutnya, data statistik yang disajikan sangat bermanfaat bagi Pemkab Poso khususnya Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Poso sebagai bahan perumusan kebijaksanaan serta untuk mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan program yang telah meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Poso.
Dia berharap melalui forum statistik tersebut dapat memperoleh data statistik  perkebunan yang valid, handal, mutahir, obyektif dan konsisten dalam menunjang pembangunan di Kabupaten Poso.
Lanjut katanya, ketersediaan data dan informasi mutlak dalam perumusan perencanaan dan kebijakan serta evaluasi terhadap proses pembangunan sub sektor perkebunan yang efektif mencapaui sasaran. Apabila didasarkan atas data dan informasi yang berkualitas yaitu akurat, tepat waktu dan lengkap sesuai dengan kebutuhan.
’’Sekali lagi saya berharap forum ini dapat menghasilkan rumusan-rumusan yang berharga serta buah pikiran yang berlian bagi perkembangan pembangunan perkebunan,’’ harap Suratno.(IWAN)
----------------------------------------------------------------------------------------
PENILAIAN ADIPURA BERAKHIR
Donggala Diguyur Hujan
DONGGALA-Sehari setelah berakhirnya masa penilaian untuk Adipura, Kota Donggala diguyur hujan selama empat jam, Senin (18/4), sehingga beberapa jalan sempat kotor. Namun petugas kebersihan dengan sigap membersihkan kembali dengan harapan jangan sampai mengurangi nilai penilai, walau tahapan telah berakhir.
Beberapa warga yang dimintai tanggapannya soal peluang Kota Donggala mendapatkan piala Adipura tahun 2011 ini, umumnya optimis. Asalannya, selain lebih siap dalam menangani kebersihan di berbagai kawasan yang masuk penilaian, sejumlah ruang publik tertata baik dan bersih ketimbang sebelumnya.
“Dari hasil kerja keras warga kota, kita optimis bisa meraih kembali piala Adipura yang ketiga kalinya. Sebab yang pertama dan kedua saja tak begitu siap tapi ternyata mendapat hasil, apalagi saat ini persiapannya lebih matang,” ungkap Waris seorang pengusaha Kuliner di Donggala.
Menurut Warsi, sejak adanya status Adipura bagi Kota Donggala, umumnya warga makin sadar terhadap kecintaan lingkungan dan upaya memelihara pohon dan tanaman lebih tinggi ketimbang beberapa tahun lalu. Karena itu kampanye kebersihan lingkungan yang terus digalakkan pemerintah bersama masyarakat, sangatlah efektif sehingga harus dipertahankan.
Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD),Ibrahim Drakel menyebutkan dari hasil penilaian tim Adipura selama tiga tahapan, hasilnya akan diumumkan awal Juni mendatang.
“Soal bagaimana hasilnya nanti saya sendiri tidak tahu, tapi insya Allah kita berdoa bersama agar Donggala tetap meraih kembali predikat Adipura, bahkan Adipura kencana,” kata Ibrahim Drakel pada Media Alkhairaat, Senin (18/4).
Dia mengimbau, agar secara bersama-sama terus memelihara dan menjaga kebersihan kota hingga sampai kapanpun, jangan hanya karena akan ada penilaian lantas membersihkan lingkungan. Sebab kata Ibrahim meskipun tahapan penilaian sudah berakhir sehari lalu, bukan berarti tidak perlu diwaspadai karena tidak menutup kemungkinan tiba-tiba saja ada tim penilai kembali.
 “Bisa saja ada penilaian, itu biasanya pada minggu pertama bulan Mei untuk finalisasi penilaian,” jelas Drakel.
Dibanding tahun lalu, saat ini dalam persiapan penilaian Adipura persoalan ternak paling diperketat, sehingga tidak diperbolehkan ada ternak yang berkeliaran di tengah jalan. Apalagi tiga bulan terakhir Pemkab Donggala menerapkan Perda Nomor 14 Tahun 2010 Tentang Peternakan dan Penertibannya. Bagi pelanggar sanksinya cukup berat berupa pidana kurungan selama-lamanya enam bulan atau denda setinggi-tingginya Rp 50 juta. (JAMRIN AB)
---------------------------------------------------------------------------------------------

SUKSESKAN MOROWALI GREEN OFFICE
Pemkab Siapkan Sanksi
MOROWALI-Program Morowali Green Office alias perkantoran hijau yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Morowali 28 Maret 2011 lalu ternyata bukan sekadar seremoni belaka.Buktinya Bupati Morowali, H Anwar Hafid telah menyiapkan sanksi tegas kepada bawahannya yang tidak serius mendukung pelaksanaan program ini.Salah satunya akan memasang bendera hitam di depan instansi yang dianggap membandel dan gagal.
Demikian ditegaskan Bupati Morowali yang diwakili Asisten Satu Asmar Amiri saat membuka pelatihan pengelolaan sampah yang digelar di aula kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali,Senin (18/4).Di hadapan 50 fasilitator dari masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) maupun instansi vertikal, Asmar meminta kepada keseluruh pimpinan SKPD serta fasilitator yang ditunjuk agar betul-betul mendukung penuh program yang digelar selama enam bulan ini.
‘’Pokoknya semua harus tanam lutut demi suksesnya program ini.Kita tidak ingin program ini hanya sekadar berjalan begitu saja tanpa memperoleh hasil yang diharapkan.Kalau ada yang tidak serius maka siap-siap saja mendapat sanksi dari pak Bupati.termasuk akan dipasangkan bendera hitam di depan kantornya,’’jelas Asmar. 
Khusus kepada Yayasan Peduli Negeri (YPN) selaku pelaksana kegiatan Morowali Green Office,Asmar mewakili Pemerintah Kabupaten Morowali sangat berterima kasih karena telah bersedia membagikan pengalaman dan ilmu kepada fasilitator yang nantinya diharapkan bisa sukses seperti yang dilaksanakan di kota dan kabupaten sebelumnya di Sulawesi Selatan. 
Dalam pelatihan teknik pengelolaan sampah Senin kemarin,dua pemateri yang dihadirkan adalah Direktur eksekutif Yayasan Peduli Negeri (YPN) Saharuddin Ridwan dan Andi Iskandar,Kepala Bidang Pertamanan Dinas Kebersihan Kota Makassar.
Saharuddin Ridwan dala materinya menjelaskan bagaimana sesungguhnya tujuan program Morowali Green Office yang baru kali pertama digelar di Indonesia Timur.Sedangkan Andi Iskandar dalam materinya membeberkan teknik pengelolaan sampah organik dan an organik serta bagaimana dampak positif dan bahaya sampah. (HARIS)
-------------------------------------------------------------------------------------

PENGGELAPAN PAJAK
Konsultan Diperiksa
DONGGALA-Penyidikan terhadap kasus penggelapan pajak yang melibatkan tersangka Andi Sose Parampasi selaku mantan Kadis Kimtanwil (Permukiman dan Penataan Wilayah) Kabupaten Donggala terus didalami tim jaksa. Setelah memeriksa bendahara beberapa waktu lalu menyusul penahanan Andi Sose, maka Senin (18/4) aparat Kejaksaan Negeri Donggala memeriksa Bustamin selaku pimpinan CV Arsindo Concultan salah satu rekanan dalam beberapa proyek Kintamwil.
Pemeriksaan berlangsung di ruang kerja Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Candra selama tiga jam lebih. Berbagai pertanyaan diajukan jaksa berkaitan dengan prosedur dan proses pencairan dana antara pihak dinas dengan Arsindo Consultan sebagai rekanan. Dalam pemeriksaan terungkap kalau dalam pembayaran pajak, pihak Kimtanwil selalu mengambil alih, berupa pembayaran langsung ke bank tanpa melalui perusahan rekanan.
“Padahal dalam aturan seyogianya yang membayar langsung pajak kegiatan adalah perusahan bersangkutan, tapi kenyataannya rekanan tidak dilibatkan, sehingga timbul masalah,” ungkap Candra pada Media Alkhairaat disela-sela pemeriksaan.
Menurut Candra sebetulnya pemeriksaan terhadap rekanan, Senin kemarin ada dua saksi, namun hanya satu yang menghadiri panggilan, sehingga kejaksaan akan menjadwalkan kembali. Sementara itu diperoleh informasi saat ini tersangka Andi Soses Parampasi sedang menderita sakit jantung hingga selama seminggu menjalani perawatan di RSUD Kabelota Donggala. Status tahanannya menjadi tahanan kota sambil menjalani perawatan jalan di rumahnya, menyusul perampungan berkas untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Donggala dalam waktu dekat ini.
“Karena pertimbangan kemanusiaan dan tidak memungkinkan untuk perawatan kesehatan dalam Rutan, sehingga kita jadikan status tahanan kota agar bisa berobat hingga sembuh sesuai hasil rekam kesehatan dari dokter,” jelas Candra.
Namun demikian, alas an sakit bukanlah alasan untuk tidak menindaklanjuti kasus penggelapan pajak di Kimtanwil yang melibatkan sewaktu menjabat kepala dinas. Sejak setahun silam, Andi Sose Parampasi telah diangkat sebagai Kepala Badan Narkotika Daerah (BND) Kabupaten Donggala. informasi yang diperoleh menyebutkan jabatan tersebut terancam bakal diganti karena tidak memungkinkan untuk menjalankan tugas. (JAMRIN AB)



ASSALAMUALAIKUM


Jangan Mudah Menyerah
OLEH : HS Saggaf
HS. SAGGAF ALJUFRI
Sesungguhnya jalan hidup yang kita lalui ini adalah jalan yang tidak sederhana. Jauh, panjang dan penuh liku apalagi jalan dakwah yang kita tempuh saat ini. Ia jalan yang panjang dan ditaburi dengan halangan dan rintangan, rayuan dan godaan. Karena itu dakwah ini sangat memerlukan orang-orang yang memiliki karakter  berjiwa ikhlas,( Muwashafat aliyah) atau professional (Itqam) dalam bekerja, berjuang dan beramal serta orang-orang yang tahan akan berbagai tekanan. Dengan modal itu mereka sampai pada harapan dan cita-citanya.
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir yang memerlukan pertolongan dan orang-orang yang meminta-minta dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang bersabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. (Al Baqarah: 177).
Disamping itu, dakwah ini juga senantiasa menghadapi musuh-musuhnya di setiap masa dan zaman sesuai dengan kondisinya masing-masing. Tentu mereka sangat tidak menginginkan dakwah ini tumbuh dan berkembang. Sehingga mereka berupaya untuk memangkas pertumbuhan dakwah atau mematikannya. Sebab dengan tumbuhnya dakwah akan bertabrakan dengan kepentingan hidup mereka. Oleh karena itu dakwah ini membutuhkan pengembannya yang berjiwa teguh menghadapi perjalanan yang panjang dan penuh lika-liku serta musuh-musuhnya. Merekalah orang-orang yang mempunyai ketahanan daya juang yang kokoh.
Kita bisa melihat ketsabatan Rasulullah SAW. Ketika beliau mendapatkan tawaran menggiurkan untuk meninggalkan dakwah Islam tentunya dengan imbalan. Imbalan kekuasaan, kekayaan atau wanita. Tetapi dengan tegar beliau menampik dan berkata dengan ungkapan penuh keyakinannya kepada Allah SWT.
‘Demi Allah, wahai pamanku seandainya mereka bisa meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan dakwah ini. Niscaya tidak akan aku tinggalkan urusan ini sampai Allah SWT. memenangakan dakwah ini atau semuanya akan binasa’.
Demikian pula para sahabatnya ketika menjumpai ujian dan cobaan dakwah, mereka tidak pernah bergeser sedikitpun langkah dan jiwanya. Malah semakin mantap komitmen mereka pada jalan Islam ini. Ka’ab bin Malik pernah ditawari Raja Ghassan untuk menetap di wilayahnya dan mendapatkan kedudukan yang menggiurkan. Tapi semua itu ditolaknya sebab hal itu justru akan menimbulkan mudharat yang jauh lebih besar lagi.
Melalui sikap teguh ini perjalanan panjang menjadi pendek. Perjalanan yang penuh onak dan duri tidak menjadi hambatan untuk meneruskan langkah-langkah panjangnya. Bahkan ia dapat melihat urgensinya sikap tsabat dalam dakwah. Wallahul Musta’an.